City Tour & LandmarkMuseum & Sejarah

Tugu Khatulistiwa Pontianak

Garis khatulistiwa hanya melintasi 13 negara di dunia yaitu Negara Sao Tome dan Pricipe, Gabon, Republik Kongo, Republik Demokratif Kongo, Uganda, Kenya, Somalia, Maladewa, Indonesia, Kiribati, Ekuador, Kolombia, dan Brasil. Nah Garis Khatulistiwa di Negara Indonesia tepatnya berada di Pontianak. Selain Negara, Garis Khatulistiwa juga melintang di Tiga Samudera yakni Samudera Pasifik, Samudera Hinda dan Samudera Atlantik. Istimewa sekali bukan, kalo Indonesia di lintasi garis khatulistiwa.

Sumber : news.pontianakite.com
Sumber : news.pontianakite.com

 

Tugu Khatulistiwa atau disebut Equator Monument merupakan tugu atau monumen yang dibangun untuk menandai garis lintang nol derajat, terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa sudah sejak lama menjadi ikon kota Pontianak, Kalimantan Barat. Juga sudah menjadi objek wisata, tidak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan asing yang berkunjung ke tugu ini. Banyak wisatawan yang berkunjung untuk sekedar berwisata, namun ada juga yang berkunjung untuk menyaksikan fenomena alam yaitu titik kulminasi.

Sumber : Abdoe – BPJ #6
Sumber : Abdoe – BPJ #6

Sejarah Tugu Khatulistiwa

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

Sumber : digulis.com
Sumber : digulis.com
  1. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
  2. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
  3. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
  4. Tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Keunikan berada di garis khatulistiwa adalah ketika terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.

Sumber : utiket.com
Sumber : utiket.com

Selain menghilangnya bayangan, fenomena lain saat kulminasi adalah telur yang biasanya tak bisa berdiri bisa dibuat berdiri. Keunikan fenomena alam ini sering dijadikan momen digelarnya serangkaian kegiatan budaya yang dipadukan dengan acara ilmu pengetahuan (Iptek).

Sumber : digulis.com
Sumber : digulis.com

Kalian penasaran sama fenomena unik si garis khatulistiwa? Yuk mari kita kesana. Selain menikmati sejarah tugu khatulistiwa, kita juga bisa mengetahui keunikan garis khatulistiwa lainnya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *