Alam & TamanPantaiPulau

Pantai Ora, Serpihan Surga Di Maluku

Hallo para Travellas, bagi kamu yang suka banget main di air asin eh maksudnya pantai ya bukan air garem yang dilarutin ke air panas hahahaha.

Jangan lupa masukin Pantai Ora ke dalam Bucketlist kamu. Pantai Ora merupakan salah satu tujuan wisata alam di Maluku yang telah menarik banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Pantai Ora dan desa Sawai pun setiap tahunnya dapat menyedot sekitar 500 wisatawan dari dalam dan luar negeri (2013).

Buat kalian yang belum tau lokasi Pantai Ora, pantai ini terletak di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah. Seram adalah pulau terbesar di provinsi Maluku. Provinsi Maluku terletak di antara pulau-pulau Sulawesi dan Papua yang lebih besar. Lokasi geografis Seram di tengah-tengah beberapa lempeng tektonik. Sebuah pegunungan memanjang di pulau, gunung tertinggi, Gunung Binaya yang memilik puncak lebih dari 3.000 mdpl.

Pulau ini tertutup terutama di hutan hujan tropis yang lebat, berbatasan di satu sisi oleh tebing yang menjulang dan lainnya dengan pantai berpasir putih, dan akhirnya dikelilingi oleh laut biru jernih. Gak heran kalau Pantai Ora ini seringkali disandingkan dengan keindahan pantai di Maladewa, Pantai Boracay di Filipina atau Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik serta Maldives loh!

Pantai Ora, Seram Utara, Maluku

Buat kalian para travellas yang dari luar Maluku untuk mencapai Pantai Ora terutama dari Jakarta, perjalanan udara dilakukan menuju Kota Ambon. Dari kota Ambon, pintu menuju Pantai Ora adalah Pelabuhan Hulnara, Tuleho. Di Pelabuhan Tuleho ini terdapat ferry dengan kapasitas penumpang 350 kursi menuju pelabuhan Amahai. Pulau Seram dengan jadwal 2 (dua) kali pada setiap harinya. Tuleho – Amahai pukul 09.00 dan 16.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu hanya satu kali perjalanan pukul 11.00. Untuk jadwal kembali Amahai – Tuleho, pukul 08.00 dan 14.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu 15.00.

Dari Pelabuhan Amahai hingga saat ini belum ada transportasi umum menuju pelabuhan Desa Saleman yang menghubungkan dengan Pantai Ora. Alternatif transportasi darat dari Pelabuhan Amahai menuju desa Saleman adalah melalui trans Seram (sewa kendaraan). Waktu tempuh perjalananan Amahai – Desa Saleman melalui Trans Seram sekitar 2,5 jam dengan menyusuri wilayah kota Masohi dan wilayah Teon, Nila dan Serua (TNS) serta melewati liku-liku jalur pegunungan yang indah dan wilayah Taman Nasional Manusela. Setelah mencapai pelabuhan Desa Saleman, perahu bermesin kecil sekitar 15 menit akan mengantarkan kalian menuju Serpihan Surga di Maluku yaitu Pantai Ora.

Jauh? Pasti! Capek? Pasti! Mahal? Relatif. Tapi apapun itu, setelah kalian sampai di Pantai Ora semua itu akan hilang bak di hempas angin sepoi-sepoi yang menyambut kalian di Pantai Ora dan kalian akan langsung disuguhi dengan hamparan lautan dengan pasir putih di tepiannya yang menyejukkan mata. Selain itu, Anda juga akan melihat bukit-bukit hijau dengan tebing yang tinggi dan rumah-rumah panggung kecil yang terbuat dari kayu dan beratap jerami berada di tepian pantai menjorok ke laut yang menambah suasana alami di tempat ini. Tenang dan damai, itulah kesan yang akan Anda peroleh pertama kali ketika menginjakkan kaki di sini.

Photo by : Piknik Asik

Pantai Ora memiliki karakteristik pantai yang berpasir putih dengan air yang sangat jernih dan tenang dengan kekayaan terumbu karang yang berwarna-warni, dengan banyak ikan dan biota laut lainnya yang hidup di dalamnya. Kalian tidak perlu menyelam terlalu dalam, bahkan di kedalaman 2-3 meter pun, kecantikan dan keindahan berbagai terumbu karang dan ikan kecil dapat dinikmati di bawah laut Pantai Ora.

Kegiatan hopping island juga tidak boleh dilewatkan, kalian hanya memerlukan waktu 30menit untuk mengelilingi beberapa pulau kecil di Teluk Saleman dengan menggunakan perahu. Ada Pulau Sawai, Pulau Raja, Pulau Kelelawar, Pulau Tujuh, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa. Kalian juga dapat melihat Air Belanda (dinamakan Air Belanda karena dulu Belanda menemukan sumber mata air di tepi pantai yang airnya dingin dan rasanya tawar), yaitu sebuah sungai kecil yang mengalir dari gunung dan bermuara di pantai Teluk Saleman.

Photo by Dedi Fadillah
Photo by Pojok Sudiro

Pulau Ora tidak hanya menyuguhkan keindahan bawah lautnya saja loh ! Kalian juga dapat Berkunjung ke Taman Nasional Manusela yang terletak persis di belakang Ora Beach Resort. Di Taman Nasional Manusela ini terdapat sekitar 117 spesies burung, di mana 14 di antaranya merupakan spesies endemik, seperti nuri bayan, kasturi tengkuk-ungu, raja udang, dan kakatua Maluku. Kalian juga dapat menggunakan perahu bermotor atau kapal nelayan untuk menikmati pemandangan di sekitar Taman Nasional Manusela.

Bukan hanya itu, di Pantai Ora kalian juga akan disuguhkan Sunset, Sunrise serta Mikyway yang ciamik banget ! Suasana yang Romantis, damai dan tenang cocok banget buat quality time dengan pasangan, keluarga atau bahkan sendiri. Pemandangan Pantai Ora yang menakjubkan dengan adanya suara percikan air di pantai dan angin sepoi-sepoi yang membuat suatu keserasian yang sempurna !

Suasana Malam Hari di Pantai Ora. Phoyo By Dedi fadillah
Photo by Dedi fadillah

Sudah jauh – jauh ke Pantai Ora , sayang sekali jika tidak menginap! Ada beberapa pilihan akomodasi yang bisa disesuaikan dengan budget dan sisi adventurous kalian !

Pantai ora memiliki resort yang mengambang di atas pantai dengan berbagai variasi harga. Sementara di desa sawai terdapat pendopok wisata yang berada di antara pemukiman warga yang juga terapung di pantai dan jika kamu datang ramai – ramai bersama teman, kalian juga membawa perlengkapan berkemah dan camping di daerah Sungai Belanda di sekitar pantai ini yang lokasinya dekat dengan tebing.

Ora Beach Resort, Photo by Dedi Fadillah
Photo by Dedi Fadillah

Buat kalian para travellas, jangan lupa bawa keperluan yang dibutuhkan, terutama kamera untuk mengabadikan keindahan Pantai Ora yang menakjubkan! Buat kalian yang ingin menikmati keindahan bawah laut Pantai Ora jangan sampai merusak koral – koral yang ada di sana ya. Lebih bijaklah dalam menggunakan fin !

Enjoy Your Journey Travellas !

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *