Museum & SejarahSeputar TravellingUncategorized

Benteng Marlborough Bengkulu, Bukti Peninggalan Bangsa Inggris

Benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara

Salah satu objek wisata di Kota Bengkulu yang cukup populer di kalangan para wisatawan adalah Benteng Marlborough. Benteng ini merupakan salah satu warisan peninggalan jaman kolonial Inggris di Kota Bengkulu. Benteng ini sendiri dibangun oleh pemerintahan Inggris sekitar Tahun 1713 hingga Tahun 1719. Nama benteng ini diambil dari salah satu nama pahlawan besar Inggris yaitu John Churchill Duke of Marlborough.

foto : @susanto003

Benteng Marlborough merupakan benteng terbesar di bengkulu yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris semasa penjajahannya di Asia Tenggara, benteng ini termasuk benteng pertahanan inggris yang cukup kuat. Konstruksi bangunan Benteng ini memang sangat kental dengan corak bangunan menggunakan arsitektur Inggris padan Abad ke-20 yang megah dan mapan.

Sumber foto by instagram @hotelsantikabengkulu

Keistimewaan Benteng Marlborough terletak pada struktur bangunannya yang terdiri dari bagian-bagian yang sangat lengkap. Benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki bastion (gedung jaga) di keempat sudutnya. Untuk memasuki bangunan induk di dalam benteng ini, pengunjung harus melewati pintu masuk utama berbentuk lengkung sempurna yang terletak di sisi barat daya. Namun, sebelum sampai di bangunan induk, pengunjung harus melewati jembatan terlebih dahulu yang menghubungkan antara pintu masuk dengan bangunan induk karena benteng ini dikelilingi oleh parit yang bentuknya mengikuti bentuk bangunan benteng.

Dilihat dari atas (foto: @love.bengkulu)

Lokasi Benteng Marlborough berada tidak jauh dari pusat Kota Bengkulu. Untuk mencapai lokasi wisata budaya ini hanya memerlukan perjalanan selama tidak lebih dari 1 jam perjalanan. Untuk bisa berada di lokasi benteng ini, kamu dapat memanfaatkan berbagai macam transportasi umum maupun pribadi yang tersedia di pusat Kota Bengkulu.

foto : @nature_lovers1010

Lokasi Benteng ini pada jaman Kolonial Inggris sengaja dibuat di pusat kota dan juga dekat dengan daerah pantai. Hal ini dikarenakan, pada kala itu, benteng ini merupakan pusat pemerintahan di Kota Bengkulu sehingga memerlukan akses transportasi yang mudah dan juga cepat ke daerah perairan ataupun pantai.

foto : @gdsco

Selain menjadi tempat wisata, Benteng Marlborough juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukan penelitian tentang sejarah. Setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat bersejarah ini dapat menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke pantai Paderi dan pantai Zakat yang terletak tidak jauh dari Benteng Marlborough.

foto : @dafitsukamemotret

Ada beberapa peninggalan sejarah yang menarik ketika kamu mengunjungi benteng ini, seperti :

1. Ruang Tahanan

foto : @loistangel

Ruang Tahanan adalah salah satu tuang yang paling menyeramkan dari Benteng Marlborough Bengkulu ini. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat menampung para tahanan pada masa penjajahan.

2. Meriam

foto : @ma_potret

Sebuah senjata peninggalan inggris yang pada masanya digunakan untuk peperangan. Terdapat 4 meriam yang diletakkan di tempat terpisah, yaitu dua meriam diletakkan disebelah utara dan dua lainnya diletakkan disebelah timur.

3. Gudang Persenjatahan
Tempat yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan persenjataan oleh pemerintahan Inggris, yang termasuk didalamnya adalah meriam.

4. Terowongan
Benteng ini juga memiliki terowongan bawah tanah yang berfungsi sebagai penghubung keluar. Di antaranya adalah terowongan bawah tanah yang menuju ke Pantai Panjang, Tapak Padri, dan Gedung Daerah (Istana Gubernur). Tetapi karena tidak terpelihara, terowongan-terowongan tersebut akhirnya menjadi tertutup dengan sendirinya.

Tags
Show More

Desi kurniawati putri

Hi, perkenalkan, Aku bekerja di perusahaan swasta sebagai Assiten R&D Staff Devisi Laborat Kimia. Motivasi hidup aku saat ini : I do my best to be a good one. Insha Allah, Semoga artikel aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan bisa menjadi kenangan terindah dikemudian hari. Thank you. Follow my instagram : @desi.kurniawatiputri

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *