BlogQuality TimeSeputar Travelling

Untuk apa lagi ke luar Negeri, ayo di Negeri Sendiri.

Travelling adalah suatu kegiatan yang saat ini lagi digandrungi oleh beberapa kalangan. Semakin canggihnya teknologi, informasi mengenai destinasi wisata terbaru mulai menggeliat. Baik di dalam maupun luar negeri menawarkan berbagai macam destinasi yang pastinya menarik. Berbagai cara metode traveling digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada yang traveling dengan cara koper atau mewah tanpa harus repot-repot atau cara ransel yang dikenal dengan cara Backpacker yaitu metode travelling dengan low budget. Banyak komunitas traveling muncul seiring dengan perkembangan dunia jalan-jalan ini. Munculnya berbagai macam penyedia jasa traveling juga ikut menyemarakkan masa ini.

Dalam tulisan ini penulis tidak akan membahas bagaimana travelling, tips travelling ataupun destinasi travelling masa kini. Penulis dalam tulisan ini akan menyampaikan pendapat penulis secara pribadi. Dalam travelling tidak sedikit yang lebih memilih overseas dalam jalan-jalannya, atau lebih memilih ke destinasi luar negeri dalam agendanya. Kenapa? Apakah destinasi dalam negeri kalah bagus? Jawabnya bukan itu.. Yang jelas prestise yang menjadikan alasan pertama tujuan mereka ke luar negeri, apalagi media sosial sekarang lebih menjadikan kita orang yang gemar pamer kepada lainnya.

Dengan seseorang bisa ke Luar Negeri akan menaikkan pamornya, akan menjadikan orang itu terlihat lebih keren, lebih luar biasa ketimbang jika orang itu hanya pergi di dalam negeri. Prestise orang yang jalan-jalan ke luar negeri seakan menjadi magnet yang menjadikan orang kurang berminat untuk menjelajahi negeri sendiri. Ada yang salahkah dengan negeri ini?

Traveling ke Luar Negeri juga katanya lebih murah dibandingkan dengan di negeri sendiri, lebih praktis dan yang pastinya lebih mudah aksesnya. Terus apakah di negeri sendiri begitu susahnya untuk melakukan suatu perjalanan wisata?

Banyak juga para traveler yang menyimpulkan bahwa luar negeri lebih bersih, lebih tertata, lebih tertib dibandingkan dengan negeri sendiri. Yang pasti apapun alasan mereka penulis sedikit kurang setuju dengan anggapan itu. Mari kita coba ubah mindset tentang negeri sendiri yang konon katanya kurang tertata, kurang tertib dan kurang dibandingkan dengan negeri sebrang. Kita ubah bahwa negeri ini negeri yang butuh perhatian kita, negeri yang perlu kita tengok, negeri yang patut kita banggakan. Dan pastinya negeri yang wajib kita cintai.

Negeri kita adalah negeri yang sangat begitu besar, negeri kepulauan terbesar. Negeri dengan jumlah pulau terbanyak, sekitar 17.000 pulau. Pernah terbayang tidak jika kita tinggal sehari di setiap pulau di negeri ini artinya kita butuh 17.000 hari untuk tinggal di semua pulau yang ada di negri ini. Ini sebanding dengan 46 tahun. Bisa dibayangkan begitu besarnya negeri ini. Lalu kenapa negeri yang begitu besar ini kalah pamor dengan negeri sebrang?

Alam negeri ini luar biasa menakjubkan, budaya negeri ini luarbiasa sempurna dan kearifan lokal yang begitu indahnya seakan sirna Cuma gara-gara prestise belaka. Kurangnya jiwa memiliki negeri ini adalah yang menurut penulis salah satu masalah yang sedang di dera masyakarat kita. Jika kita merasa memilki yang tinggi sudah sepatutnya kita akan bangga dengan negeri sendiri, rasa bangga kita akan ditunjukkan dengan merawat menjaga dan melestarikan surga kecil yang turun ke bumi ini.

Tidak ada yang salah dengan negeri ini, hanya kita saja yang kurang menengok, kita kurang merawat, kita tak lagi melindungi dan tak menjadikan bangga pada diri kita akan negeri indah ini. Spot di negeri ini kurang terawat, lalu apakah salah spot tersebut? Bukan.. Salah kita yang tidak mau merawatnya. Wisata ini kurang tertata, salah objek wisatanya, bukan.

Kita lah yang sudah sepatutnya menatanya dengan baik, agar bisa menjadikan setaraf dengan yang ada di negeri sebrang. Malas kesana karena orang belum tau, dan tidak ada prestise nya. Ini lah yang justru kita mulai, kita mulailah berbangga dengan apa yang ada di negri ini, kita lah yang seharusnya mengenalkan kepada dunia luar akan potensi yang ada di negri ini.

Ketika negeri lain bangga dengan bangunan tingginya, patung indahnya, taman kerennya, kita lupa bahwa negeri ini punya itu semua, bahkan negeri ini punya segalanya yang negeri lain tidak punya. Berbagai macam patung peninggalan sejarah negeri ini tersebar di seluruh penjuru negeri, tingginya bangunan yang dibanggakan negeri lain masih kalah dengan tingginya gunung yang Tuhan anugerahkan kepada negeri ini, dan tersebar di berbagai wilayah negri ini. Taman buatan negeri lain yang terlihat mempersona masih kalah jauh dengan taman yang Tuhan titipkan kepada kita, lukisan alam tuhan yang bahkan belum ada di negri lain banyak ditemukan di negri ini. Lalu apa yang buat kita masih minder dengan potensi negeri ini?

Sudah sepatutnya kita mengabarkan apa yang negeri ini punya. Sudah sepantasnya kita menjadikan apa yang ada di negri ini sebagai tujuan utama perjalanan kita. Dan sudah seharusnya kita bangga apa yang dimiliki negara ini. Dengan segala kelebihan yang ada kitalah yang kurang akan merawatnya, kita lah yang kurang menjaganya, kita lah yang kurang mengetahuinya. Tidak ada yang kurang dengan negeri ini. Alam, budaya kearian lokal dan segala anugerah Tuhan yang dititipkan kepada negeri ini adalah kelebihan yang dipunyai negri kita.

Mungkin sebagian orang menjawab kurangnya pengelolaan yang intensif dari pemerintah menjadikan kurangnya potensi negeri ini. Benar, tidak bisa dipungkiri pengelolaan yang dilakukan kurang maksimal dibandingkan degan negeri lain. Tapi, apakah kita sadar, bahwa negeri ini begitu luas begitu besar, tidak seperti negeri lain yang luas wilayahnya tidak sebanding dengan negeri ini. Pastinya butuh waktu tenaga ekstra untuk mengelola negeri yang besar ini. Lalu dengan serta merta kita menyalahkan negeri ini karena kurangnya pengelolaan? Seharusnya kita sebagai anak negri, ikut berperan dalam pengelolaan aset negeri ini. Peranan kita tak harus ikut dalam membangun secara fisik potensi wisata negeri ini. Peranan kita yang sederhana adalah membangun rasa bangga akan potensi negeri ini, peranan kita merawat dan menengok potensi wisata yang ada di sekitar kita.

Dengan kita mengabar hal-hal baik akan potensi yang ada di sekitar kita, pastinya akan menjadi daya tarik orang lain untuk berkunjung.

Berwisata di negri sendiri mahal, aksesnya masih sulit. Lalu apakah kita diam saja? Itulah tugas kita mengabarkan bahwa ada potensi besar, sehingga ada instansi terkait untuk memperbaiki bahkan membuka akses untuk itu. Kita percaya efek media sosial sekarang ini begitu besar, oleh karenanya mari kita gunakan fasilitas ini untuk memperbaiki dan mengabarkan akan potensi yang ada. Penulis percaya pemerintah yang terkait pun akan merespon dengan baik akan adanya itu.

Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak semuanya untuk memulai perjalanan di negri sendiri, mulailah menengok potensi yang ada di negeri ini. Penulis mengajak agar kita semua mulai merawat yang ada di dalam negeri ini. Penulis mengajak untuk berbangga dengan negri ini. Dan menjadikan negeri ini tujuan utama untuk perjalanan kita. Tujuan utama untuk mengabarkan kepada yang lain bahwa negri ini sungguh luar biasa.

Penulis juga mengajak untuk sedikit mengurangi perjalanan ke luar negeri. Mari kita berpikir dua kali untuk pergi ke luar negeri, dengan ke luar negeri itu artinya kita memberikan mereka uang, materi kita. Mari sudah saatnya kita berikan materi kita untuk negeri sendiri, kita berikan kontribusi kita untuk negeri sendiri. Semakin sering kita berkunjung di dalam pelosok negeri, maka akan terbuka juga akses akses untk menuju ke pelosok tersebut. Mari kita kabarkan bahwa perjalanan di negri sendiri jauh lebih mengasikkan dibandingkan dengan perjalanan ke luar negri. Dan kita coba untuk sedikit menghilangkan prestise untuk sekedar ke luar negeri. Prestise yang ada di negeri sendiri jauh lebih baik dibandingkan dengan negeri lain.

Penulis setuju dengan anggapan orang yang menyampaikan bahwa kita harus belajar dari negara lain tentang pengelolaan objek wisata. Segala yang positif wajib kita terapkan juga di negeri ini. Yang penulis tekankan dalam tulisan ini adalah kebanggaan memiliki, kebanggaan berwisata di negri sendiri, kebanggaan akan apa yang dipunyai negeri ini. Mari kita tunjukkan bahwa potensi negeri ini luar biasa. Mari kita coba sedikit demi sedikit kurangi kunjungan ke negeri orang, mari kita tambah kunjungan kita di negri sendiri, negeri yang butuh 46 tahun untuk menyambangi semua pulaunya.

Penulis : Guruh Handoyo

Tags
Show More

Related Articles

1 thought on “Untuk apa lagi ke luar Negeri, ayo di Negeri Sendiri.”

  1. Sedikit kurang setuju dengan pendapat mengenai kenapa orang-orang pergi ke luar negeri, mohon maaf tujuan orang berbeda beda ketika traveling ke luar negeri. Apakah patut mengeneralisasi bahwa orang yang memilih bepergian keluar negeri itu berarti “pamer”. Banyak orang yang bermimpi untuk ke suatu tempat atau untuk merasakan suasana disana musim yang tidak dimiliki disini, ataupun untuk belajar melatih penguasaan bahasa mereka, masih banyak orang-orang yang memiliki tujuan utama kesana bukan hanya untuk pamer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *