Seputar TravellingTips Travelling

Pertolongan Pertama Mengatasi Hipotermia ala Backpacker Jakarta

Foto by huffingtonpost

Lagi-lagi di jaman now ini banyak penikmat alam berburu foto-foto bagus digunung, tapi mereka tak memahami basic survival, salah satunya yang paling sering terjadi adalah hipotemia.

Hipotermia merupakan kondisi dimana mekanisme tubuh mengalami drop dan kesulitan saat upaya pengaturan suhu tubuh dalam mengatasi tekanan suhu dingin disekitarnya. Selain itu terjadi nya penurunan kekuatan fisik serta mental, berfikir serta mengalami gemetar, susah bicara dan kram bahkan pingsan yang disebabkan karena pembekuan anggota tubuh.

Hipotermia sendiri pada dasarnya adalah situasi di mana temperatur tubuh manusia menurun secara drastis. Bila suhu normal tubuh seseorang berada pada kisaran 35-36 derajat Celsius, maka tiba-tiba orang tersebut akan memiliki suhu di bawah itu. Banyak orang kemudian juga ingin tahu apa yang menjadi penyebab hipotermia atau setidaknya faktor risikonya.

Hipotermia lebih sering menyerang anak-anak ataupun orang tua, namun hipotermia banyak menyerang orang yang masih muda karena kegiatan naik gunung dan camping di ketinggian menjadi trend saat ini, kegiatan tersebut menjadi kegiatan yang dianggap simple menurut kebanyakan orang, namun masih banyak dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana pertolongan pertama pada orang yang terkena hipotermia.

Foto by NanjakGunung

Keadaan yang tidak boleh dilakukan:
1. Jangan hangatkan tubuh dengan diberi botol yang diisi air hangat, kerena itu akan merusak jaringan.
2. Jangan beri minuman alkohol.
3. Jangan sekali-sekali usap / mengosok tubuh penderita hipotermia karena muggkin berakibat pada komplikasi pada jantung.

Pertolongan Pertama yang dilakukan untuk orang yang terkena hipotermia:
1. Buat tenang terlebih dahulu seorang yang terkena hipotermia.
2. Bersihkan bagian tubuh yang basah dan ganti dengan baju yang hangat dan beri selimut yang hangat.
3. Awasi denyut jantung orang yang terkena hipotermia dan lakukan pompa jantung jika orang tersebut mengalami kehilangan kesadaran.
4. Letakkan ditempat tertutup.
5. Jika yang terkena adalah jari letakan pada ketiak agar lebih cepat hangat.
6. Pakaikan penutup kepala jika ada.
7. Beri makanan seperti coklat untuk membantu proses penghangatan tubuh.
8. Ganti baju basah, dengan baju kering.
9. Berikan minuman hangat.
10. Berikan makanan berkalori tinggi.
11. Ajak bergerak.
12. Buatlah api unggun di sekitar camp

Apabila penderita hiportemia dalam keadaan tidak sadar bisa dilakukan hal berikut:
1. Ganti baju basah, perlahan
Pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering. Ingat harus hati-hati dan perlahan.
2. Masukkan kedalam sleeping bag
Selanjutnya, jika sudah diganti dengan baju yang kering kemudian masukkan penderita kedalam sleeping bag dan lapisi dengan lapisan yang hangat, seperti jaket dan juga selimut
3. Buka bajunya peluk tubuhnya. Kulit ketemu kulit
Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.
4. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri
Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara. sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri
Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti point diatas “penanganan saat penderita dalam kondisi sadarkan diri”

Usaha terakhir anda bisa membuat api unggun di sekitar guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.

Author: @arifkutiah
Editor: @febe_shinta
Tags

febeshinta

Hi, I'm Febe Sinta Franciska, author of www.febeshinta.com and also www.backpackerjakarta.com; Besides that, I like writing and photography. So, I can share my experience and capturing a perfect moment as long as I travel. If you want to know my daily activities and where I am going, just follow my Instagram @febe_shinta Please enjoy both of this website with a cup of coffee or tea! Happy reading! Me love you all :)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *