Air TerjunAlam & TamanGunungKopdarLiputan TripSeputar Travelling

Liputan Trip Perdana!! Minsgram BPJ Goes To New Zealand Van Java

Eksotika Bandung memang tidak ada habisnya untuk diulik. Ditambah masyarakatnya yang dikenal aktif serta kreatif dalam mempercantik kotanya, Bandung selalu berhasil membuat hati siapa saja jatuh cinta. Termasuk para minsgram BPJ nih.

Yap! Pada 15-17 Desember lalu, para admin akun instagram RT dan Klub BPJ sengaja memilih Kota Kembang Bandung sebagai lokasi trip perdananya.

“yaillaaa Bandung ngapain sih? Gitu-gitu aja”

Heits! Kita memang akan mengeksplore Bandung tapi dari sisi yang berbeda. Kalian belum pernah kan liat kota Bandung dari ketinggian yang dibumbui sama kabut-kabut dramatis? Atau main di curug yang masih sangat perawan? Naahh penasaran? Yuk baca cerita berikut.

Sabtu, 16 Desember pukul 5 pagi akhirnya kita sampai di Lembang dengan disambut oleh Teh Fitri Yuhana. Salah satu sudut Kota Bandung yang sangat syahdu ini rupanya berhasil mengubah seluruh raut wajah kelelahan kami selama 5jam perjalanan tadi. Terbukti ketika kita disuguhi oleh pemandangan yang sangat cantik di Gunung Putri.

Gunung Putri menjadi destinasi pertama kami. Dinginnnya udara Lembang membuat kami berjalanan agak lambat di sepanjang jalur tracking nya, walaupun untuk menggapai puncaknya hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. Dari sini, kita bisa melihat Gunung Manglayang, Gunung Gede Pangrango, Gunung Ciremai, Gunung Cikurai, dan Gunung Tolu. Selain itu ada panorama Bumi Pasundan yang masih dihiasi lampu kota, serta diselimuti kabut lembut. Ketika sudah di puncak, tak sedikit dari kami yang hanya duduk terdiam sembari menikmati secangkir kopi melihat sebuah pertunjukan Tuhan yang sangat indah ini.

Dari Gunung Putri, kita jalan sedikit ke arah Pasar Lembang untuk sarapan pagi. Ada kupat tahu, surabi, batagor, cilok, dan masih banyak jajanan khas Bandung lain nya yang bisa kalian cicipi disini.

Destinasi selanjutnya adalah Boscha Observatorium. Kalau kalian pernah nonton film Petualangan Sherina, pasti kalian punya gambaran tentang tempat ini.

Boscha Obervatorium didirikan oleh para astronom di abad ke-20. Tujuan dibangun nya tempat ini tentu untuk meneropong bintang. Kenapa Lembang yang dipilih sebagai lokasinya? Karena secara geografis Lembang berada di dataran tinggi yang mulanya jauh dari hiruk-pikuk kota, berbeda dengan Lembang yang sekarang.

Di Boscha ada banyak teropong untuk meneropong bintang, tapi hanya 1 bangunan yang dibuka untuk umum. Nah, Boscha Observatorium ini buka dari hari senin-sabtu. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau yakti 7ribu rupiah saja, tempat ini sangat cocok dijadikan pilihan berlibur, khususnya para orang tua yang ingin menanamkan sisi edukasi pada sang buah hati. Karena akan ada banyak sekali ilmu yang kita dapat dari para guide disini loh.

Tak lama berselang, kami duduk-duduk sejenak di halaman Boscha yang luas dan rindang. Didukung dengan cuaca Lembang yang sangat bikin ‘nyaman’, kami semuanya rupanya enggan untuk pindah lokasi. Selain itu, beberapa dari kami ada yang expert dalam fotografi nih guys. Jadi kamipun asik mengexplore seluruh kawasan Boscha sambil berfoto di berbagai spot yang ada.

Setelah puas belajar tentang bintang dan melakukan sesi foto dengan ratusan kali take di Boscha, kamipun bertolak ke salah satu rumah warga untuk bermalam disana. Sesampainya disana, kami terheran-heran karena bangunan nya sangat unik. Sebuah rumah 3 lantai dengan pondasi dan furniture yang 80% kayu membuat kita seperti berada di Jepang.

Sekitar jam setengah 5 sore, kami bertolak ke kebun strawberry yang jaraknya hanya 500meter dari rumah tempat kami bermalam. Sayang cuaca saat itu kurang bersahabat, jadi kami hanya bisa melihat sebentar tempat produksinya, kemudian kembali ke homestay karena hujan.

Malamnya, kami semua berkumpul di ruang tengah. Seperti biasa, para gadis sibuk di dapur dengan perkakasnya. Sedangkan yang laki-laki heboh dengan games Ludo di handphone nya. Setelah makanan sudah siap, kami semua makan nasi liwet yang beralaskan daun pisang. Suatu hal yang sangat indah untuk dikenang.

Setelah makan malam, saatnya sesi sharing. Karena ini trip para admin instagram BPJ, jadi info-info yang dibagikanpun sekitar social media dan kegunaan nya. Mulai dari editing foto dan video, belajar apa itu content, belajar mempercantik feed instagram, sampai tips dan trik memenangkan kuis yang sering diadakan di sosmed.

Keesokan harinya, kami mengunjungi Pasir Ipis. Disambut dengan kicauan burung yang terdengar dari setiap belahan hutan pinus, Pasir Ipis menjadi pilihan yang tepat bagi siapapun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk ibu kota. Ada banyak sekali spot yang bisa dieksplore disni. Mulai dari spot instagramable berupa rumah-rumah pohon, camping ground, flying fox, serta da 1 curug yang masih sangat perawan loh guys.

Sebut saja Curug Cikondang. Ketika sudah memasuki kawasan Pasir Ipis, kita perlu berjalan lagi sekitar 20 menit untuk mencapai curugnya. Hujan yang turun semalam nampaknya berimbas pada jalur yang kita lewati. Sangat licin dan terdapat kubangan air di beberapa titik. Tapi perjalanan tetap menyenangkan karena kami tak berhenti untuk bercanda gurau.

Kamipun akhirnya sampai di Curug Cikondang. Benar-benar masih sangat perawan. Tak ada pengunjung lain kecuali kami. Debit air disini terbilang sedikit karena curugnya pun kecil. Tapi airnya sangat jernih dan panorama yang ditawarkan pun tak kalah cantik dengan curug-curug lain yang ada di Jawa Barat. Sebagai bonus, kedatangan kami disambut oleh pelangi yang sangat cantik.

Curug Cikondangpun menjadi destinasi terakhir kami. Sebelum pulang ke Jakarta, kami kembali ke homestay untuk bersih-bersih badan dan makan siang. Sambil menunggu semuanya siap, beberapa teman kami ada yang unjuk gigi dengan melantunkan beberapa tembang lagu. Keakrabanpun terjalin semakin erat.

Dan, trip perdana para minsgram BPJ pun selesai. Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa bertemu dan berkumpul dengan orang-orang dibalik akun-akun kece RT dan Klub BPJ. Disamping itu, kita semua jadi tau sisi lain dari Bandung. Ya, semoga tali silaturahmi ini bisa tetap terjalin.

Peserta trip :

Dody Senjaya / @dsenjaya89 

Andri Puji Lakmono / @turis_jawa

Fitri Yuhana / @fittriyuhanna

Erice Prastya / @ericeprasya_

Rahmawati / @_raahmaaa

Isye Naisila / @naisilampard

Fegyana Citra / @fegyanacitra

Herlina Keiko / @herlinakeiko

Ase Maulana / @asemaulana

Amunanjar / @jurnaljarmo

Nur Aziz Amrullah / @aziz_cpc

Wiwid Septiarti / @wiidiiwww

Tri Han / @3.han

Novsa Novanita / @novsasa

Matchil / @matcil12

Aldi Tri Maesita / @aldytrimaesita

Acho / @aa.acho

Agus Drajat / @agus.drajat

Tags

Rahma (@_raahmaaa)

Walk humbly, talk politely, dress neatly, play atrractively.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close