KulinerReview

Tenggo! Food Street Rawamangun, Restoran Kekinian Berkonsep Jungkir Balik

Foto by dokumentasi pribadi

Hai kamu pecinta kuliner yang hobbynya kongkow bareng temen. Ada lagi nih tempat nongkrong yang cozy dan kekinian banget. Bernama Tenggo Food Street.

By the way, beberapa minggu lalu saya bersama beberapa teman sempat berkunjung ke cabang yang ada di Rawamangun, Jakarta Timur. Yang beralamat di Jl.Balap Sepeda No.8 seberang Veledrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Tepatnya di sebelah Restoran Celcius.

Tenggo Food Street cabang Rawamangun ini sebetulnya sudah di buka sejak awal tahun 2017 lalu. Dengan jam operasional pukul 11.00 WIB s/d pukul 01.00 WIB. Dan menawarkan konsep yang cukup unik berupa arsitektur yang klasik dan jungkir balik. Seperti bangku dan meja yang terbuat dari kayu, lampu sate segitiga jadul yang digantung diatas, sepeda dan kaleng kerupuku yang digantung di langit-langit restoran, sampai bilik kasir yang terbuat dari bambu.

Sumber Foto : Ig @tenggo_foodstreet_rawamangun

Untuk makanan dan minumannya, Tenggo Food Street menyuguhkan menu yang cukup variatif. Dengan kisaran harga Rp10.000 s/d Rp50.000. Adapun menunya terdiri dari makanan khas Indonesia, Western, Cemilan, Indomie, dan aneka minuman seperti es kelapa, aneka jus hingga milkshake. Dapurnya pun cukup unik. Dimana masing-masing jenis makanan memiliki dapur tersendiri yang berjejer seperti tenant-tenant.

Foto by dokumentasi pribadi

Saya sendiri kemarin memesan menu berupa Choco Monster Ice Cream, sedangkan beberapa teman saya memesan menu Soto Ambengan, Chicken Cordon Blew dan Nasi Goreng Kambing. Choco Monster Ice Cream yang saya pesan pun memiliki rasa yang cukup lezat yaitu berupa silky puding coklat dibagian bawah, dicampur potongan cincau, ditambah bubble-bubble manis yang agak kenyal dengan topping choco cips, choco crunch, dan di siram dengan kuah susu coklat. Dibagian paling atas kemudian diletakkan beberapa scoop ice cream rasa coklat dan taburan bubuk milo yang terlihat menarik dan cukup menggugah selera.

Foto by dokumentasi pribadi

Nah yang paling unik dari restoran satu ini, Tenggo Food Street cabang Rawamangun menyediakan ruangan untuk berfoto dengan dekorasi terbalik yaitu berupa meja dan kursi yang menempel di langit-langit, vas bunga dan bingkai foto yang juga menempel di tembok bagian bawah sehingga ketika mengambil foto terkesan bahwa kita sedang berdiri di langit-langit rumah. Waaah, kekinian banget yah. Saya pun tak ketinggalan untuk mengambil foto di ruangan unik tersebut.

Foto by dokumentasi pribadi

Menariknya lagi, Tenggo Food Street menyediakan compliment untuk customer yang berulang tahun dihari itu. Dimana kita bisa request ke pelayannya untuk diberikan surprise ketika ada teman kita yang berulang tahun. Secara otomatis, lampu restoran akan mati dan memutarkan lagu Selamat Ulang Tahun-nya Jamrud saat kita memberi isyarat. So, saya pikir restoran ini cocok untuk kamu yang berencana memberikan surprise ulang tahun untuk teman-teman terbaikmu. Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi bisa di telp ke nomor ini  (021) 22471165.

Sumber Foto : Ig @tenggo_foodstreet_rawamangun

Mencicipi makanannya sudah, mengambil foto di ruangan uniknya pun sudah. Overall, restoran ini saya anggap cukup asik untuk dijadikan tempat nongkrong sepulang kuliah ataupun sekedar mampir mengisi perut. Selain karena pelayanannya yang cepat, Tenggo Food Street Rawamangun juga di lengkapi dengan lahan parkir yang cukup luas, wastafel di setiap selasar serta toilet pria dan wanita yang terpisah hingga stop kontak disetiap meja.

Tags

Rizky Amalia

Perkenalkan! Aku adalah salah satu dari tetesan benih yang jatuh ke Bumi. Perlahan menjelma menjadi seorang Accounting & Tax yang tersasar dijalur sastra dan sekarang tengah asik mengexplore indahnya Indonesia lewat goresan pena. Saat ini sedang mengejar target untuk bisa mendaki seluruh gunung di Tanah Air sebelum menikah. Serta sedang bermimpi menapaki gagahnya Carstensz Pyramid, titik tertinggi Tanah Air Indonesia. Aku cinta menulis. Sebagaimana menulis adalah caraku melukiskan pikiran, perasaaan, serta gairah jiwa. Dan tulisan-tulisan itulah yang akan menandakan bahwa aku pernah ada dan melintas di Bumi ini sampai aku menghilang menjadi setitik debu di birunya semesta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close