Alam & TamanEditor PicksGunungLiputan Trip

Pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng Part 6

 

Patak Banteng adalah sebuah desa di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah yang dianugerahi pemandangan gunung, bukit-bukit dan hamparan sawah serta kebun yang sangat indah. Dengan jalur pintas yang pendek menuju Gunung Prau yang ditempuh tidak lebih dari 3 jam, pendakian  melalui desa ini selalu ramai dan sangat diminati oleh pendaki dari berbagai daerah di Indonesia.

Gunung prau tergolong pendek yaitu 2565 meter diatas permukaan laut (mdpl), namun memiliki pemandangan alam nya sangatlah indah jika kita sampai di puncaknya. Gunung ini tidak memiliki kawah, karena masih tergolong sebagai gundukan bukit, bukit itu biasa disebut Pendaki sebagai Bukit Teletubis dan gunung prau sendiri terkenal dengan sunrise yang indah dan view malam yang biasa disebut sebagai hotel beribu bintang.

Sebelum mendaki, para pendaki wajib melalui Basecamp yang berada di balai desa Patak Banten dan setelah sampai di basecamp, para pendaki wajib mendaftarkan diri untuk sebagai izin mendaki sebesar Rp 10.000,- / orang dan menyiapkan perbekalan selama diatas gunung. Nah yang menjadi nilau plus dari gunung ini adalah izin pendakiannya. Perizinan di gunung prau ini tidak serumit gunung-gunung lain, hanya membayar uang cash dan diberi karcis pendaki sudah bisa langsung berangkat menuju puncak tapi tetap mematuhi larangan-larangan selama perjalanan maupun selama di puncak.

Nah, itulah sebagian alasan yang menjadikan suatu komunitas traveling dari Backpacker Jakarta melakukan pendakian yang kesekian kalinya yaitu part 6. Dengan biaya sharecost yang masih cocok dikantong yaitu sebesar Rp 280.000,- membuat banyaknya peserta yang berminat untuk tergabung dalam pendakian ini.

Cahya sebagai CP dan Apri serta Ramdhan yang membackup pendakian ini pun membawa 22 peserta pada tanggal 16 – 18 Desember 2016. Berangkat dari sekret jam 22.15 dan macet di brebes hampir 12 jam tidak mengurungkan niat para peserta serta cepe untuk tetap bersemangat menggapai atap Jawa Tengah ini.

Cepe : Cahyadi Arif @cahyadiarf

Dengan menghabiskan waktu berjam jam di Bus, akhirnya semua peserta dan CP pun tiba di basecamp pendakian gunung prau via patak banteng  pada jam 20.00. Setelah repacking dan meluruskan sedikit badan serta kembali mengumpulkan tenaga, pendakianpun dimulai pukul 22.10 dan sampai dipuncak pukul 00.30. Hanya dengan bermodalkan tenaga, tekad dan kebersamaan, pendakian  yang ditemani dengan suhu cuaca yang dinginpun berhasil dilewati oleh semua peserta walaupun ada yang mengalami sedikit cedera tidak membuat peserta tersebut patah semangat.

Setelah berada dipuncak yang dingin, tradisi setiap pendaki adalah memasak mie instan yang memang merupakan salah satu makanan favorite dikalangan pendaki, selain hangat dan murah tetapi juga merupakan makanan yang cepat saji. Tetapi berbeda dengan pendakian kali ini!! Beda nya adalah mereka tidak mengkonsumsi mie instan melainkan menggantinya dengan buha seperti Apple, Kiwi dan makanan lainnya seperti Nasi, Nugget, Chiken Wings, Sosis, Roti Panggang pakai Kornet, Agar agar dan lain sebagainya.

Setelah menikmati sunrise serta mengisi perut dan tenaga kembali full, semua peserta siap turun pukul 09.30 melalui kali lembu dan melewati Bukit Teletubies sambil mengabadikan moment yang tiada henti henti nya. Kenapa ? yap, itu semua karena di sekitaran bukit terdapat view yang benar benar sangat memanjakan mata. Karena hanya dengan melihat keindahan didepan mata dengan telanjang mata sudah membuat kalian berkata this is amazing place and will be unforgetable moment! Dengan view yang beraneka ragam dimulai dari gunung merbabu, sindoro, sumbing dan slamet akan membuat memory kamera kalian full! :D

Setelah sampai di basecamp kali lembu jam 11.00 siang, para peserta masih menyempatkan diri membeli makanan khas wonosobo yaitu Carica dengan harga Rp 15.000,- / pax dan makan bakso dengan harga Rp 5.000,- / porsi setelah ini melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan tiba di sekret jam 01.45 pagi. Duh, ini sangat mencerminkan slogan dari Bpj ya gaes yaitu susah senang dirasakan sama sama :’)

In short, Gunung Prau termasuk gunung yang tidak terdapat mata air, jadi untuk para kalian diharapkan membawa persediaan air yang banyak agar tidak kekurangan dan tidak ingin terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Dan memenuhi kebutuhan mendaki yang layak, melengkapi peralatan yang safety agar tidak merugikan team atau diri sendiri. Mendakilah dengan mempatuhi semua aturan yang telah diberikan, karena gunung bukan tempat pribadi, melainkan tempat umum yang harus kita jaga bersama-sama.

So, total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sampai ke Puncak Gunung Prau adalah sekitar 3 s/d 4 jam. Kita tidak perlu buru-buru karna akan banyak sekali keindahan yang kita dapatkan saat mendaki Gunung Prau via Patak Banteng. Saat sudah di puncak, silahkan nikmati keindahan Bukit Teletubbies, kemegahan duo Gunung Sindoro dan Sumbing, gumpalan awan putih serta embusan angin gunung yang menerpa wajah. Semua akan menyadarkan kita bahwa kita hanyalah makhluk kecil di alam semesta yang maha luas.

Referensi by : http://www.exploregunung.com; http://www.yukpiknik.com; http://infopendaki.com/
Tags

febeshinta

Hi, I'm Febe Sinta Franciska, author of www.febeshinta.com and also www.backpackerjakarta.com; Besides that, I like writing and photography. So, I can share my experience and capturing a perfect moment as long as I travel. If you want to know my daily activities and where I am going, just follow my Instagram @febe_shinta Please enjoy both of this website with a cup of coffee or tea! Happy reading! Me love you all :)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close