Alam & TamanPulau

Gili Petagan, Amazone Dilombok Timur

Gili Petagan merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi saat anda berada di Lombok. Tempat ini dapat diakses dari Pelabuhan Lombok dengan angkutan umum yang mengantar ke kawasan Gili Lampu. Di pantai Gili Lampu terdapat banyak nelayan yang bisa mengantarkan menuju Gili Petagan. Jika ingin menjelajahi Gili dengan kumpulan bakau yang indah ini kita harus menunggu saat air laut tidak surut. Jika air laut surut maka bisa dipastikan perahu yang kita tumpangi akan kandas. Pemandu bisa menjelaskan kapan air laut tidak surut dan kita bisa menjelajah.

foto : diditpharm.blogspot
foto : diditpharm.blogspot

Letak Gili Petagan bersebelahan dengan Gili Bidara dan Gili Kapal. Gili Petagan terkenal dengan pemandangan hutan bakau yang sangat memukau, seperti berada di Amazon. Hutan ini merupakan peninggalan dari penduduk Jepang, kini keberadaan Gili Petagan menjadi daya pikat wisata di Lombok Timur. Sejauh mata memandang, anda dimanjakan oleh hamparan padang lamun dan terumbu karang yang indah, dan dikelilingi oleh birunya air laut.

foto : caderabdul.wordpress
foto : caderabdul.wordpress

Sensasi terpukau akan anda dapatkan saat perahu melaju karena mata dimanjakan oleh lorong-lorong bakau yang memanjakan, sensasi berada di hutan Amazon. Pemandu akan menjelaskan bahwa di area ini aman, dan terbebas dari gangguan binatang liar. Dari kawasan hutan bakau anda bisa melihat pemandangan indah di sebelah barat. Gunung Rinjani tampak gagah menjulang. Pemandangan biru hijau Rinjani serasa menyegarkan mata.

foto : caderabdul.wordpress
foto : caderabdul.wordpress

Di gili Petagan kita menghirup udara nan bersih sambil memmandangi ikan-ikan kecil bermain di perairan dangkal. Menyusuri lorong bakau, kami menemukan areal luas seperti danau di tengahnya. Di “danau” yang dikelilingi pohon bakau ini terdapat bakau-bakau yang terpisah dan tumbuh di tengahnya. Menakjubkan bukan?

foto : caderabdul.wordpress
foto : caderabdul.wordpress
Tags

Hanindi Fajrina Tri Hardi

Pemburu fajar, perindu senja, dan penikmat kesunyian yang terkadang menulis dan membidik karena hobi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close