Home / Blog / Air Terjun / Explore Malang Part 5 Bersama Backpacker Jakarta

Explore Malang Part 5 Bersama Backpacker Jakarta

Bertandang ke Kota Malang, tentu saja kamu tidak boleh melewatkan keindahan pantai, gunung dan curug nya. Beberapa keindahan alam yang disuguhkan disini, mampu memikat para wisatawan untuk berkunjung. Bagaimana tidak ? bukan hanya itu, melainkan Malang bisa menjadi salah satu destinasi terlengkap. Mengapa ? Yupz, di Malang juga terdapat tempat wisata religi sebuah masjid yang unik dan baru-baru ini dibangun dan terkenal disini.

Apakah ada kata bosen untuk mengexplore Kota Malang ?

Jawaban nya adalah tidak!

Buktinya, Backpacker Jakarta kembali mengexplore Malang untuk yang kelima kalinya. Hmmm… Dengan digawangi oleh CP yang berbeda dari part sebelumnya, perjalanan ini di koordinasi oleh Cahyadi Arif, Isno, dan Amiral Arif. Dengan membawa 45 peserta diluar CP, perjalanan ini dikenakan biaya perorang sebesar Rp 340.000,- / orang exclude tiket kereta. Nah, untuk tiket kereta sendiri, beberapa peserta ada yang membeli secara bersamaan dengan biaya Rp 230.000,- / orang ( PP ) dan ada juga yang bertemu langsung di Surabaya. Lalu dari Surabaya ke Malang menggunakan elf.

Cepe : Amiral Arif @arifkutiah, Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Isno

Ok, mempersingkat cerita, pasti kalian para readers udah gak sabar untuk tau keseruan kami saat mengexplore kota Malang mulai dari tanggal 31 Maret sampai 02 April 2017 kan ? Yuk kita ulas :

Destinasi pertama yang kita kunjungi adalah Coban Sewu. Coban Sewu atau bisa disebut Air Terjun Tumpak Sewu adalah sebuah destinasi hitz bagi para instagramer yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Untuk sampai kesini kita menggunakan Elf yang sudah kita sewa sejak awal dan elf nya nyaman dan masih baru. Hmmm… ternyata pas ditanya sama kang sopir, rombongan kita adalah orang pertama yang menggunakan elf ini. Pantesan nyaman!! Elf aja nyaman, gimana sama dia! eaaaa……

Coban Sewu
Tangga Bambu Coban Sewu

Ok lanjut, untuk sampai ke coban sewu, dari Malang, kita membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan. Nah, untuk menikmati air nya sendiri, kita harus arus menyusuri sungai, naik tangga bambu yang licin bahkan sebagian dari tangga tersebut sudah mulai ada yang rapuh sehingga kita harus ekstra hati-hati untuk melewatinya, oleh karena itu wisata ini juga bisa dibilang wisata yang ekstrim. Sesampai dibawah, kita gak bisa menikmati air sejuknya, mengapa ? yupz, demi keamanan bersama, akhirnya kita mengurungkan niat kita karena saat itu air sedang keruh sehingga sangat di waspadai karena secara mendadak bisa terjadinya air bah. Dan bukan hanya itu, sangat disayangkan sekali kita juga tidak kebagian musim buah salak di sekitaran area coban sewu.

Hmm… walaupun destinasi pertama lumayan mengecewakan, bukan berarti kami sedih, patah semangat ataupun sampai patah hati seperti diputusin pacar atau di pehape in mantan! Kami tidak menghabiskan banyak waktu, kami langsung cus ke next destination yaitu Pantai Tiga Warna. Untuk sampai ke pantai ini, lagi lagi kita harus menempuh jarak yang lumayan jauh yaitu 3 jam perjalanan dari coban sewu. Lokasi pantai ini terletak di Desa Tambak Rejo, Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk menikmati Pantai Tiga Warna yang dikenal sebagai Pantai Bebas Sampah ini tidaklah seperti pantai lainnya yang bisa on the spot bayar tiket masuk, melainkan kita perli booking terlebih dahulu karena pantai ini memiliki jumlah maximal pengunjung per harinya.

Pantai Tiga Warna

Sesampai disana, banyak kegiatan yang bisa kita lakukan, mulai dari snorkling ( sewa alat snorkling Rp 20.000,-; mask Rp 10.000,- dan pelampung Rp 10.000,- ) dan sempat mendapatkan ilmu bagaimana cara menjaga lingkungan. Nah, Pantai Clungup, Pantai Gatra, dan Pantai Tiga Warna ini masih berada dalam satu wilayah konservasi atau yang biasa dikenal dengan CMC ( Clungup Mangrove Conservation ). Bahkan ketika kami mendapatkan ilmu bagaimana menjaga serta merawat keindahan alam ini, kami hanya bisa berkata, “Waw, ini luar biasa!” Dan bukan hanya itu, pasti kalian penasarankan kenapa pantai ini disebut sebagai Pantai Bebas Sampah? yupz, kalian tahu bahwa CMC memiliki metode untuk merawat keindahan ini, maka bagi setiap pengunjung diwajibkan untuk membawa kembali bungkus makanan yang dibawa ke area wisata dan bagi yang merokok akan disediakan asbak berjalan yang sudah disediakan oleh pemandu kami Mas Deby dan Mas Anto.

Pantai Tiga Warna

Setelah menikmati pantai dan berfoto ria, sekitar jam 19.00 kami semua menuju kerumah singgah Mas Pras yang berada di Jalan Tulus dekat pasar Tumpang. Sesampai disana kami disambut dengan hangat dan disuguhi berbagai makanan enak olehnya. Oh ya, Mas Pras sendiri juga sangat membidangi seni photography sehingga kami sempat belajar bersama mengenai basic photography.

Tanpa terasa, pukul 01.30 pagi, kami bersiap menuju destinasi terakhir yaitu Bromo. Gunung Bromo ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan terkenal dengan kaldera atau biasa disebut lautan pasir dan kawah yang eksotis, serta pemandangan matahari terbit (sunrise) yang sangat indah. Kawasan Wisata Bromo ini terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh empat kabupaten yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang.

Bromo

Setelah sampai dipenanjakan, sekitar pukul 04.00 kami sudah bersiap menunggu sunrise terbit walau ada beberapa dari kami tetap stay istirahat sambil sarapan dibawah. Tapi lagi lagi cuaca tidak mendukung, apa boleh buat bahwa cuaca saat itu mendung sehingga sunrisepun malu malu untuk menunjukkan keindahannya. Walaupun cuaca mendung saat itu, tetapi langit langit disana cerah dan sangat mendukung kami pada pagi harinya. Dan sekitar jam 06.00 kami ready untuk mengexplore mengelilingi Bromo.

Kemana ajah ? penasarankan ? yuk simak lagi!

( 09.00 ) Kita menuju Pasir Berbisik. Ada yang penasaran gak sih kenapa kawasan ini disebut sebagai pasir berbisik ? sebenarnya fenomena pasir berbisik itu karena ketika angin bertiup, butiran-butiran pasir bertebangan dan terdengar seperti bisikan yang sampai ke telinga setiap orang yang melewatinya. Bentuknya juga bergelombang menyerupai ombak-ombak kecil. Syuuh!

Pasir Berbisik
Pasir Berbisik

( 11.00 ) Menuju Bukit Teletubies. Pernah dengar tentang Teletubbies kan? Itu lho, cerita anak-anak dengan kata-kata populer “berpelukan”. Kisah dari Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po dengan bukit hijau yang cantik memang bisa membuat mata terasa sejuk. Ternyata, Indonesia juga punya lho bukit seperti itu. Tempatnya dekat sekali dengan Gunung Bromo. Setelah tiba disana, kita menikmati lapangan luas dengan perbukitan yang hijau. Kesempatan ini cukup menarik karena gradasi warna hijau yang bertemu dengan warna kuning keemasan dari sinar matahari pagi menghasilkan perpaduan warna menakjubkan. Keberadaan padang luas, perbukitan, serta background Gunung Bromo dan dataran tinggi menjadi perpaduan sempurna dalam bingkai sebuah foto sehingga membuat kami kehabisan akal mau foto yang bagaimana lagi karena mau menghadap manapun semua view sangatlah memanjakan mata.

Bukit Teletubies
Bunga Verbena Brasilliensis Vel ( Bunga ini menggangu ekosistem karena membutuhkan banyak air sehingga membuat tanah di sekitarnya menjadi kering )

( 13.00 ) Kamipun tiba kembali dirumah singgah Mas Pras, merapikan barang barang dan melanjutkan menuju Kampung Jodipan. Kampung Wisata Jodipan di Kota Malang, Jawa Timur atau yang dikenal sebagai Kampung warna-warni. Lokasi kampung ini berada bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, dan sekarang menjadi lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan termasuk kami! eaaaa….

Kampung Jodipan

( 16.00 ) Menuju Stasiun Malang. Nah, gak berasa ya, semua destinasi sudah kami kunjungi dan saat nya kembali ke dunia nyata yaitu pulang menuju rumah mertua! eahhh salah, maksud nya rumah masing masing.. :P Tapi sebelum itu, kami semua menyempatkan waktu untuk makan khas malang yaitu Nasi Rawon dengan harga Rp 12.000,- / porsinya dan ada juga nasi goreng Rp 10.000,- / porsi bahkan berbagai macam makanan lainnya dengan harga yang pas bagi para backpacker seperti kami. Setelah perut terisi dan tenaga kembali fullteng, kami siap menuju Jakarta.

Stasiun Malang

( 17.30 ) Akhirnya, inilah saatnya kami semua kembali ke Jakarta dan tiba keesokan harinya Senin, 03 April 2017 pukul 10.00 kami semua sudah touch down di Stasiun Pasar Senen.

See you next trip with Backpacker Jakarta!

List IG Peserta :

  1. IG : @cahyadiarf
  2. IG : @abank_ia
  3. IG : @citra.anastasia
  4. IG : @vickavlv
  5. IG : @lukman_gns
  6. IG : @avvedafeska_syifa
  7. IG : @surean_mija
  8. IG : @timmyaftnsa
  9. IG : @corneliussepthian
  10. IG : @Wijaya_jhoni
  11. IG : Syifa bandung @ejherockchan
  12. IG : @arifkutiah
  13. IG : Indah Bandung IG @senyumpelangi
  14. IG : @diyahalim_
  15. IG : @acakadut (taqi)
  16. IG : marufhidayah
  17. IG : dj_wie21
  18. IG : antooke12345
  19. IG : @issno
  20. IG : @spaceazizah
  21. IG : @rineraines
  22. IG : @senjaterakhir2h8
  23. IG : @anthony_surya88
  24. IG : @endlistyan
  25. IG : @p3ttty
  26. IG : @mchairunnisa
  27. IG : @nithafs
  28. IG : @jumiatisiti
  29. IG : @depigunawati
  30. IG : @yenni_0191
  31. IG : @Doni378
  32. IG : @fitrahrachmadhan
  33. IG : @ikagustiin
  34. IG : @adytia_ssaputra
  35. IG : Anitahapee
  36. IG : @DessiAmelia19
  37. IG : @tejo.mojo.jojo
  38. IG : @iinmhayshanti
  39. IG : @lestariayudhia
  40. IG : @ninuksawitri (yg foto profil nya depan kantor walikota malang)
  41. IG : andri.fachrurozi
  42. IG : zalmanputra
Author : @Febe_Shinta

About febeshinta

Instagram : @febe_shinta

Check Also

Wajib Tahu, 10 Taman Terbaik di Jakarta

Sebagai Ibu kota, Jakarta merupakan daerah yang padat penduduk lengkap dengan segala aktivitas yang membuat …