Seni & Budaya

Pesona Tari Kecak

Tari Kecak merupakan tarian tradisional dari Bali. Keunikan dan kemistisan dari gerakan tarian tersebut sangat memikat bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tari kecak di ciptakan pada kisaran tahun 1930 oleh seorang penari sekaligus seniman dari bali yaitu Wayan Limbak.

Photo by. papasemar.com

Tari Kecak biasa dimainkan oleh laki laki yang berjumlah cukup banyak, mulai dari puluhan sampai ribuan. Gerakan yang di mainkan sangat unik dan menarik. Para penari duduk melingkar dengan mengenakan pakaian khas bercorak kotak kotak hitam putih. Tidak ada pengiring musik, hanya suara lantunan kata kata berbunyi “Cak-cak-cak-cak”. Karena bunyi inilah tarian ini di namakan Tari Kecak. Jika di perhatikan dari awal sampai akhir kita akan memahami alur cerita yang di sajikan dari gerakan gerakan pementasan tari ini.

Photo by. indramony99.wordpreas.com

Tari kecak pada awalnya tercipta secara tidak sengaja yang di ambil dari sebuah tarian adat pemujaan yang di kenal dengan sebutan Shangyang. Shangyang merupakan jenis tarian tradisional bali yang di lakukan dalam upacara religi untuk menolak bala atau penyakit. Dari pementasan Shangyang inilah kemudian tercetus sebuah gerakan tari kecak. Gerakan tangan yang di sajikan di tari kecak sebenarnya mengisahkan cerita ramayana, yakni peristiwa penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana.

Photo by. ayobali.wordpres.com

Tari kecak memiliki beberapa fungsi antara lain:

-Sebagai sarana hiburan. Bertujuan untuk mempertunjukkan suatu kesenian khas bali pada masyarakat umum, sebagai sarana hiburan baik bagi masyarakat lokal maupun mancanegara.

– Sebagai usaha pelestarian budaya. Cerita pewayangan yang di angkat dari sebuah gerakan tarian merupakan inovasi baru dalam usaha melestarikan kebudayaan hindu, khususnya dalam kisah ramayana.

Tari kecak memiliki beberapa properti yang harus di gunakan untuk mendukung ciri khas dari tarian itu sendiri. Properti tersebut meliputi selendang, gelang kincringan, tempat sesaji dan juga topeng. Selendang yang di gunakan penari bercorak kotak kotak dengan warna hitam putih seperti papan catur. Gelang kincringan di pakai di pergelangan tangan dan sebagian lagi di kaki, gelang inilah yang menimbulkan bunyi gemerincing saat tarian sedang berlangsung. Tempat sesaji menjadikan tarian terlihat sakral, terlebih asal usul tarian yang berasal dari upacara adat Shangyang membuat tarian ini terlihat mistis. Sedangkan untuk topeng sendiri minimal terdapat 3 topeng yang di kenakan oleh penari utama yang berperan sebagai tokoh hanoman, sugriwa dan rahwana.

Photo by. catatanjulfita.blogspot.com

Secara garis besar tari kecak memiliki keunikan sebagai berikut :

-Gerakan. Gerakan dalam tarian ini terlihat seperti seseorang yang sedang melakukan pemujaan pada upacara shangyang.

-Musik Pengiring. Hampir tidak ada musik pengiring pada tarian ini, suara hanya berasal dari suara penari yang mengucapkan “Cak-cak-Cak” dan suara dari gemerincing gelang.

-Drama. Tarian yang di sajikan berisi cerita soal pembebasan Dewi Shinta dari tangan Rahwana yang di lakukan oleh Rama dan beberapa sahabatnya.

Photo by. sihanif.blogspot.co.id

Kebanyakan pemuda pemuda di pulau bali banyak yang bisa menguasai tarian ini. Hal ini sebagai wujud pelestarian dari kebudayaan pulau bali sendiri.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *