Editor PicksSeni & Budaya

7 Perkampungan Adat yang bisa kamu Kunjungi Selain Suku Baduy

Bagi sebagian warga Jakarta tentunya sudah sangat mengenal tentang perkampungan adat Baduy yang ada di Banten. Namun perlu diketahui jika Indonesia sendiri memiliki banyak sekali perkampungan adat atau kampung-kampung yang masih memegang teguh tradisi para leluhur hingga sekarang. Indonesia yang memili lebih dari 300 kelompok etnis tau suku bangsa atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.

Berikut ini ada 7 perkampungan adat yang bisa kamu kunjungi karena perkampungan ini telah menjadi kawasan wisata oleh pemerintah setempat selain perkampungan Baduy di Banten.

1. Kampung Adat Tarung – SUMBA NTT

Kampung Adat Tarung adalah sebuah perkampungan kecil yang terletak diatas bukit dengan ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan laut. Kampung Adat Tarung bukanlah kampung biasa melainkan salah satu kampung yang memegang teguh adat leluhur dan budaya turun temurun hingga saat ini. Itulah sebabnya Kampung Adat Tarung menjadi salah satu kampung wisata jika kita datang ke Sumba. Oh ya Kampung Adat Tarung terletak di Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Lokasinya yang berda ditengah-tengah kota dan pemukiman pendudukan menjadikan kampung ini sangat menonjol terlebih bangunan disetiap rumah dikmapung ini sama dan sangat menarik. Cukup beberapa menit saja dari pusat ibu kota Kabupaten Sumba Barat kita sudah bisa melihat senidri keindahan dan keunikan budaya Sumba yang masih bertahan.

Selengkapnya : Ingin Mengenal budaya Sumba ? Kampung Adat Tarung Tempatnya

2. Kampung Naga – Tasikmalaya Jawa Barat

Kampung Naga merupakan salah satu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok penduduk yang memegang erat adat istiadat nya. Kampung ini berlokasi di Desa Neglasar, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kampung Naga sendiri menyimpan keindahan alam yang sangat asri dengan hijaunya sawah, angin segar dan sejuk, serta lembah yang subur. Di kampung ini terdapat hutan terlarang yang menjadi tempat makam para leluhur penduduk.

Sepanjang perjalanan memasuki wilayah Desa Kampung Naga, kalian akan dipimpin oleh salah satu warga yang tinggal di sana dan menjelaskan secara detail kepada kalian mengenai sejarah dan kegiatan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di Desa itu. Untuk mengeksplore, kalian harus menuruni sekitar 439 anak tangga. Sepanjang jalan, kalian akan disuguhi pemandangan yang hijau dan alami sehingga membuat kalian tergiur untuk mengambil banyak foto karena pemandangan sawah dan sungai terbentang sepanjang jalan.

Selengkapnya : Kampung Naga – Tasikmalaya

3. Huta Siallagan -Toba Sumatra Utara

Bila Anda mengunjungi Danau Toba jangan lupa singgah di lokasi wisata menarik satu ini. Huta Siallagan namanya. Terletak di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir. Hanya memakan waktu sekitar 20 menit dari Tuktuk. Huta sendiri berarti kampung, sedangkan Siallagan adalah nama marga penghuni kampung tersebut. Ojek wisata ini akan selalu ramai dikunjungi para wisatawan asing maupun lokal. Disini anda bisa memakai Ulos dan ikat kepala, serta menari Tor-Tor bersama-sama dengan Patung Si Gale-Gale. Anda cukup memberi sumbangan seikhlasnya.

Foto oleh: indonesia.biz.id

Luas Huta Siallagan sekitar 2.400 m². Dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 1,5 hingga 2 meter. Anda akan kagum saat melihat perkampungan ini dikelilingi batu-batu besar yang disusun bertingkat dengan rapi. Dulunya tembok tersebut dilengkapi bambu dan benteng yang berfungsi untuk menjaga perkampungan dari gangguan binatang buas maupun serangan suku lain.

Selengkapnya : Huta Siallagan: Menelisik Jejak Kanibal Di Tanah Batak

4. Waerebo – Flores NTT

Wae Rebo merupakan desa adat terpencil nan misterius yang berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Terletak di ketinggian 1.200 mdpl yang selalu diselimuti kabut tipis, Wae Rebo mendapat julukan kampung di atas awan. Suasana Desa Wae Rebo yang masih terisolir dari hiruk pikuk kota menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Belum lagi kearifan lokal masyarakatnya yang masih terjaga merupakan suguhan unik nan menarik.

Desa waerebo

Panorama berupa pegunungan berpadu dengan tujuh rumah adat yang unik sungguh menjadi sebuah lukisan indah yang memesona. Selain panoramanya yang indah, penduduk di sini juga ramah. Keseharian mereka adalah bertani dan membuat tenun. Di sini kamu juga bisa menikmati kopi khas Flores yang nikmat.

Selengkapnya : Melihat Lebih dekat Kampung Adat Wae Rebo Flores

5. Suku Sasak Desa Sade – Lombok NTB

Kampung Suku Sasak di Pulau Lombok telah menjadi sebuah Desa Wisata yang masih terjaga adat dan budayanya hingga saat ini. Maka saat Lombok sudah masuk dalam list destinasimu, pastikan juga Desa Sade masuk ke dalam agenda trip. Di sini kamu akan hanyut dalam kesederhanaan dan kedamaian akan tradisinya yang kental. Suasana pedesaan dengan gang-gang sempit yang bertingkat bisa kamu nikmati dengan berjalan kaki mengitarinya. Di desa kecil ini kamu bisa menemukan keunikan budaya serta tradisi Suku Sasak yang wajib banget kamu tahu.

Kampung Suku Sasak atau yang lebih dikenal denfan Desa Sade ini terdiri atas 150 rumah. Di sini, masyarakatnya masih menjaga tradisi tenun yang telah turun temurun. Memintal kapas merupakan salah satu mata pencaharian selain bertani. Sebagian pun ada yang menjadi tour guide semenjak Desa Sade dikenal sebagai desa wisata.

Selengkapnya : Mengenal Pesona Desa Sade Lombok yang Melegenda

6. Kampung Ciptagelar

Salah satu perkampungan yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Barat adalah Kampung Ciptagelar. Kasepuhan Ciptagelar atau Kampung Ciptagelar memiliki jumlah warga sekitar sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK.

foto : @ilovesukabumi

Kampung Ciptagelar yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Ratu tepatnya di kaki Gunung Halimun ini merupakan salah satu perkampungan adat yang paling lengkap dan menjadi salah satu pusat kehidupan masyrakat sunda mulai dari rumah adatnya hingga keseharianya.

Selengkapnya : Melihat Adat Sunda di Kampung Ciptagelar Sukabumi

7.  Desa Tumöri – Nias Sumatera Utara

Butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit berkendara dari Bandar Udara Binaka menuju Gunung sitoli bagian barat, kita akan menemukan sebuah perkampungan tradisional bernama desa Tumöri  yang terletak di kecamatan Gunungsitoli Barat. Nama Tumöri berasal dari nama sebuah pohon raksasa yang ditemukan oleh pendirinya di masa lampau. Diperkampungan tradisional ini kita dapat menjumpai 10 rumah adat khas Nias bagian Utara yang berusia antara 50-120 tahun.

foto : ayurlislasenias.blogspot.co.id

Awalnya terdapat 21 rumah adat di desa ini, namun 9 buah dirubuhkan oleh para ahli warisnya akibat adanya perselisihan antar sesama ahli waris serta ketidaksanggupan akan biaya pemeliharaan (mengingat biaya pemeliharaan rumah adat ini sangat besar), sementara 2 lainnya yang memang sudah berusia sangat tua roboh akibat gempa pada tahun 2005 yang lalu.

Selengkapnya : Melihat Perkampung Adat Nias di Desa Tumori

Tags

Emye

Seorang Traveller yang hanya membantu untuk mempromosikan setiap wisata di Indonesia. ( Follow Instagram @kataomed - wa 081237395539 )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close