Home / Blog / Alam & Taman / Tugu McArhutr Saksi Perang Dunia II yang Tak Terlupakan di Papua

Tugu McArhutr Saksi Perang Dunia II yang Tak Terlupakan di Papua

Keindahan Panorama dan Kisah Sejarah Menarik di Tugu McArthur

Jayapura sebagai ibukota dari Provinsi Papua memiliki sekian banyak obyek wisata yang sangat menarik, namun ada satu yang wajib untuk didatangi. Anda belum dianggap datang ke Jayapura bila belum mengunjungi obyek yang satu ini. Obyek ini adalah Tugu McArthur di wilayah Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Foto by Diary Ainun

Papua tidak selalu menjadi tujuan wisata yang kaya dengan alamnya yang tidak duanya di dunia. Tanah Papua juga menyimpan banyak kisah mengenai Perang Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II. Satu di antaranya cerita mengenai Douglas MacArthur, jenderal besar Amerika Serikat yang tersohor dengan strategi ‘Loncat Katak’ saat Perang Pasifik, rentang tahun 1941-1945. Hal ini terkait penyerangan sekutu terhadap Jepang yang saat itu menguasai sebagian besar wilayah Filipina.

Jenderal Macarthur menyusun strategi yang sangat unik yaitu strategi berasal dari atas Gunung. Pasukan Sekutu membangun markas di Ifar Gunung setelah mendarat di Teluk Humboldt atau Teluk Hamadi pada 22 April 1944. Di atas Ifar Gunung itulah terdapat Tugu MacArthur. Inilah sebab mengapa Tugu peringatan ini mengambil nama salah satu Jenderal Besar yang dimiliki Amerika Serikat hingga saat ini. Tugu MacArthur berbentuk pentagon atau segi lima dengan cat berwarna kuning dan hitam serta beberapa tulisan.

Keistimewaan Tugu MacArthur tidak hanya pada kisah sejarah yang terjadi pada masa lalu. Di Tugu ini, panorama indah distrik Sentani berikut Danau Sentani yang sangat indah pun menjadi menu utama untuk dinikmati. Deretan pegunungan, Danau Sentani yang memesona, Bandara Internasional Sentani, dan juga kota distrik Sentani layak untuk menjadi primadona dari obyek wisata yang satu ini. Tidak lupa, gugusan pulau-pulau kecil di tengah Danau Sentani pun menambah cantik lukisan agung Sang Penguasa Semesta.

Foto by raynardsanito

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Tugu McArthur adalah sore hari ketika menjelang matahari terbenam. Bila cuaca cerah, Anda dapat menikmati bulatnya matahari yang memancar di langit hingga tenggelam di antara pegunungan yang menghampar. Anda bisa duduk di atas tempat duduk yang di buat dari beton. Beton ini di buat oleh sekutu yang menghadap ke Danau Sentani dan Bandara Sentani. Tugu MacArthur menjadi tempat wisata bersejarah yang banyak di kunjungi bagi warga lokal maupun wisatawan.

Namun para pengunjung tak dapat sembarangan masuk. Jika anda ingin masuk pada tugu ini anda harus benar benar melewati syarat syarat yang ditentukan oleh penjaga tugu tersebut. Wisatawan biasanya akan di periksa terlebih dahulu di pos pemeriksaan Rindam (Resimen Induk Kodam) XVII dengan menyerahkan tanda identitas, setelah itu baru di izinkan masuk. Anda tidak dipungut biaya sepeser pun untuk memasuki wisata ini.

Untuk mencapai obyek wisata Tugu McArthur, Anda harus sedikit melewati jalanan berliku dan menanjak, kira-kira 15 menit dari Bandara Sentani dengan menggunakan kendaraan bermotor. Perjalanan ke lokasi ini pun harus melewati komplek militer karena terletak satu wilayah dengan Resimen Induk Kodam Cendrawasih. Namun demikian, segala jerih lelah menuju tempat ini akan terbayar dengan keindahan panorama dan kisah sejarah menarik di Tugu McArthur.

About RARA.diandra

Check Also

Bukit Holbung Tuktuk, Si Cantik Dari Sumatera Utara

Bukit Holbung. Taukah kamu Bukit Holbung ? Ituloh, Bukit Cantik bak Bukit Teletubies yang ada …