Home / Blog / Seni & Budaya / Warga Desa Kopidil Alor Masih Mengenakan Pakaian Dari Kulit Kayu, Ini Dia Sejarahnya

Warga Desa Kopidil Alor Masih Mengenakan Pakaian Dari Kulit Kayu, Ini Dia Sejarahnya

Foto by Menatap Alor NTT

Dari judul nya aja udah menarik kan?

Cus yuk langsung aja ke topik pembahasan.

Desa Kopidil, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mempertahankan budaya yang sudah turun-menurun dari warisan leluhur nenek moyang mereka untuk mengenakan pakaian traditional yang terbuat dari kulit kayu.

Menurut kepala desa kopidil, dulu pada jaman nenek moyang, belom ada yang nama nya kain seperti saat ini, sehingga mereka harus menggunakan kulit kayu sebagai pakaiannya. Dan jenis kayu yang dipakai oleh masyarakat kabupaten alor ini adalah jenis kayu K.

Pakaian ini juga biasanya dipakai pada acara Pawai Karnaval serta Pergelaran Seni dan Budaya. Untuk proses pembuatan bajunya, setelah mengambil kulit kayu, kulit ari nya dibuang dan dijemur selama 3 hari. Setelah itu, barulah dijahit untuk model baju laki-laki dan perempuan.

Foto by Travel Kompas

Nah, untuk ketebalan baju dari kulit kayu ini tergantung cara kita memukul. Biasanya pakaian kulit kayu yang dihasilkan ini, dipakai hingga seumur hidup, sampai turun-temurun, asalkan jangan kena air. Kalaupun kena air, itupun langsung dicuci bersih kemudian dijemur kembali. Selain dibuat sebagai pakaian, kulit dari pohon K ini juga bisa dibuat tas dan topi.

Foto by Google

So, sampai dengan saat ini, masyarakat alor terus berusaha untuk tetap memperhatikan populasi pohon K agar tetap terjaga dengan baik dan tidak punah.

Referensi by http://www.nttsatu.com; http://travel.kompas.com/

Author : @febe_shinta

About febeshinta

Instagram : @febe_shinta

Check Also

Ini Dia Permintaan Unik Bocah Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival 2017

Dieng Culture Festival (DCF) 2017 merupakan penyelenggaraan yang ke delapan sejak dilakukan pertama kali tahun …