Kuliner

Sensasi Es Krim “Tradisional” Ragusa Es Italia

Membicarakan makanan memang tidak ada habisnya. Salah satu tempat yang mesti dikunjungi pencinta kuliner adalah Ragusa Es Krim Italia yang terletak di Jalan Veteran I Nomor 20 Jakarta atau di sebelah Masjid Istiqlal Jakarta. Suasana tempo dulu langsung terasa ketika masuk ke Toko Es krim, Kursi rotan dan meja kayu yang diatur memanjang, foto-foto hitam putih, kipas angin di langit-langit, dan mesih hitung yang sudah digunakan sejak  1947, melengkapi suasana ”kuno” di Ragusa.

eksrim ragusa

Es krim Ragusa ini tidak menggunakan bahan bahan pengawet dalam pengolahan es  krimnya sejak tahun 1932, sehingga pada saat disajikan dalam waktu tak lama air sudah menggenang di mangkok es krim, maka buru buru lah untuk menyantapnya sebelum cair.

Ragusa Es Krim Italia

Mesin Pembuatan Es Krim

Dengan range harga Rp. 15.000 hinggal Rp. 30.000 untuk bermacam macam es krim  bolehlah dicoba. Pilihan menunya pun sangat beragam, ada Banana Split, Special Mix, Spaghetti Ice Cream, Cassata Siciliana, Tutti Frutti, Chocolate Sundae, Lemon Ice, Cola Float, dan Nougat. Selain menikmati es krim ini, kita juga bisa memesan makanan lain yang di jual di depan rumah es krim ini seperti otak otak, sate atau empek empek yang dijual di sampingnya sambil di suguhi pengamen bersuara merdu yang melantunkan tembang tembang tempo dulu asik banget.

ragusa menu

Tampilan Menu Es Krim Ragusa

Fakta Unik (sumber by wikipedia)

Ragusa merupakan nama distrik di Italia. Pada tahun 1930 datanglah  dua orang berkebangsaan Italia bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Mereka datang ke Batavia untuk belajar menjahit di daerah Jakarta Pusat. Setelah lulus, kedua bersaudara tersebut pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang wanita Eropa yang memiliki peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigie dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disukai. Dengan dibantu oleh tiga orang saudara laki-laki lainnya membangun toko es krim Ragusa pertama di Jalan Pos (sekarang Jalan Naripan), Bandung Dalam menjalankan usahanya, Ragusa dibantu oleh Jo Giok Siaw (Yo Giok Siang), seorang teman di sekolah menjahit.

Luigie dan Vincenzo mulai menjual es krim mereka di Pasar Gambir, Jakarta Fair sejak tahun 1932. Namun karena tempat tersebut hanya ramai setahun sekali, mereka membuka kafe di Citadelweg (sekarang Jalan Veteran I no. 10), Jakarta Pusat pada tahun 1947. Pada tahun 1945-1972, penjualan es krim ini sempat menurun karena banyaknya pelanggan warga negara asing yang pulang ke negaranya. Setelah periode tersebut, penjualan es krim baru mulai meningkat dan stabil kembali.

Ragusa sempat memiliki 20 toko es krim di Jakarta, namun akibat kerusuhan tahun 1998, banyak toko mereka yang dirusak dan dibakar. Pada tahun 2011, hanya tiga toko Ragusa yang tersisa di Jakarta. Dari ketiga restoran tersebut, hanya Ragusa Duta Merlin yang menjual berbagai macam masakan Eropa, Indonesia, dan Cina.

 

 

Tags

BerlianSelig

Jangan biarkan dunia merubahmu tapi berusahalah dunia yg mengubah kita

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close