Keunikan Dan Keistimewaan Candi Gunung Kawi

Candi Gunung Kawi atau di kenal dengan Candi Tebing Kawi adalah salah satu situs purbakala yang di lindungi di bali. Candi ini terletak di sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar.

rentalmobilbali.net

Candi Gunung Kawi dibangun pada pertengahan abad ke-11 oleh Raja Marakata dan Raja Anak Wungsu sebagai bentuk penghormatan dan persemayaman bagi ayah mereka, Raja Udayana, dan para permaisuri. Nah  Selain sebagai tempat peristirahatan raja, candi ini juga menjadi pusat pemujaan dan ritual keagamaan bagi masyarakat.

Lokasi Candi Gunung Kawi

Secara administratif, Lokasi Candi Gunung Kawi  berada di Dusun Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Candi Gunung Kawi ini berlokasi sekitar 40 kilometer dari kota Denpasar dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi. Jika menempuh dari kota Gianyar, berjarak sekitar 21 kilometer atau sekitar setengah jam. Harga tiket masuk ke candi ini cukup membayar 15 ribu/orang.

wisatalagi.blogspot.com

Nah Candi ini terbilang unik dan berbeda dengan candi candi kebanyakan, jika candi lain terbuat dari batuan utuh dari batu bata merah atau batu gunung, candi ini di buat melalui pahatan di dinding batu padas di tepi sungai. Nama “Gunung Kawi” berasal dari kata “Gunung” yang berarti pegunungan dan kata “Kawi” yang berarti pahatan, jadi Gunung Kawi berarti candi yang di pahat di atas gunung.

Sejarah Candi gunung kawi

anythingbali.com

Candi gunung kawi di bangun pada abad ke 11 pada masa pemerintahan Raja Udayana hingga pemerintahan Anak Wungsu. Raja Udayana merupakan salah satu raja terkenal di bali. Melalui pernikahannya dengan putri Guna Priya Dharma Patni ia memiliki dua orang anak yakni Erlangga dan juga Anak Wungsu.

Dan Berdasarkan versi cerita rakyat, candi ini di bangun oleh orang sakti bernama Kebo Iwa dengan cara menatahkan kuku kukunya yang tajam dan kuat ke dinding batu cadas di sungai pakerisan sehingga terbentuklah pahatan candi yang indah.

anythingbali.com

Struktur Bangunan Candi gunung kawi

Candi gunung kawi memiliki 315 anak tangga, anak anak tangga ini terbuat dari batu padas yang di bingkai dengan dinding batu. Candi ini di kelompokkan menjadi dua dan di pisahkan oleh aliran sungai pakerisan. Candi pertama terletak di sebelah barat sungai, menghadap arah timur dan berjumlah empat buah. Sedangkan candi kedua di sebelah timur menghadap ke barat dan berjumlah lima buah.

Pada kompleks candi di sebelah barat di lengkapi dengan kolam pemandian dan pancuran air. Selain itu, juga terdapat ruang pertapaan yang disebut wihara. Wihara ini di pahat di dalam tebing dan di lengkapi dengan pelataran dan ruangan ruangan kecil seperti kamar yang di lengkapi dengan jendela sebagai ventilasi udara.

expedia.co.id

Sebelum sampai ke area sakral, Pengunjung harus melewati sekitar 315 anak tangga untuk mencapai lokasi candi, yang dianggap sebagai bagian dari pengalaman masuk ke suasana sakral dan historis. Candi ini memiliki keunikan arsitektur berupa sepuluh candi yang diukir langsung pada dinding tebing batu padas, bukan candi yang dibangun dari tumpukan batu seperti umumnya.

Suasana asri terlihat dari pepohonan dan gemericik air menambah suasana yang tenang saat berkunjung ke tempat ini. Tak hanya itu, melihat dua komplek candi yang di pisahkan aliran sungai pakerisan serta ukiran ukiran pahatan di dinding batu cadas membuat kesan yang sangat menakjubkan.

Views: 1783

Baca Artikel Lainnya