Review

The Greatest Showman, Film Musikal Yang Menginspirasi

The Greatest Showman adalah film yang bergenre Drama Histori Musikal dan ada Sentuhan Roman,  85% penyampaian dalam film ini melalui lagu. Bagi kalian yang sedang penat dengan film – film yang terlalu menegangkan atau pun membuat kalian berfikir, film The Greatest Showman ini cocok untuk kalian tonton.

Film ini terinspirasi oleh kisah penciptaan PT Barnum tentang Barnum & Bailey Circus dan kehidupan atraksi bintangnya. Film ini disutradai oleh Michael Grace yang ditulis oleh Jenny Bicks dan Bill Condon dan dibintangi oleh Hugh Jackman, Zac Efron, Michelle Williams, Rebecca Ferguson, dan Zendaya. Di rilis pada tanggal 20 Desember 2017 ini berhasil membuat tontonan yang memukau dan di kemasan dengan ciamik !

The Greatest Showman ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Phineas Taylor Barnum (Hugh Jackman) anak dari seorang penjahit miskin yang jatuh hati dengan seorang anak perempuan bernama Charity (Michelle Williams) dari keluarga Hallent. Hingga suatu ketika Charity harus sekolah dan Barnum meyakinkan Charity bahwa mereka tidak akan berpisah.

Barnum membuat janji kepada Charity akan memberikan kehidupan yang layak untuk masa depan keluarga kecil mereka. Mereka hidup sederhana dengan rendah hati, meskipun Charity bahagia tetapi Barnum lebih banyak bermimpi dan memiliki ambisi yang sangat besar.

Barnum dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai di sebuah perusahaan pelayaran setelah perusahaan tersebut bangkrut. Dengan mengambil taruhan yang berisiko, dia mengeluarkan pinjaman besar dari bank, menipu bank tersebut untuk menerima kapal bekas perusahaannya yang hilang sebagai jaminan. Dia menggunakan pinjaman ini untuk membeli Barnum’s American Museum di pusat kota Manhattan, sebuah atraksi yang menampilkan berbagai model lilin.

Awalnya, penjualannya lambat, atas saran anak-anaknya untuk menunjukkan sesuatu yang “hidup”, dia mencari “orang-orang aneh” untuk berperan sebagai artis museumnya. Usaha demi usaha di lakukan Barnum untuk membuatkan pertujukan sirkus yang terbaik. Proses memang tidak akan pernah mengkhianati hasil. Sampai pada suatu pertemuan, Barnum bertemu dengan Phillip Carlyle ( Zack Efron) yang berasal dari orang kalangan atas dan mereka membuat suatu kesepakatan kerjasama. Melalui koneksi Phillip, Barnum berhasil mengepakan sayapnya di seluruh Eropa dan Amerika melalui pertunjukan Jenny Lind (Rebecca Ferguson)  penyanyi asal Swedia tersebut.

Kesuksesan sudah di tangan Barnum tapi ada hal yang dia lupakan yaitu untuk apa dia melakukan ini semua? Melupakan pentingnya keluarga demi membuktikan kepada dunia siapa Barnum? Dan Barnum melupakan Tim Sirkus yang telah dia bentuk di awal masa karirnya. Seperti yang kita tahu kekayaan dan terkenal memang mudah membuat orang terlena oleh kesombongan dan sikap tidak cepat puas. Itulah yang Barnum alami.

Tapi semua tidak berjalan mulus begitu saja. Saat tour, Lind mulai jatuh cinta pada Barnum, tapi ketika dia menolak kemajuannya, dia membatalkan tour dan menciumnya di akhir pertunjukan terakhirnya, yang difoto oleh pers. Barnum kembali ke rumah dan dia menemukan sirkusnya terbakar karena pertengkaran antara para pemrotes dan rombongan. Dalam kekacauan, tidak hanya itu setelah kekacauan itu berakhir, berita tentang Barnum dan Jenny Lind mulai tersebar di seluruh pelosok melalui surat kabar. Cahrity mengetahui hal tersebut dan memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya bersama kedua anak Barnum karena rumah mereka disita oleh bank atas kebangkrutan yang alami Barnum.

“Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula” itu yang dirasakan oleh Barnum.

The Greatest Showman Hugh Jackman (center) 

Beruntung, Barnum memiliki Tim Sirkus yang rendah hati, mereka memutuskan untuk tidak meninggalkan Barnum melainkan membantu Barnum untuk bangkit dan memulai lagi dari awal. Mulai saat itu, Barnum berusaha bangkit dengan mencari pinjaman untuk membangun kembali gedung yang sudah hangus terbakar namun di tolak oleh semua bank. Ketika Barnum sudah putus asa karena tidak mendapatkan pinjaman dari bank, Philip bersedia meminjamkan uangnya yang di dapat selama bekerjasama dengan Barnum dengan persyaratan pembagian hasil 50-50 dari hasil. Tanpa pikir panjang Barnum dan Philip pun sepakat.

Pertunjukan demi pertunjukan mereka jalani, Barnum berhasil bangkit lagi dari keterpurukan yang telah dilaluinya tentu saja berkat bantuan Tim Sirkusnya. Barnum adalah sosok yang Cerdas dan ambisius, Barnum paham bagaimana pentingnya untuk menampilkan sebuah show yang bisa menyentuh para penonton. Dia tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dia ‘jual’, dan cara mengemasnya.

Setelah panjang proses bangkitnya Barnum, Barnum memutuskan untuk menjemput kembali Keluarga kecilnya. Kisah cinta Phillip dengan Anne ( Zendaya ) juga ikut  mewarnai kisah roman dalam film The Greatest Showman ini.

Well, seperti yang sudah saya tuliskan di atas, bahwa film The Greatest Showman ini 85% penyampaiannya melalui lagu, jadi jangan heran sehabis nonton film ini, kamu akan ketagihan dengan soundtrack-soundtrack filmnya ya!

Dari semua Soundtarck film ini , menurut saya ada salah satu lirik lagu dari Ziv Zaifman – A million Dreams yang cukup mewakili film The Greatest Showman ini “We can live in a world that we can design.” “Kita bisa hidup di dunia yang kita design.”

Karena Barnum membuktikan bahwa dia bisa mewujudkan segala hal yang telah dia design dan percayai dalam hidupnya walaupun semua orang meremehkan dan meragukannya. Tapi Barnum berhasil !

Well, ga cuma itu. Film The Greatest Showman ini juga mengajarkan banyak hal, diantaranya tentang Cinta, Kepercayaan, Mimpi, Usaha, Kerja Keras, Keluarga, Persahabatan dan Team Work yang baik. Semua itu adalah satu kesatuan yang sangat berhubungan erat dalam kehidupan.

Jadi bagaimana denganmu? Apa kamu percaya ?

 
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *