Museum & Sejarah

Menyingkap Sejarah Menara Air Tirtanadi Medan

Dahulu kala bangunan ini pernah menjadi Landmark kota Medan. Namun, karena dikelilingi oleh rumah-rumah padat penduduk, bangunan tua ini tak lagi menyandang gelar tersebut. Bangunan yang sedang kita bicarakan sekarang adalah Menara Air Tirtanadi.

new-image2

Sumber : detiktravel

Menara air ini dibangun oleh perusahaan air milik kolonial Belanda bernama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih. Merasa familiar dengan namanya? Yup, ada tiga kata dalam bahasa Belanda tersebut yang kini sering kita gunakan sehari-hari yakni Leiding (air ledeng) dan Ajer Beresih (air bersih). Bisaan banget, yah, melesetin namanya :D

Oia, menara ini difungsikan sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Medan. Meski begitu, tidak semua kalangan bisa menggunakan air tersebut. Pada masanya, air yang berasal dari menara ini hanya boleh dipakai olek kalangan menengah ke atas saja, sementara kalangan menengah ke bawah masih mengandalkan sumur-sumur untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.

new-image4

Sumber : hariananalisadaily

Tapi sekarang keadaannya sudah berubah. Menara air ini sudah resmi menjadi milik anak negeri (PDAM Tirtanadi) dan semua orang sudah bisa memanfaatkan air yang berasal dari menara ini. Bahkan kita bisa, lho, menghilangkan haus dahaga karena PDAM menyediakan air yang bisa langsung diminum oleh masyarakat yang sedang mengunjungi area ini.

Meski usianya sudah seabad, warisan sejarah yang memiliki tinggi 42 meter ini masih berdiri kokoh dan pastinya bisa kamu jadikan destinasi wisata saat melancong ke kota Medan. Disarankan, sih, untuk mengunjunginya pada malam hari karena banyak lampu-lampu yang menghiasi menara dan membuat suasananya menjadi lebih romantis hehehe.

new-image3

Sumber : tobainternationaldetour

Lokasi Menara Air Tirtanadi termasuk strategis karena letaknya di persimpangan Jl Sisingamangaraja 1. Pokoknya dekat dengan Soeichi International Hotel. Untuk menuju ke sana, kamu bisa naik betor dari lapangan Merdeka, lalu turun di depan Istana Maimun atau di depan Taman Sri Deli. Harga ongkosnya sekitar Rp 10.000.

Sources:

https://id.wikipedia.org/wiki/Menara_Air_Tirtanadi

http://travel.detik.com/read/2015/11/24/155400/3067599/1025/menara-air-tirtanadi-pernah-jadi-ikon-kota-medan

Created by: Tia Purbaningrum

Tags
Show More

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *