GunungLiputan Trip

Liputan Trip Gunung Bongkok Part #14

"Perjalanan untuk Melupakan"

Purwakarta Istimewa! Yap, seperti kalimat jargonnya, kabupaten Purwakarta selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak lekang oleh waktu, tempat yang memiliki air mancur Sri Baduga ini menjadi andil dalam perjalanan Backpacker Jakarta.

Lagi, lagi dan lagi tak pernah bosan BPJ mengadakan pendakian bersama ke Gunung Bongkok. Salah satu gunung yang disebut Bongpalem ini selalu menarik minat para pendaki kece yang ingin mencicipi indahnya ciptaan Tuhan. Tak butuh waktu lama, trip yang di koordinir oleh Bang Cahya dan Bang Rangga langsung diserbu dan sold out… Wow keren!

Kali ini pendakian gunung Bongkok diadakaan pada tanggal 13-14 juli 2019 yang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari member dan non-member BPJ. Selain keindahan dan pengalaman, sharecost Gunung Bongkok juga menjadi salah satu yang diperhitungkan, Rp107.137 untuk member dan Rp 127.137 untuk non-member, murceee sekali guys.

Meeting poin di Stasiun Tanjung Priok

Sesuai itin acara, meeting poin perjalanan ini yaitu di Stasiun Tanjung Priok pukul 14.00 dan kereta berangkat pukul 15.00. Saya yang notabene orang yang slow sengaja datang lebih awal biar nggak kemrungsung. So, saya keluar dari pintu kamar kost an sekitar pukul 12.00 siang, saat itu cuaca memang sedang terik teriknya. Dari Tanjung Duren saya naik ojol ke Stasiun Duri, transit ke Stasiun Kampung Bandan, trus pindah krl ke Stasiun Tanjung Priok, dan benar seperti dugaan saya kereta ke Tanjung Priok lebih sedikit 20menit kemudian kereta baru datang.

Sesampai distasiun saya seperti orang hilang, kedua teman saya belum sampai dan saya hanya mainan hape saja.

Tidak lama menunggu kaka CP menginfokan kalau jadwal kereta ke Purwakarta berangkat pukul 16.30 sore, lama sekali tahu gitu saya berangkat dari kost jam 2 saja.

Long story short, perjalanan pun dimulai, semua canda tawa bercampur menjadi satu yang tadinya nggak kenal jadi kenal, yang tadinya udah kenal jadi tambah akrab, yang tadinya keingetan jadi mulai melupakan. Yap, Gunung Bongkok perjalanan untuk melupakan!

Wisata kuliner Purwakarta

Pukul 20.00 kereta sampai di stasiun purwakarta, memang istimewa keluar dari stasiun kami langsung disuguhkan hiburan rakyat, pasar kuliner dan lampu lampion yang tertata apik di sepanjang jalan. Tidak menunggu waktu lama, saya dan kedua teman saya langsung kalap alias laper mata. Semua jajanan tersedia tak perlu merogoh kocek besar karena harga makanan yang dijual pun bersahabat. Sate maranggi, yap kuliner khas Purwakarta ini menjadi sasaran utama saya. Harga per tusuk nya Rp2.000 sudah mampu menggoyang lidah anda. Selain makanan dan jajanan pinggir jalan, di sepanjang jalan juga tersedia kedai kopi salah satu yang terkenal adalah Stasiun Kopi.

Pukul 22.00 kami berkumpul dan foto bersama di gapura dengan latar belakang tulisan Air Mancur Sri Baduga dan lanjut jalan kaki menjemput truck yang sudah siap mengangkut orang-orang kece. 

Suatu keberuntungan saya diperbolehkan duduk di jok depan, nikmat sekali bisa tidur sepanjang jalan menuju basecamp, maafkan aku teman-teman.. Hihi

Tak terasa 3 jam pun berlalu dan sampailah kami di basecamp dan langsung beristirahat di warung-warung milik warga setempat. Untuk para pemula kalian tak perlu khawatir dengan persediaan logistik di warung kecil ini tersedia berbagai macam kebutuhan yang anda butuhkan, teh kopi susu hingga mie rebus pun siap menghangatkan anda.

Ready for trecking, Gunung Bongkok I’m coming!

Pukul 04.00 kakak CP mulai membangunkan peserta, saya yang kebo berusaha bangun, gosok gigi, dan bersiap untuk trecking.

Langit gelap, suara jangkrik, bau tanah basah dan udara dingin mengingatkan saya dengan seseorang. Sedikit demi sedikit memory tentang dia pun ter-display di otak saya, ah apa-apaan ini saya kan mau refreshing bukan galau-galauan. 

Treck Gunung Bongkok yang didominasi bebatuan sangat menantang adrenalin saya, gunung yang tak bisa disepelekan banyak tanjakan berbatu, dan kami harus menggunakan tali sebagai alat bantu. Apalagi saya yang tidak membawa headlamp dan senter harus meraba-raba bebatuan untuk pijakan.  Setiap menit kakak CP yang baik hati selalu memberi semangat dengan kelakuan yang bikin saya ketawa gemas. Semangat 15menit lagi sampai! Begitu katanya! Tapi dan tapi, dah 15 menit terus puncak nggak sampai-sampai.

Sabar bentar lagi sampai puncak, tuh pohonnya udah pendek-pendek! Ini yang bikin saya ketawa, teori mana yang mengatakan bahwa ukuran pohon yang pendek-pendek menandakan bahwa puncak gunung sudah dekat? Ada-ada saja.

Finally we arrived at the top of Gunung Bongkok, kabut lembut, angin sepoy-sepoy, cahaya merah di ufuk timur, membuat saya tak sabar mengabadikan moment ini. Ya puncak datar dengan latar belakang gunung parang membuat kami sibuk minta difotoin. Sekali dua kali jepret rasanya masih kurang. Beberapa peserta sibuk foto, ada yang bikin kopi bahkan ada yang bikin video youtube. Kalian memang keren!

Pukul 08.00 kami lanjut trecking ke puncak batu, namanya juga puncak batu ya isinya batu-batu gede semua. Dari puncak sini kalian bisa melihat indahnya alam purwakarta, waduk jatiluhur, perkebunan warga dan barisan pegunungan yang menyegarkan mata. Tak afdol rasanya jika tidak berfoto di batu tertinggi itu. Sayangnya saya tidak berani, antara takut ketinggian dan takut celana sobek lebih lebar. Ngomong-ngomong soal celana sobek, ini pengalaman yang kocak buat saya baru setengah perjalanan celana saya sobek dibagian belakang, huh memalukan!

Untung masih gelap dan nggak ada yang melihat saya tutupin pake jaket, aman lah ya. 

Tidak lama kira-kira setengah jam saya memutuskan untuk turun dari puncak bongkok, dengan seutas tali saya berusaha turun pelan-pelan takut karena trek nya curam dan kakak backup terus membantu saya, “percaya aja sama talinya, pasti bisa”.

Yee saya bisa, sepanjang perjalanan turun suasana semakin hangat semakin akrab, canda tawa terus menggema dibawah kolong langit Purwakarta yang tadinya cuma liat-liatan udah berani sapa-sapaan, ngobrol asik dan saya senang berkenalan dengan mereka.

” Aku pernah bergantung pada kamu yang selalu meremehkanku, hidup tanpa kamu tak menyurutkan nyaliku”

Pukul 09.00 kami sampai di basecamp, istirahat, dan bersiap kembali ke Stasiun Purwakarta karena truck pink sudah menunggu.

Di atas truck kami sudah lelah tapi setiap candaan peserta bikin semangat lagi, duduk berjejer berdesak-desakan bak anak kambing ada juga yang tetap berdiri. Strong sekali anda.

Pukul 13.00 kami sampai di Stasiun Purwakarta dan melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Terimakasih Backpacker Jakarta, sampai bertemu denganku lagi diperjalanan untuk melupakan selanjutnya.

Author: Rere member of backpackerjakarta #10
Editor: @febe_shinta
Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *