Pantai

The Legend Of Watu Ulo Beach

Masih dalam deretan pantai selatan dan pantai yang ada di kota Jember,Jawa Timur. Pantai ini mungkin sudah tak asing lagi bagi para pecinta wisata air, Pantai Watu Ulo namanya. Pantai Watu Ulo dalam bahasa jawa memiliki arti Watu yang artinya “batu” dan Ulo yang berarti “ular” jadi Pantai Watu Ulo juga berarti Pantai Batu Ular. Pantai ini letaknya masih berdekatan dengan pantai di sebelahnya yakni Pantai Pasir Putih Malikan(Papuma). Secara administratif pantai ini terletak di Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu atau sekitar 40km dari pusat kota Jember.

Photo by. pinterest.com
Photo by. pinterest.com

Pantai Watu Ulo memiliki ciri khas yang membedakannya dengan pantai lain yang ada di Jawa Timur. Di sepanjang pantai ini memiliki batu raksasa yang menjorok ke tengah laut,batu tersebut berbentuk seperti badan seekor ular raksasa dengan kontur bebatuan yang bentuknya menyerupai sisik ular. Hal inilah yang melatar belakangi pantai ini di namakan Pantai Watu Ulo. Berdasarkan dari cerita atau kepercayaan penduduk setempat pantai ini memiliki legenda yang sangat terkenal.

Photo by. tabloidwisata.com
Photo by. tabloidwisata.com

Legenda/Mitos Pantai Watu Ulo

Menurut cerita dahulu kala di pantai ini hiduplah seekor ular raksasa bernama”Nogo Rojo/Naga Raja” yang menguasai dan memakan hewan hewan yang ada di laut tersebut. hal ini membuat penduduk kesulitan mendapatkan hasil laut yang notabene adalah mata pencaharian mereka sehari hari. Suatu hari datang dua orang pemuda untuk memancing di pantai ini,saat sudah hampir putus asa karena tak dapat satu ikanpun tiba tiba pancingan mereka memperoleh seekor ikan mina. Ikan tersebut ternyata bisa berbicara dan meminta agar tak di jadikan santapan dan sebagai gantinya ikan tersebut memberi sisik yang dapat berubah menjadi emas. Kedua pemuda tersebut akhirnya melepaskan ikan tersebut,namun ketika di lepas ular raksasa”Nogo Rojo”malah memakannya. Hal ini membuat kedua pemuda ini marah dan akhirnya terjadilah pertarungan dengan si ular raksasa dan si pemuda membelah ular raksasa tersebut menjadi tiga bagian. Karena saking besarnya ular raksasa tersebut tiga potongan badannya terpencar di tiga tempat yakni bagian kepalanya di daerah Grajakan Banyuwangi,bagian ekornya di Pacitan dan bagian badannya yang sekarang menurut cerita setempat menjelma menjadi batu berbentuk ular di pantai watu ulo.

Photo by. nenghepi.com
Photo by. nenghepi.com

Legenda lain mengatakan bahwa batu tersebut merupakan jelmaan dari seekor naga yang sedang tertidur dan bersemedi. Naga tersebut di utus oleh Ajisaka untuk bersemedi dan nantinya di percaya bahwa naga tersebut akan bangun dan menjadi manusia

Potensi Pantai Watu Ulo

Seperti halnya pantai lain di Jember,pantai ini memiliki pemandangan laut yang indah. Pasir nya bersih berwarna kecoklatan dengan batu batu karang di sekitarnya dan perbukitan yang berbaris di sepanjang pantai. Tak hanya itu,kita bisa berjalan menyusuri pantai menuju ke Goa Jepang dan Goa Kelelawar yang letaknya berdekatan dengan lokasi pantai. Di lokasi ini juga di sediakan tempat untuk yang hobi camping. Sejumlah warung makan,toilet dan tempat ibadah juga telah tersedia. Tiket masuk ke lokasi ini hanya sebesar Rp.7500 per orang dengan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp.5000 dan roda empat sebesar Rp.10.000


Photo by. Yukpiknik.com
Photo by. Yukpiknik.com

Adat Penduduk Setempat

Selain memiliki legenda yang sudah terkenal,masyarakat pesisir pantai ini juga memiliki ritual rutin yang di adakan tiap tahunnya. Upacara Larung Sesaji yang di adakan setiap tanggal 7 Syawal(lebaran ketupat). Upacara ini dilakukan dengan melepas sesaji ke tengah laut selatan sebagai wujud ucapan syukur pada Tuhan atas berkah melimpah yang di berikan di laut. Tiap tanggal 1-10 Syawal juga di adakan acara pekan raya di sepanjang pantai dengan berbagai hiburan dan penjualan berbagai hasil kerajinan tangan penduduk setempat.

Photo by. destinasipada.blogspot.com
Photo by. destinasipada.blogspot.com

Akses Ke Lokasi Pantai

Dengan menggunakan kendaraan pribadi kita bisa menempuh perjalanan dari :

Surabaya( ada dua jalur alternatif ) Surabaya >Pasuruan>Probolinggo>Lumajang>Tanggul>Jember>Ambulu>Pantai Watu Ulo atau Surabaya>Pasuruan>Probolinggo>Lumajang>Yosowilangun>Kencong> Balung>Ambulu>Pantai Watu Ulo

Sedangkan kalau dari arah Pulau Bali kita bisa lewat jalur Denpasar>Banyuwangi>Jember>Ambulu>Pantai Watu Ulo

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *