Seni & BudayaSeputar TravellingTradisi daerahUncategorized

Balimau: Tradisi Khas Minang Menjelang Ramadan

Balimau
Foto oleh: minangkabaunews.com

Balimau berasal dari gabungan ba dan limau. Secara bahasa, limau berarti jeruk nipis. Ba dalam bahasa Minang berasal dari imbuhan kata ber, yang berarti memakai atau menggunakan atau melakukan. Jadi arti balimau adalah mandi dengan menggunakan limau.

Baca juga: Meugang, Tradisi Menyambut Datangnya Ramadan

Kegiatan ini dilakukan tepat sehari sebelum puasa di bulan Ramadan. Biasanya orang akan berbondong-bondong ke kawasan aliran sungai. Tradisi ini juga dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad.

Balimau
Foto oleh: merahputih.com

Dalam tradisi ini sebetulnya perempuan tidak perlu mandi di sungaiĀ agar tidak bercampur dengan lelaki, tetapi bisa di sumur umum. Namun dalam perkembangan selanjutnya kebiasaan ini kemudian berkembang di masyarakat yang tidak agamais lagi. Mandi bersama dilakukan di sungai dengan alasan untuk berekreasi sehingga bercampur antara lelaki dan perempuan.

Zaman dahulu tidak setiap orang bisa mandi dengan bersih karena tidak ada sabun. Oleh sebab itu pengganti sabun adalah limau (jeruk nipis), karena sifatnya yang melarutkan minyak atau keringat di badan. Sejak itulah balimau dijadikan tradisi hingga sekarang.

Selain jeruk nipis sebagai bahan utama, ada juga daun pandan, bunga-bungaan (sebagai pewangi) dan akar tanaman (alat scrub). Bahan-bahan ini yang akan diusapkan ke seluruh tubuh saat proses balimau berlangsung. Tidak perlu risau, bahan yang diperlukan juga bisa dibeli di pasar.

Balimau
Foto oleh: ukurbumi.blogspot.com
Tags
Show More

Wina Zulfani

Masalah terbesar kita cuma satu: mati tidak masuk Surga

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *