Museum & Sejarah

Wajib Tahu!! 10 Museum Ini Ada Di Indonesia

Jalan-jalan ke museum? Gak enak kayaknya. Eits, jangan salah. Bagi sebagian orang, museum memang memberi kesan yang membosankan, Kuno, Angker dan bukan destinasi yang tepat untuk bersenang-senang. Namun jika kamu melihat beberapa koleksi museum ini kamu bisa berpikir berbalik. Tak ingin banyak berbasa-basi, lets go kita berpetualang menjelajah 10 Museum Unik yang ada di Indonesia, simak yaaa…

1. Museum Trick Art 3D
Selama ini Bali terkenal dengan keindahan pantainya. Maka tak mengherankan jika pantai-pantai senantiasa menjadi daya tarik utama untuk dikunjungi. Namun ketika anda sudah bosan bertandang ke pantai, sempatkan diri kamu tuk singgah ke kawasan Seminyak tepatnya Jalan Sunset Road 789 Seminyak Bali. Museum Trick art 3D yang dibuka pada 12 april 2014 lalu ini menyuguhkan 80 koleksi lukisan 3D yang di gambar dengan tehnik special dan cat khusus sehingga menciptakan ilusi visual. Selain itu ada pula beberapa lukisan yang akan menciptakan ilusi lucu ketika gambar telah diambil menggunakan kamera.

bali

Sumber : asiawebdirect

Museum Trick Arts 3D buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 22.00 WITA dengan harga tiket masuk Rp. 100.000 bagi pengunjung Dewasa dan Rp 80.000 bagi pengunjung anak-anak.

2. Museum Kartun Indonesia
Jika kamu usai mengunjungi Museum Trick Arts 3D, pastikan juga kamu mengunjungi Museum Kartun Indonesia yang berada di jalan Sunset Road 85. Sebuah Museum yang secara khusus memperlihatkan berbagai koleksi kartun yang diprakasai oleh Bapak Istio Adi, seorang pengusaha kaos kartun pada tanggal 13 Maret 2008. Sebagai Museum kartun yang pertama dan mungkin bisa dikatakan satu-satunya di Indonesia bahkan di asia tenggara loh. Ada sekitar 300 karya yang terpajang di Museum ini hasil tangan Kartunis Indonesia.

ksmtour

Sumber : ksmtour

Dengan membayar Tiket masuk sebesar Rp. 20.000 pengunjung sudah bisa menyasikan berbagai kartun dengan beragam tema dalam bentuk 2D.

3. Museum Kerang Indonesia
Tahukah kalian kalau pada jaman dahulu kerang merupakan alat pembayaran yang sah
Nah, masih blom beranjak jauh dari pulau dewata loh kawan, gak ada salahnya klo kita juga mengunjungi Museum yang satu ini. Namanya Museum Kerang atau bahasa inggrisnya Shell Museum. bukan shell bahan bakar kendaraan bermotor yaa #eh Di museum ini terdapat lebih kurang 10.000 aneka kerang dan fosil dari berbagai Negara yang usianya mulai 100 hingga 500 juta tahun lama loh. Shell Museum bisa kita temui di jalan sunset Boulevard Road 819 Kuta Bali. Museum terdiri dari 3 lantai yang di fungsikan sebagai tempat pemajangan aneka jenis kerang.

Shell Museum di buka setiap harinya mulai pukul 09.00 sampai 19.00 WITA, cukup membayar HTM sebesar Rp. 5000 / orang, para pengunjung sudah bisa melihat koleksi yang ada di Museum ini dan tentunya mengabadikan moment yang gak kalah menarik bagi kalian yang hobby berselfie maupun hanya sekedar memfoto koleksi yang disajikan Museum ini.

Di kutip dari : www.infowisata-bali.blogspot.com

4. Museum Kata

Pernah menonton film atau membaca novel Laskar Pelangi? Jika ya, kamu tentu mengenal sosok penulisnya, yakni Andrea Hirata. Andrea Hirata membangun sebuah museum yang kemudian dinamakan Museum Kata. Museum ini menyimpan 200 literatur, mulai dari literatur musik, literatur film, literatur anak, literatur seni, sampai literatur arsitekturn sehingga sangat cocok bagi kamu yang menyukai dunia sastra atau hobi membaca buku. Ketika kamu masuk kedalam kamu akan menemukan sebuah ruangan yang sangat nyaman, lengkap dengan meja berserta buku-buku yang dibiarkan berserakan diatas meja. Museum ini diresmikan pada bulan November 2012 dan menjadi satu satunya Museum Sastra pertama yang ada di Indonesia.

asri

Sumber : asri

Di sini kamu berkesempatan menulis pesan untuk seseorang di secarik kartu pos dan memasukkannya ke kantor pos yang ada di Museum Kata. Nantinya staf Museum kata akan mengirimkan pesan tersebut ke alamat yang dituju. Museum Kata bisa kita jumpai di Jalan Raya Laskar Pelangi Gantong, Belitung Timur.
Oh iya kawan, Museum Kata ini gratis loh.. trus di dalam Museum terdapat sebuah dapur yang dialih fungsikan oleh warga sekitar Museum menjadi warung kopi. Warung Kopi Kuli namanya seperti yang termuat di papan yang di temple di dinding dapur tersebut.

5. The Bagong Adventure Museum Tubuh
Jika kamu berkunjung ke Batu, Malang, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk datang ke Museum yang satu ini yang terletak di Jalan Kartika No. 2 Kota Wisata Batu Malang, Jawa Timur. Memiliki desain interior menyerupai bagian dalam tubuh manusia, museum ini mengajak masyarakat untuk mempelajari semua bagian tubuh manusia, seperti otak, jantung, paru-paru, gigi, dan lainnya. Di sini kamu akan mendapatkan informasi lengkap mengenai organ-organ tubuh manusia sehingga sangat bermanfaat bagi kamu yang membawa anak-anak. Di sini juga disediakan berbagai permainan seru serta cafe agar pengunjung tidak merasa bosan.

berbagiilmu

Sumber : berbagiilmu

Museum ini di buka untuk umum setiap harinya mulai 08.30 sampai 16.30 WIB dan pengunjung cukup merogoh kocek Rp 85.000 (weekday) dan Rp 125.000 (weekend). Selain itu Museum yang satu ini juga memberikan pelayanan gratis untuk mendapatkan Check-Up dari tenaga medis yang berpengalaman. Dan untuk pemeriksaan gratis tis tis, pemeriksaan yang bisa pengunjung dapatkan ialah cek lemak tubuh, cek osteoporosis, cek kolestrol, cek asam urat dan juga cek kadar gula darah. Cukup menarik bukan? Bagi anda yang berencana berwisata ke Kota Batu pastikan anda tidak melewatkan Museum unik ini yaaa!

6. Museum Anak Kolong Tangga
Kangen dengan mainan jadul? Datang saja ke Museum Anak Kolong Tangga di daerah Yogyakarta. Di museum yang dibangun oleh Rudi Corens ini terdapat 10.000 buah mainan tempo dulu baik dari Indonesia maupun negara-negara lainnya. Museum mainan pertama di Indonesia ini dibangun karena rasa kekhawatiran Rudi Corens akan punahnya mainan tradisional seiring makin berkembangnya mainan-mainan modern. Saat datang ke Museum Anak Kolong Tangga, kamu tentu akan seperti kembali ke masa kecil karena bisa melihat serta memainkan mainan tradisional yang ada di sini, seperti congklak, gasing, enggrang, kuda-kudaan kayu, dan masih banyak lagi. Museum Anak Kolong Tangga berlokasi di Bawah Tangga Gedung Konser Taman Budaya Jalan Sriwedari No. 1 Yogyakarta. setiap selasa hingga hari minggu Museum Anak Kolong Tangga buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

usemayjourney

Sumber : usemayjourney

Museum ini gratis untuk anak usia dibawah 14 tahun loh, klo diatas itu mesti merogoh kocek Rp. 4.000/orang. Oooh iya hampir lupa bagi kamu yang hobby dengan cekraat cekreet foto disarankan banget niih setelah terpuaskan dengan hobby berfotonya sediakan uang Rp 5.000 sebagai donasi pengambilan foto. (

7. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH
Kalau di Jakarta ada Hospital Restoran, nah di Surabaya ada Museum Kesehatan yang pertama kali di rintis oleh Dr.dr. Haryadi Soeparto DOR Msc pada tahun 1990-an sebagai Rumah Sakit Kelamin Indrapura. Pada tahun 2004 Rumah Sakit Kelamin Indrapura beralih nama menjadi Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH.
Museum Kesehatan ini berisikan koleksi alat-alat medis dan non medis. Yang membuat museum ini unik adalah koleksi alat-alat non medis nya yang terkesan aneh seperti jelangkung, air terapi Ponari, nini thowok, dan hasil rontgen yang menunjukkan adanya jarum di tubuh manusia. “hiii serem

eastjava

Sumber : eastjava

Karena menyimpan benda-benda tradisional yang Nampak mistis tak sedikit pula beberapa pengunjung menjulukin museum ini sebagai Museum Santet Indonesia. Museum ini berlokasi di Jalan Indrapura No.17 Surabaya. HTM Rp. 1.500/orang, di buka untuk umum 08.00 – 15.00 WIB (Senin – Jumat) 09.00 sampai 14.00 WIB (Sabtu – Minggu) dan tutup saat hari libur Nasional. Ini tempat recommended baget bagi kalian yang suka hobby cekraak ckreek hihhih

Museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan yang berisi bahan pustaka seperti majalah, kaset rekaman, rekaman video yang berhubungan tentang dunia kesehatan baik modern maupun tradisional. Bahan-bahan pustaka di museum ini bisa menjadi referensi bagi mereka yang sedang menempuh studi mengenai kesehatan.

8. Museum Kanker Indonesia
Tepat 3 tahun sudah usia dari Museum Kanker yang didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada tanggal 2 November 2013. Total ada 30 buah alat peraga kanker yang dipamerkan di Museum ini yang terdiri dari alat peraga Sel Kanker Tulang, Kanker Payudara, Kanker Sel getah Bening, Kanker Paru-paru dan Sel kanker lainnya. Museum ini dilengkapi Double Headed Microscop untuk melihat sel kanker, serta berbagai peraga terkait sel kanker lainnya.

wulankenanga

Sumber : wulankenanga

Museum ini menyajikan statistik jumlah penderita kanker serviks yang meninggal di seluruh dunia. Saat bulan Febuari 2016, penulis menyambangi Museum ini tertulis 144.345 perempuan menjadi korban kanker serviks. Menurut data, setiap tahun penderita kanker di Indonesia mencapai tidak kurang 15.000 orang. Dari jumlah itu, setiap hari terdiagnosa 40 perempuan yang mengalami kanker serviks dan 20 orang meninggal dunia. Buka setiap hari pukul 10.00 – 16.30 WIb dan berlokasi di jalan Kayun 16-18 Surabaya.

9. Museum Pasifika
Museum yang satu ini sangat unik sekali, karena mengkoleksi segala perbedaan dari beragam suku yang ada di Asia dan Pasifik. Dengan benda pajangan seni yang beraneka macam, rasanya butuh waktu panjang untuk benar benar menggali ilmu di museum pasifika ini kawan. Penulis sudah 3 kali bolak balik selama 3 hari berturut turut aja masih kuraang, heheh curcol dikit
Terdapat 11 paviliun yang bisa ditelusuri. Mulai dari Indonesia, Indochina, Indo-Eropa sampai Polynesian. Karya seni yang begitu banyak melatar belakangi suku yang begitu menarik mampu membuat museum ini layak dikunjungi ketika sedang berpelesir ke pulau Dewata.

Museum pasifika sempat meraih Wonderful Indonesia Award 2011 untuk kategori museum, dan memenangkan Travellers Choice 2013 di peringkat ke-2 dari 9 object wisata yang ada di kawasan Nusa Dua Bali oleh tripadvisor.co.id salah satu situs web terbesar di dunia. Dengan koleksi seni dari kepulauan pasifik berupa lukisan, patung, tekstil serta benda-benda antic lainnya. Terdapat lebih dari 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari 25 Negara di Asia Pasifik.

Museum ini didirikan pada tahun 2006 oleh Bapak Moetaryanto P dan Philippe Augier, yang beralamat di Complex Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Block P Benoa, Kuta Selatan. HTM Rp.70.000 (khusus bule klo local mah ½ nya aja he he) buka setiap hari pukul 10.00 – 18.00 WITA khusus Nyepi libur yaaaaaach heheh dari pada di tangkep pecalang(

Di kutip dari : Mann, Richard (2006). Treasure of Bali, A Guide to Museums in Bali. & www.museum-pasifika.com

10. Museum Ullen Sentalu
Museum yang beralamat di Jalan Boyong KM 25 kaliurang Barat, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menampilakan budaya dan kehidupan para Bangsawan Dinasti Mataram. Cukup membayar tiket masuk museum sebesar Rp 30.000 pengunjung sudah mendapatkan pemandu wisata, jamu Ratu Mas dan biaya parkir tentunya. Nah khusus pencinta selfie alay di Ullen Sentalu ini tidak diperkenakan biingiitz deh tuk mendokumentasikan di hampir sebagian besar area museum ini dikarenakan, museum ini bukan hanya sekedar museum yang memajang benda-benda peninggalan masa lalu melainkan banyak pula benda seni karya seniman-seniman modern yang tidak bisa sembarang di publikasikan.

Sebagian besar koleksi terdiri dari lukisan dan foto, serta tidak ada satupun label yang terpasang di depan setiap koleksi yang ada di museum ini, karena faktor konsep yang menekankan kepada kisah maupun peristiwa di balik setiap koleksi yang ada terkesan menjadikan sebuah fungsi pemandu sebagai pencerita kisah-kisah yang ada. Atas dasar konsep tersebut diharapkan para pengunjung yang berkunjung ke Ullen Sentalu dapat lebih menyerap informasi yang ada dari setiap koleksi-koleksi itu.

HTM Rp 30.000 (lokal-Dewasa) Rp 15.000 (anak-anak usia 5-16tahun) Ullen Sentalu di buka setiap hari Selasa sampai Minggu pukul 08.30 – 16.00 WIB dan hari Libur Nasional tetap buka.

Jadi, masih ada yang merasa kuno dan menganggap pergi ke museum itu hal yang membosankan?

Created by : Berli

Tags

BerlianSelig

Jangan biarkan dunia merubahmu tapi berusahalah dunia yg mengubah kita

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close