Alam & TamanLiputan TripSeni & Budaya

Mengenali Budaya Indonesia With Trip Baduy Luar Part 4 BPJ

Taukah kalian?  Jika sebagai warga Indonesia sudah tugas  kita untuk lebih mengenal  keanekaragaman dan potensi kebudayaan juga keindahan negara kita Indonesia, agar selanjutnya kita bisa dengan bangga memperkenalkan Indonesia seutuhnya pada dunia.

Indonesia oh Indonesia, Negara dengan segala keanekaragaman yang luar biasa di dunia, Negara dengan potensi kebudayaan dan keindahan wisata yang luar biasa di dunia dan Negara yang dikenal dengan keramahtamahan warganya yang luarbiasa di dunia…

Yuk Travelers,  Kita mulai lebih mengenali Indonesia!

Kita mulai dari Indonesia bagian mana ya? Pulau mana dulu nih yang bakal kita cari tau dan telusuri? Kota mana pula yang bakal kita kupas lebih dalam kali ini? Penasaran pastinya kan travelers??

Yuk Simak yaa!!

(Sudah diputuskan.. hihi) Kali ini kita mulai dengan mencari tahu apa saja yang bisa kita temukan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Kenapa Banten? Yaps Travelers, karena di Kabupaten Lebak, Banten ini ada  suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang masih sangat memegang erat adat istiadatnya. Ayo suku apakah itu??

Yaps Travelers, suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang masih sangat memegang erat adat istiadatnya di Kabupaten Lebak, Banten adalah Suku Baduy. Yuk cari tau sejarahnya dulu yaa Travelers, Kenapa dinamakan Suku Baduy, Seperti apakah mereka?

Dikutip dari id.wikipedia.org Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden).

Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam. Sedangkan untuk wilayah Baduy Luar foto masih diperbolehkan.

Berhubung antusias luar biasa, akhirnya Trip Baduy Luar Part 4 With BPJ kembali digelar pada hari Sabtu- Minggu, 3-4 Desember 2016. Trip yang ke-4 kalinya ini telah membuktikan bahwa masih banyak orang-orang Indonesia yang ingin mengetahui kearifan kebudayaan lokal yang masih dijunjung tinggi oleh salah satu suku adat ini yakni Suku Baduy.

Trip Baduy Luar Part 4 With BPJ ini dikomandoi oleh para Cepe Keceh BPJ yakni Kak Isno dan Kak Diwan. Jumlah peserta yang ikut ada 30 orang, dengan biaya trip Rp 140.000,- per orang dengan jadwal mepo di stasiun Tanah Abang jam 07.00 WIB. Namun, mulai berangkat dari stasiun Tanah abang jam 08.00 WIB menggunakan Kereta Rangkas Jaya, kemudian tiba jam 10.00 WIB.

Sesampainya , disana banyak aktivitas yang dilakukan seperti melihat keseharian suku baduy, diskusi dan makan bersama, melihat wanita baduy menenun, bermain air di kali, menginap dirumah urang baduy. Terlihat semua peserta  senang luar biasa, bisa mengenal suku baduy, bercengkrama bersama, dan bisa bermain bersama mereka.

Meskipun memang ada satu destinasi yang terlewatkan dikarenakan factor cuaca , dimana hujan turun dan tak kunjung reda. Semua peserta Trip Baduy Luar Part 4 With BPJ ini masih sangat menikmati perjalanan yang telah dilalui bersama-sama ini. Banyak momen yang bisa diingat, banyak momen pula yang bisa dibawa pulang untuk diceritakan kembali pada sanak keluarga di rumah.

So, tunggu apalagi segera jadwalkan untuk kesana, cari tau dan telusuri salah satu kearifan kebudayaan lokal Indonesia,yakni Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten karena INDONESIA Itu ISTIMEWA!

See NEXT TRIP! :D

Created by : Fitri Yuhana (@fittriyuhanna) – 08 desember 2016  Pukul 13.36 WIB

Tags

Fitri Yuhana

Mojang Bandung yang hobi melangkahkan kaki ke segala penjuru arah mata angin dan memiliki banyak hobi lain yakni, bercerita, berteman dengan anak-anak, menulis, meliput dan memotret. #langkahkakiFYn

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *