Danau & Sungai

Danau Nan Indah di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) – Danau Lau Kawar

Halloooo sobat travelers!

Berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah konservasi paling penting di muka bumi. KEL ini terbentang di 4 kabupaten di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Langkat, Dairi, Karo, dan Deli Serdang. Ekosistem ini merupakan tempat perlindungan terbesar dari hutan hujan Malesiana yang belum terganggu di dunia dan di dalamnya memiliki jumlah fauna terbanyak di kawasan Asia.

5

Berbicara mengenai Kawasan Ekosistem Leuser, danau cantik yang nanti akan kita bahas juga berada di kawasan ini loh sobat travelers. Yuk kita simak ulasannya!

Danau Lau Kawar

Selain Danau Toba Sumatera Utara juga memiliki danau-danau yang tidak kalah indahnya dengan Danau Toba, salah satunya adalah danau Lau Kawar. Danau ini berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di desa Kutagugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Danau yang memiliki luas lahan sekitar 200 hektar ini menjadi salah satu objek wisata alam yang banyak dikunjungi.

4

Danau ini terletak 70 km dari kota Medan dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam jika menggunakan motor. Akses jalannya juga mudah dilalui karena jalanan sudah beraspal dan penunjuk arahnya jelas dan mudah dipahami. Selain itu pemandangan selama dalam perjalanan menuju danau Lau Kawar juga indah loh sobat travelers. Kita sudah bisa melihat gagahnya Gunung Sinabung yang kokoh berdiri di tanah Sumatera Utara, kita juga bisa mengunjungi desa Lingga untuk melihat rumah adat Karo yang sudah berumur ratusan tahun. Wisata ke danau Lau Kawar termasuk wisata yang murah meriah karena tidak dikenakan biaya masuk, gratis bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke danau ini. Asal harus jaga kebersihan yaa sobat travelers.

Karena danau ini terletak di kaki Gunung Sinabung tentu saja tempat ini banyak dikunjungi oleh para pendaki yang hendak menaklukan puncak Gunung Sinabung, area tepi danau bisa digunakan sebagai tempat berkemah bagi para pendaki sebelum mereka melanjutkan pendakian.

1

Kita juga bisa menikmati pemandangan air danau yang berwarna hijau akibat pembiasan bukit-bukit yang ada disekitarnya, bisa juga menyewa perahu boat untuk berkeliling danau, ataupun menikmati keindahan mengelilingi danau ini dengan rakit bambu yang biasa digunakan warga sekitar untuk memancing. Tenang saja danau Lau Kawar ini bebas dari buaya kok sobat travelers.

Danau Lau Kawar juga merupakan wisata yang aman karena di tepi danau dipasang batu brojong yang bertujuan untuk menahan erosi serta terdapat besi pembatas untuk mencegah pengunjung tercebur. Walaupun Gunung Sinabung sempat meletus di tahun 2010, 2013, dan 2014 hal ini tidak terlalu berdampak pada wisata Danau Lau Kawar karena danau ini masih tetap indah dan udaranya sejuk.

Sooo tunggu apalagi! Yuk berkunjung ke danau Lau Kawar.

Legenda Danau Lau Kawar

Dibalik keindahannya ternyata danau Lau Kawar menyimpan sebuah legenda yang penuh dengan pesan moral. Menurut cerita rakyat Sumatera Utara yang sudah turun temurun dahulu kala ada sebuah desa yang bernama Desa Lau Kawar, desa ini sangat subur dan dikelilingi oleh pemandanga alam yang indah. Suatu hari penduduk desa itu mengadakan suatu acara adat sebagai bentuk rasa syukur. Semua penduduk desa menghadiri acara tersebut tetapi ada seorang nenek yang tidak ikut hadir karena kondisi tubuhnya yang melemah. Si nenek ternyata belum makan seharian sehingga ia tidak memiliki tenaga bahkan untuk berjalan.

3

Si nenek berharap anak lelaki beserta keluarganya mampir ke rumah dan mengajaknya ke acara tersebut. Namun anaknya tidak kunjung datang, nenek merasa sedih karena tidak ada yang memperhatikan dirinya. Dan ketika acara adat itu selesai si anak baru ingat kepada neneknya. Iapun meminta cucunya membungkus makanan agar diberikan kepada nenek. Di tengah perjalanan karena merasa lapar makanan yang tadi dibungkus dimakan oleh cucu sang nenek.

Sang nenek terkejut sekaligus senang ketika cucunya datang membawakan makanan. Tetapi rasa senang itu tidak bertahan lama ketika sang nenek mengetahui bahwa isi bungkusan itu adalah sisa makanan. Nenek itupun memanjatkan doa kepada Tuhan, ia berharap bahwa Tuhan membalas kedurhakaan anaknya. Beberapa hari kemudian terjadilah gempa bumi, petir menyambar ke tanah,  dan hujan turun tak henti-hentinya. Hujan turun begitu deras sehingga dalam waktu sekejap desa Lau Kawar sudah terendam dan menjadi sebuah danau yang kemudian dinamakan oleh penduduk sekitar sebagai Danau Lau Kawar.

2

Pesan Moral:

Legenda Lau Kawar memberikan pesan penting bagi kehidupan manusia terutama bagi seorang anak, seorang anak harus berbakti kepada orang tua. Seorang anak tidak boleh mengabaikan orang tuanya karena tanpa mereka kita bukanlah siapa-siapa sobat travelers.

Sumber: Medan wisata, Wikipedia, Joko Warino Blog, Objek wisata medan terbaik, www.indonesia-tourism.com, way 2 east, icosop.usu.ac.id

Created by : Budi

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *