Liputan TripSeni & Budaya

Eksplore Suku Baduy Part 7 & Pesta Durian Bersama Backpacker Jakarta

Pada tanggal 20-21 Janurai 2018 lalu kita kembali berkesempatan untuk mengadakan Trip mengunjungi Suku Baduy untu yang ke 7 kalinya. Trip yang di Koordinir oleh ka Yono, Neli & Emye dan trip kali ini diikuti 30 peserta dari beragam Group Rt atau Klub dan juga non Group.

Berhubung saat ini sudah tersedia KRL jurusan Tanah Abang – Rangkas Bitung maka mepo pun dipusatkan di Stasiun Rangkas Bitung Banten. Tiket KRL Tanah Abang ke Rangkas Bitung sendiri cukup murah yakni Rp 8000 saja. Pukul 10.00 kami semua sudah tiba dan berkumpul di Stasiun Rangkas. Setelah memastikan semua peserta siap maka kami meninggalkan stasiun dengan menaiki 2 elf yang sebelumnya sudah kami sewa.

Perjalanan dari Stasiun Rangkas Bitung yang terletak dipusat kota Rangkas ibu kota kabupaten Lebak menuju Desa Ciboleger dibutuhkan waktu sekitar 3 Jam perjalanan dengan elf. Desa Ciboleger sendiri merupakan desa terakhir sebelum kita masuk kekawasan perkampungan adat Baduy.

Selama perjalanan yang cukup lama itu kita akan disuguhkan pemandangan hamparan sawah dan perbukitan. Memang jalan meuju Ciboleger tak sepenuhnya mulus. Diberbagai sisi banyak dijumpai jalan-jalan berlubang dan tanjakan-tanjakan yang cukup terjal. Sesekali pemandangan bukit-bukit yang terbelah bekas kerukan penambang pasir juga akan kita jumpai. Mungkin air bekas penambangan pasir inilah yang membuat kali-kali disekitarnya berubah warna menjadi coklat dan banyaknya debu disepanjang jalan.

Sekitar pukul 12.30 kami tiba di parkiran kampung Dandang . Kampung ini adalah gerbang menuju Jembatan Akar yang merupakan destinasi pertama yang akan kami kunjungi. Meski saat itu turun hujan namun rupanya tak mengehnetikan antusias peserta untuk tetap ikut ke Jembatan Akar. Padahal jarak tempuh yang cukup jauh dari Desa menuju Jembatan Akar bisa membuat mereka kelelahan. Dibutuhkan sekitar 2- jam jalan kaki untuk sampai jembatan akar, terlebih saat ini cuaca sedang hujan sehingga akan menyulitkan mereka melakukan tracking akibat jalanan licin dan berlumpur.

Trreking menuju jembatan akar

Ada 5 orang yang fix tidak ikut berangat ke Jembatan Akar karna faktor kesehatan dan usia. Selebihnya tetap melanjutkan perjalanan. Sekedar Info jika setelah dari jembatan akar kita harus berjalan lagi selama 1 jam menuju kampung Baduy. Bayangkan saja perjalanan PP kejembatan akar dibutuhkan sekitar 6 jam perjalanan plus jalan 1 jam lebih ke kampung Baduy heeee.

Jembatan Akar di Baduy

Benar saja prediksi saya jika faktor cuaca sedikit menghambat perjalanan mereka. Akhirnya banyak peserta yang memilih naik ojek saat pulangnya. Lumpur terlihat menempel ditubuh dan dipakaian yang mereka kenakan, beruntung saya dan 5 peserta lainya lebih memilih istirahat dirumah warga.

Waktu menunjukan pukul 17.00 yang artinya kami harus segera pergi dan menuju desa ciboleger. Mengingat semua peserta belum tiba semuanya maka diputuskan jika 1 elf jalan terlebih dahulu agar bis alebih awal tiba di kampung Baduy sedangkan 1 elf lagi bersama Yono menunggu hingga semua peserta tiba.

Dari jembatan akan menuju dsa Ciboleger diperlukan waktu 10-15 menit perjalanan dengan elf. Benar saja begitu rombongan elf tiba di Ciboleger hari sudah terlihat gelap dan mendung.Sebelum memulai perjalanan ke kampung Baduy kami berdoa terlebih dahulu dan mempersiapkan semua kebutuhan seperti jas hujan dan senter. Alhamdulilah perjalanan menuju Baduy terbilang lancar.

Icon Tugu Tani di Ciboleger

Meski tidak turun hujan namun jalan yang kami lalui sangat licin sehingga kami harus berhati-hati. Jalur menuju kmapung Baduy sendiri banyak tanjakan dan turunanya, cukup menguras tenaga namun banyak saung dan tempat istirahat bisa kita jumpai selama treking. Pukul 18.00 malam rombongan pertama tiba di Rumah orang Tua Kang Mul yang menjadi tempat kami menginap selama di Baduy. Rumahnya cukup luas dan bisa dibilang rumah kang mul ini menjadi rumah paling besar dikampung Baduy.

Sebagian peserta ada yang memilih mandi dan sebagaian lagi memilih beristirahat. Pukul 19.00 rombongan kloter kedua akhirnya tiba. Beruntung kloter pertama tiba lebih awal sehingga kami tak perlu antri terlalu lama. Mandi dikampung Baduy sendiri banyak tempatnya dan bisa kita pilih mau mandi di Kali / Sungai, Mandi di Wc atau mandi di Pancuran. Saya dan beberapa peserta pria lainya lebih memilih mandi bersama di pancuran tapi ya itu, airnya dingin heeeee.

Makan malam akhirnya tiba dan karna perut sudah keroncongan maka makan malam dengan lauk ikan asin, tempe dan sayur bisa kami lahap dengan cepat. Puas menikmati makan malam bersama, waktu yang ditunggu akhirnya tiba yakni diskusi santai dengan Kang mul mengenai Baduy. Sesi tanya jawab juga diadakan didiskusi santai kali ini. Karena hari semakin larut maka hari itu sekitar pukul 22.30 acara disudahi dengan beristirahat.

Rupanya setelah diskusi beberapa peserta ada yang tak kuat menahal gairah menikmati duren yang sudah disediakan oleh kang mul. Karna saya sendiri juga penggemar duren maka malam itu diputuskan untuk menikmati pesta duren haaaa. Rupanya aroma duren yang menyengat membuat beberapa peserta yang tertidur pulas terbangun dan ikut menikmati pesta duren.

Pesta Durian

Ada lebih dari 20 buah duren yang kami buka malam itu. Meski sudah kenyang namun aroma duren masih terus menggoda dan akhirnya setelah semua duren habis dibuka barulah kita memilih menyudahinya dengan beristirahat agar esok hari bisa eksplore kampung baduy.

Keliling Baduy

Pagi hari hujan mulai turun kembali. Meski tak begitu deras namun airnya membuat jalanan menjadi semakin becek. Demi menghemat waktu akhirnya kami memutuskan untuk tetap eksplore kawasan Baduy speerti mengunjungi beberapa lieut (tempat menyimpan padi hasil panen), melihat jembatan bambu dan pergi ke gazebo untuk melihat aktvitas dan keseharian warga baduy.

Baduy memang sedang musim duren sehingga hampir disetiap rumah banyak warga baduy yang menjual duren. Ingat Duren di baduy sangat murah, enak dan langsung dipetik dari pohonya jadi dijamin rasanya wow enak. Banyak anak-anak baduy yang ikut membantu keluarganya dengan menjual kain tenun atau membawa durian untuk dijual.

Mandi Di Kali

Menikmati Baduy tak hanya sebatas keseharian warganya yang sederhana saja namun juga kebiasaanya seperti mandi dikali dan menenun juga dirasakan oleh teman-teman BPJ. Beberapa peserta bahkan langsung menikmati kesegaran sungai di Baduy dengan mandi bersama dan bermain air. Puas menikmati kampung Baduy kami kembali ke rumah tempat kami menginap.

Sarapan Dulu Guys

Rasa laparpun kembali terasa dan beruntungnya pihak keluarga kang mul sudah menyediakan makanan untuk sarapan sehingga kami tinggal menyantapnya saja. Banyak temen-temen BPJ yang membeli hasil tenunan warga Baduy. Tak hanya kain tenun saja yang dibeli bahkan Durenpun mereka borong ke Jakarta.

Borong Durian

Setelah sarapan kami kembali lagi-lagi menikmati durian yang kami beli. Pesta duren kedua kalinya hari itu membuat kami semakin puas menikmati Baduy. Oh ya Sebelum trip selesai diadakan dulu games atau kuis berhadiah BPJ Store dengan memberikan pertanyaan seputar baduy. Sesi foto bersamapun tak kami lewatkan karena setelah foto bersama kami harus segera berpamitan pulang mengingat saat itu hari sudah mulai siang.

 

Kuis BerhadiahPukul 12.00 kami kembali tiba di Ciboleger. Sebelum menaiki elf kami menyempatkan makan siang dan shalat terlebih dahulu. Pukul 15.00 kami akhirnya tiba kembali di Stasiun Rangkasdan Trip Baduy Part 7pun berakhir di stasiun Rangkas. Satu lagi, Hati-hati buat temen-temen yang mau membawa duren kedalam kereta.

Usahakan jangan sampai tercium karena Buah durian dilarang dibawa kedalam Kereta mengingat baunya akan mengganggu penumpang lainya. Beruntung semua teman-teman BPJ yang membawa durian bisa selamat dari razia berkat baunya yang disembunyikan dan tak tercium petugas heee (jangan ditiru yak).

GALLERY LAINYA

 

DAFTAR PESERTA TRIP BADUY #7

1. Iskandar #non
2. Oji #31
3. Endang #non
4. Saffa #non
5. Devina #15
6. Aida #non
7. Faiz #non
8. Raymond #11
9. Raqy #non
10. Henry #27
11. Akbar #touring
12. Dedi #1
13. Setya #nonmember
14. Prasetya #33
15. Desi nafalia #26
16. rezza #3
17. Riri #non
18. likar #31
19. Nataya #31
20. Indra #20
21. Suci #23
22. Desiemil #26
23. Tere #3
24. Nabila#27
25. Putri #2
26. Shindy #nonmember
27. Ardy #2
28. Rani #non
29. Ira #non
30. Nova #6
31. Abbi #23
32. Hamzah #non
33. Rumiyati #non

CP /TL :

  1. Yono
  2. Emye
  3. Neli

LINK FOTO :

https://photos.app.goo.gl/6NhQRbQQLPua72WP2

 

TESTIMONI PESERTA

1. @nataya.kall bpj #31

Ujan2an, lumpur2an, kepleset, Tapi seru meski capek. Tripnya gak bikin kapok kok dan satu lagi durennya kurang banyak hee. Trip Baduy bisa membuat kita lebih bisa menghargai budaya org, menjaga kelestarian mereka, trus untuk jalan2 gak harus ketempat mahal n berfasilitas lengkap mulu…disini kita lebih diajarkan utk hidup sederhana tapi melengkapi

2. Nova BPJ #6 – @novaguci

Tripnya Berkesan, Kebetulan aq suka makan duren, suka main hujan2an & suka main lumpur jadi seru.

3. Akbar Klub Touring BPJ – @akbaarrama

Pertam kali nya saya kebaduy pengalaman pertama hujan-hujan dengan jalan kaki berkilo” meter dari track aspal trus tanah sampai lumpur yang tadi nya bersih sepatu saya sampe ga terlihat wujud sepatu saya, berjalan di malam hari tanpa di bantu headlamp wkwk (ini kesalahan saya udah diingetin malah ga bawa) dan yang paling seru nyerbu buah durennya surga dunia “firts time” pertama kali nya saya makan duren sebanyak itu, suku baduy memberikan banyak pelajaran dan cerita di kehidupan saya tentang adat istiadatnya menjaga kelestarian alam Indonesia hingga mampu terjaga dengan baik dan bersinergi dengan alam , jadi makin banyak bersyukur apa yang udah saya miliki dan saya jalanin sekarang.

4. Likar BPJ #31 – @likarjo3

Banyak kenangan selama trip baduy Terutama pesta durennya ,sempat nyasar bersama dua bidadari yaitu nataya dan nova pada saat menuju jembatan akar ,dan akhir sampe jga Dan ini trip perdana aku ke suku baduy

5. Sindy Non RT – @burpingalots

kalau diminta gambarin trip Baduy dlm dua kata, komen gue cuma: beyond expectation! Jujur sbg newbie di backpacker jakarta gue udh keburu pesimistis pas trf kok cuma segitu sharecostnya, ntar gue diturunin di jalan apa gak dikasi makan ya?! Taunya emang MURAH MERIAH BENERAN! Perut kenyang, jalan jalan puas, duduk tenang, selamat sampe di tujuan dan selamat pas pulang kembali dari liburan. Yg plg penting: kebersamaannya itu yg ga kebeli di mana mana, krn susah senang beneran bareng bareng, mabok darat krn elf ngebut ya bareng, makan duren manis tanggung jg bareng, foto cantik di jembatan akar sampe kepleset pas trekking jg bareng. Thx bpj utk nambah list fun things to do on the weekends!

 

 

Tags

Emye

Seorang Traveller yang hanya membantu untuk mempromosikan setiap wisata di Indonesia. ( Follow Instagram @kataomed - wa 081237395539 )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *