Alam & TamanBlogSeputar TravellingUncategorized

Batang Tabik: Pemandian Alam Yang Masih Bertahan

Batang Tabik merupakan nama sebuah Jorong di Kenagarian Sei Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Letaknya berjarak ± 5 km dari kota Payakumbuh, di pinggir jalan raya menuju Lintau.

Diberikan nama tersebut karena sesuai dengan kondisi wilayahnya. Terdapat sebuah mata air yang “Tabik” atau terbit dari dalam tanah, kemudian dibendung sehingga menjadi kolam. Menurut cerita setempat, airnya bersumber dari Danau Singkarak. Tempat wisata ini dikelola oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Batang tabik
Foto oleh: @exploreminang

Lokasi ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai satu-satunya pemandian di Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain sebagai tempat pemandian dan rekreasi, airnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air PDAM Kota Payakumbuh.

Baca juga: Pemandian Air Panas Sibanggor

Mata airnya mengalir terus tanpa henti. Tidak terpengaruh dengan musim, apakah itu kemarau atau penghujan. Tetap jumlah airnya tak berkurang dan mengalir sangat banyak. Jika dulunya tidak dibendung, mungkin saat ini daerah yang disebut Batang Tabik tersebut telah berubah menjadi sebuah danau.

Batang tabik
Foto oleh: @sudutpayakumbuh

Wisata Pemandian Batang Tabik ini sudah memiliki berbagai fasilitas yang bisa digunakan pengunjungnya. Fasilitas tersebut seperti toilet, musholla, dan ruang ganti pakaian. Tidak perlu khawatir akan lapar dan harus jauh-jauh berjalan, terdapat warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman.di sekitar area pemandian.

Batang tabik
Foto oleh: @gadihbujangpayakumbuh

Di Batang Tabik terdapat 3 kolam. 2 diantaranya sudah dikeramik, sedangkan 1 kolam dibiarkan tidak dikeramik (alami). Di kolam alami, pengunjung akan melihat banyak ikan. Kolam ini biasa disebut dengan kolam ibu. Bagi yang sedang ada di Payakumbuh, jangan lupa untuk mampir di pemandian Batang Tabik ini.

Sumber: wisatasumbar.net, talogondang.wordpress.com

Tags
Show More

Wina Zulfani

Masalah terbesar kita cuma satu: mati tidak masuk Surga

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *