Bawa Aku Kembali ke Dinginnya Merbabu Kala Itu

Merbabu menjadi saksi bisu bagaimana pintu yang tertutup terbuka kembali. Aku rindu dinginnya Merbabu. Merbabu menyimpan segala kenangan tentang aku dan biru langit kala itu. Tentang aku dan Tuhanku. Tentang aku dan kamu. Dan tentang aku dengan semesta.

Malam itu hari Jumat, rasanya senang sekali. Bus melaju dengan kecepatan penuh menuju Kabupaten Boyolali, pintu gerbang gunung yang cantik itu. Sepanjang jalan aku ditemani alunan musik Love So Fine yang mengalun terus di telingaku.

Aku bersemangat sekali memulai perjalanan ini. Rasanya segala kenangan buruk yang pernah kulalui tertutup dengan momen-momen baru yang terjadi pada hari itu.

Sabtu, 30 September 2023

Usai persiapan mendaki, aku langsung menuju gerbang pendakian jalur selo. Melewati pos pendakian lalu menelusuri jalan setapak yang teduh dan berdebu.

Sekitar 1,5 jam perjalanan, aku tiba di Pos 1.  Langsung aja deh beristirahat sejenak. Lalu kembali melanjutkan perjalanan ke Pos-pos berikutnya.

Track semakin terjal dan berdebu. Di beberapa titik harus menggunakan webbing. Tapi Merbabu maish tergolong gunung yang asri karena didominasi oleh aneka flora.

Sekitar pukul 16.30 aku tiba di Pos 3 bersama beberapa peserta tripku. Anyway, aku dan 10 orang lainnya menjadi rombongan pertama yang tiba di Pos 3, sementara partnerku bang Steven dan Debi masih mendampingi para peserta lainnya di belakang.

Usai beristirahat, aku kembali melanjutkan perjalanan dari Pos 3 menuju Sabana 1.

Perjalanan dari Pos 3 menuju Sabana 1 rupanya semakin terjal. Jalur yang didaki berupa bebatuan yang licin dan masih berdebu. Kepeleset sedikit udah beda alam. Aku mengarahkan para peserta ku untuk terus nanjak dan mencari tempat camp yang sudah disiapkan oleh porter kami.

Sementara aku masih menjaga dari belakang. Aku masih terus mendaki dengan semangat untuk bisa sampai di pos 1. kresek kresek kresek, HT ku berbunyi, abang memberi instruksi untuk segera mengondisikan peserta yang sampai duluan diatas. Ya, aku menurutinya dan mencoba untuk mendaki lebih cepat untuk bisa mengondisikan tenda dan logistik di camp area yaitu Sabana 1.

Akhirnya setelah melewati medan yang cukup berat hahahaha aku sampe juga di Sabana 1 sekitar pukul 17.00 . Puji Tuhann aku senang sekali akhirnya setelah 5 jam-an mendaki sampe juga di gunung impianku ini. Merbabu with you. Nyesel banget mindahin jadwal trip ini yang mana pada awalnya direncakan tepat di hari ultahku tgl 23 september 2023. Namun karena kupikir akan pergi ke Bali, ku mundurin jadi tgl 30 September.

Saat itu sesampainya di Sabana 1, aku langsung mengondisikan para pserta yang sampai untuk berganti baju, mendirikan tenda, dan juga menyiapkan logistik. Kali ini kayaknya aku berguna buat masak memasak deh hahaha karena mereka sudah pd kelelahan aku mengambil alih kegiatan masak makan malam sambil tetap mengontrol sampai dimana partnerku Bang Steven.

Tiba-tiba dia hilang kontak. Khawatir bukan main, aku bener-bener takut banget abangku kenapa-kenapa. Karena HT udah gak nyambung. Lalu datanglah bang deby, dengan sigap bang deby langsung turun lagi kebawah untuk membantu abang steven yang jadi sweeper dibawah bersama 2 peserta lainnya.

Waktu sudah pukul 20.00 WIB, anak-anak udah pada kenyang. sebagian masuk tenda, puji tuhan akhirnya bang epen, bang deby dan 2 peserta lainnya sampe juga di camp. Kekhawatiran ku berganti menjadi rasa dimana aku pengen kasih makan bang epen yang udah kecapeaan. Tapi dia  memilih untuk mendirikan tenda dulu dan merapikan perlengkapan.

Malam semakin larut. Semua peserta sudah masuk ke tenda yang sudah dibagikan penempatannya. Sementara diluar masih tersisa aku, bang epen, bang deby, dan porter kami . Aku memasak bakso yang kubawa dari Jakarta, sayangnya kebanyakan air jadinya gak ada rasanya hahaha. Akhirnya masakin indomie buat bang epen dan juga memanggang kebab yang kubawa dari Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan bercengkrama hingga larut malam.

Minggu, 1 Oktober 2023

Karena malam sudah berganti menjadi dini hari, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke tenda karena cuaca semakin dingin. Sayang banget aku gak well prepare untuk diriku sendiri. Sleeping bag yang kubawa tidak menahan angin, jadi rasanya bener-bener dingin banget walaupun udah pakai sarung tangan dan kaos kaki.  Tapi, justru itu, dingin merbabu itulah yang kurindukan. Sebab angin datang membawa sejuta kebahagiaan pada saat itu.

Waktu summit pun tiba, tapi tulang-tulangku berasa keram, akhirnya aku gak muncak. Bang epen dan Bang deby yang bawa anak-anak ke puncak.

Sementara aku lanjut tidur dan nyiapin makanan untuk mereka setiba dari puncak. Masak ayam goreng, sup, rendang instant, dan masih banyak lagi.

Waaaah ini pencapaian terbaikku selama di gunung, bisa masak masakan enak buat orang-orang yang ada di momen terbaikku di Merbabu.

Setelah semuanya pada turun dari puncak, langsung deh pada menyantap makanan kemudian dilanjutkan dengan bercengkrama dan beberes-beres untuk persiapan turun.

Ah aku gatau lagi gimana nulis pengalaman ini, rasanya ini adalah pertama kalinya aku ngerasa happy lagi, semangat lagi, dan excited lagi pada sesuatu. Aku akhirnya turun dari merbabu dan lagi-lagi membawa rombongan pertamaaa turun.

Sayang aku tidak pandai dalam turun gunung wkwkwkwk karena trek turun begitu menakutkan buat aku, aku jatoh beberapa kali di jalur dari sabana 1 menuju pos 3.  Kakiku cedera. Lalu aku ditolong beberapa pendaki lain karena para peserta udah turun.

Sesampainya di Pos 3, beberapa peseraku sudah menyiapkan matras dan porter membantuku mengurut kakiku yang cedera. Steven lari dari atas karena aku sempet lapor lewat HT. Partnerku yang 1 ini memang agak lain dari yang lain, itulah kenapa aku mempercayai pendakian yang kuimpikan ini bersama dia. Karena ku tau, apapun yang dilakukannya, pasti selalu berhasil.

Setelah kakiku diobatin, Steven memintaku untuk mengganti jalur melewati gancik agar bisa nyambung naik ojek. Akhirnya aku nurut deh. Eitss tapi sebelum pulang, aku mengabadikan momen dulu bersama partnerku itu karena kita gak punya foto di puncak dan gak punya foto bareng pas nanjak hahahaa,

 

Horaaaay akhirnya, aku sampe di basecamp dan beberapa pesertaku sudah rapi dan udah beresss. Aku masih nunggu Steven dan Bang Deby sampe di basecamp nih. Sesampainya mereka, kita mengurus administrasi. Lalu bergegas pulang kembali ke Jakarta dengan hati yang bahagia.

Terimakasih Steven. Merbabu adalah wish ulangtahunku dari tahun 2016 tapi sayangnya tidak pernah tersampaikan. Tapi kali ini, dengan perencanaan selama 2 bulan setelah turun dari papandayan,  semuanya terlaksana dengan baik, denganmu aku merasa mimpiku bukan lagi sebuah ketidakmungkinan. Karena abang membuatku percaya bahwa aku bisa. Terimakasih juga untuk segala kenangan yang indah, karena kehangatan dan bantuanmu mungkin tidak akan ada lagi.

Merbabu full of happiness.. Mission succesfully

 

Hits: 53

fairytalekiky

Menulis adalah caraku melukiskan pikiran, perasaan, serta gairah jiwa.
Dan tulisan-tulisan inilah yang akan menandakan bahwa aku pernah ada dan melintas di bumi ini.

Baca Artikel Lainnya