Quality Time

Quality Time BPJ 18 Tentang Rock Climbing

Halo backpacker, pada kesempatan quality time RT 18 hari kamis lalu, Bima Mukti salah satu member Backpacker Jakarta RT 18 memaparkan tentang Rock Cilmbing. Bima aktif di FPTI atau Federasi Panjat Tebing Indonesia. Yuk kita simak pemaparannya!

Climbing itu terbagi 2 yaitu rock climbing dan sport climbing. Rock climbing merupakan salah satu bagian dari kegiatan Mountaineering yang paling penting, yang sangat memerlukan kecakapan mendaki tebing batu yang terjal, kemampuan dalam menganalisa yang tinggi, mental baja , serta ketahanan fisik.

Rock Climbing 4

Secara etimologis rock climbing terdiri dari dua kata yaitu rock dan climbing. Rock berarti batuan dan climbing berarti pemanjatan. Jadi rock climbing yaitu teknik memanjat tebing batu dengan memanfaatkan cacat batuan, baik tonjolan maupun rekahan yang mempunyai kemiringan tebing lebih dari 70 derajat. Sedangkan sport climbing penjelasannya pun sama, hanya  dia mempunyai tujuan yg berbeda yaitu dengan tujuan menciptakan pemanjat indonesia yang mampu berprestasi baik ditingkat Nasional maupun Internasional. Dikarenakan mencari prestasi, pemanjatan nya pun berbeda dalam sarana yang di panjat. Sarana yang dipakai  rock climbing yaitu selalu langsung bersentuhan dengan tebing asli sedangkan sport climbing medianya yaitu wall climbing.

Rock Climbing 3

Wall climbing  ini di bagi beberapa kategori antara lain lead atau difficult, boulder, speed. Speed terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu speed clasic, speed track, speed word racord.

Bagaimana awalnya Bima bisa menekuni olahraga  climbing ini? Ketika masih duduk di bangku sekolah SMK, saat itu Bima diajak oleh salah satu pengurus FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) untuk mengikuti latian climbing. Melihat kesempatan itu, Bima kemudian ikut latihan karena ajakan orang FPTI tersebut. Latihannya ada di Karawang, yang lokasinya jauh dari kampung halamannya. Hal itulah yang membuat Bima tambah semangat.

Bingung, adalah satu hal yang harus dia hadapi saat tiba di Karawang karena tempat yang dibilang untuk latihan itu sangat ramai. Ternyata di Karawang tersebut  dilaksanakan perlombaan kualifikasi Porda. Jauh sekali dari bayangan Bima yang dikira untuk latihan. Wah.. seru dan tertantang nih. Hasil yang didapatkan dari perlombaan climbing pertama bagi bima adalah peringkat 2 dari bawah dari 36 peserta. Merasa kecewa dengan hasil yang didapatkan akhirnya Bima lebih menekuni belajar climbing.

Rock Climbing

Bagi Bima climbing itu sangat menyenangkan meskipun kegiatannya sangat berbahaya. Berbekal kelengkapan  peralatan safety akan menunjang  perlindungan diri dan yang harus selalu diingat adalah meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa karna dialah yang Maha tahu dari segalanya. Pesan Bima untuk semua Backpacker, bagi yang mau ikut atau latian memanjat tidak usah takut lagi, asalkan kita mempunyai keinginan dan semangat yg tinggi . Karena semangat adalah harga mati, tuturnya.

Setelah pemaparan singkat, dibuka sesi tanya jawab oleh moderator, Alka. Beberapa list dibawah ini merupakan hasil tanya jawab QT tentang rock climbing.

 Tebing mana yang sudah pernah di panjat? (Imam)

Alhamdulillah kebanyakan saya manjat di tebing 125 Cipatat,  Hawu tebing 48,  tebing 90 Parang, Sawarna, tebing Siung, Harau, Ciletuh, dll banyak dah. Tapi kebanyakan itu pemanjatan sport karna di Negara kita tuh susah buat cari tebing yang tinggi-tinggi. Oh iya, angka itu menunjukkan ketinggian.

 Kalo basic buat belajar climbing itu apa ? Terus kalo sama yang takut ketinggian gimana solusinya? (Desy)

Basic manjat bisa di lakukan dengan cara push up, full up, sit up, jogging karena jogging memang  dasar semua olahraga dan yang paling terpenting banyakin latihan manjatnya meskipun kita belum bisa apa-apa. Meskipun  dibilang pemula, kita harus terus berusaha memegang pegangan yang ada di sekitar kita yang mau kita panjat. Kalau masalah phobia itu kita liat dulu orang itu memang dia phobia bener apa memang dia karna takut saja, karna phobia dengan hanya takut saja itu sangat berbeda dengan phobia yang memang sudah susah buat di rubah. Misalnya kita hanya takut, ya semua orang juga berawal dari takut, tidak akan mungkin ada orang yang belum apa-apa langsung jago,  langsung bisa manjat, aneh rasanya. Pasti semua berawal dari keseringan latihannya, tetapi smua itu kembali lagi kepada niat kita apakah sungguh-sungguh atau tidak.

Berarti Om Bim sekarang ini bergabung dalam komunitas panjat tebing ya Om? Seberapa rutin intensitas latihan Om ? (Jeje)

Alhamdulillah saya masih ikut di Indonesia Climbing Expedition (ICE) dan aktif di FPTI juga. Nah kalau masalah latihan,  kalau bisa kita latihan tiap hari dalam 1 minggu, kasih rest 1 hari. Tapi ga usah bingung juga harus latian tiap hari karna kita latiHan tidak sehari full tapi hanya sekitar 30 menit atau 1 jam sudah cukup asal jangan kebanyakan ngerumpi, biasa nya lama itu karena rumpinya.

Rock Climbing 6

Latihan biasanya dimana sekitaran Jakarta Bim ? Wah boleh tuh ajak2 kalo latihan lagi (Herikis)

Saya biasa di ragunan., tapi tergantung juga kalo misalkan jenuh suka muter nyoba papan sana sini, biar tau karakter point juga dan wallnya seperti apa susahnya.

Ada pengalaman seru ga bang waktu lagi rock climbing ? Di tebing bisa nginep ya ? Itu  tidurnya gimana ya? (April)

Banyak kok kak serunya, banyak keindahan yang banyak orang yang belum tahu menginap di tebing itu seperti apa, keindahan ketika kita memanjat, sama seperti mendaki gunung banyak keindahan yang kita dapat tetapi kalo kita mendaki sambil memanjat itu rasanya seperti sangat menantang karna tidak semua orng bisa harus ada pelatihan khusus. Coba tanya yang sudah pernah ke tebing parang purwakarta jalur ferata seperti apa indahnya. Itu baru ferata coba kalo manjat melalui jalur tower 1 nya itu lebih nyos rasanya mempunyai kepuasan tersendiri. Memanjat itu sangat menyenangkan. Iya pastinya bisalah ada tenda yang khusus buat tidur digantung di atas ketinggian ada juga yang pakai podium, banyak deh.

Di ragunan les nya bayar brapa bang? (Den Alfan)

Waduh kalau masalah perbayar itu tergantung kitanya. Kalau misalkan mau les manjat ada yang ngajarinnya, kalo mau belajar sama saya tinggal datang aja kita latihan bareng-bareng, jujur kalo saya ga pernah namanya hobi dikomersilkan. Selagi kita masih bisa berbagi kenapa tidak.

Kalau climbing itu sebetulnya bertumpuan pada kekuatan apa sih? (Desy)

Cukup gampang kak, memanjat itu bertumpuan pada 70% kaki 30% nya tangan atau bisa kurang dari 70% tetapi tidak melebihi %nan tangan, kenapa sperti itu? Memang kalo diliat selewat tidak masuk akal tetapi kalau dimengerti itu sangat masuk akal sekali, karena kemungkinan tenaga kakipun lebih besar di banding tangan.

Bang Bim, bagi kita yang awam kan kadang kalau liat wall climb yang ada di kampus-kampus atau tempat olahraga pasti ada pengamannya,  nah kalau kaya yang tebing-tebing yang ga ada pengamannya atau ga ada besi yang kaya ferata, kita pakai apa buat safety diri kita? Terus ada ga kelas dan grade dalam panjang tebing? Misalnya yang pake pengaman yang diferata? (Fahmi)

Kalau wall itu sudah di sertai hanger, hanger itu semacam besi bulat di pergunakan untuk mengaitkan karabiner untuk pengaman kita juga, nah kalau di tebing kita bisa menempelkan hanger tersebut dengan membawa alat yaitu handrill atau bor tangan tapi itu membutuh kan wktu yg lumayan lama untuk melubangi dinding tebing karna dia bersifat manual jadi kalo kita biasa nya suka membawa bor cas yg untuk bor beton seperti itu bang biar cepat.

Rock Climbing 5

Nah kalau di luar negri seperti di US ada sebuah tebing yang tidak boleh dirusak, di bor atau di palu karna dia di lindungi. Ketika memanjatnya kita harus memerlukan alat panjat yang lain seperti calk fren calk ston dll, banyak macam nya. Kalau grade ferata itu memang tempat wisata jadi cocok buat pemula. Kalau buat pemanjat lanjutan dia nanti memulai dari pemanjatan grad 5.7. Setelah itu lanjut 5.8 , 5.9, 5.10-5.14, tapi 5,10-5.14 itu sudah jarang karena memang jalur itu sudah sangat sulit butuh tenaga extra.

Nah itu tadi pemaparan dan tanya jawab dengan narasumber QT RT 18, kamis lalu. Semoga bermanfaat ya guys ilmunya. Selebihnya bisa tanya jawab langsung sama narasumbernya, Bima Mukti, sebab QT harus berakhir sebelum tengah malam agar bisa memberikan jatah istirahat buat fisik kita. Semoga bisa berjumpa pada QT selanjutnya ^^

Narasumber : Bima Mukti
Moderator : Alka
Notulen : Vita

Show More

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *