Gunung

Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah

Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Dengan ketinggian yang mencapai 3.428 mdpl, gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di pulau Jawa setelah gunung Semeru, dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung ini juga terkenal sebagai atapnya Jawa Tengah.

gunung-slamet-jawa-tengah
foto : wikipedia

Gunung tertinggi kedua dipulau jawa ini berada dibeberapa kabupaten di Jawa tengah seperti Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Akses Menuju Gunung Slamet

1. Dari Purwokerto
Dari Terminal Bus Purwokerto kamu bisa naik bus tujuan ke Terminal Bobot Sari (Purbalingga). Dari Terminal Bobot Sari kemudian perjalanan dilanjutkan naik kendaraan Angkudes (Angkutan Desa) jurusan Bobot Sari – Pratin yang melewati Goa Lawa. Kemudian minta turun di BaseCamp Bambangan.

mt slamet 3

2. Dari Jakarta
Bisa Menggunakan bus tujuan Jakarta – Bobotsari (Purbalingga) turun di Serayu dan tidak perlu transit lagi diterminal Purwokerto / Purbalingga. Setelah itu lanjut menggunakan angkotan umum menuju ke Desa Bambangan. Jika kamu naik kereta bisa ambil tujuan stasiun Purwokerto atau stasiun Pemalang, lalu dilanjut naik angkutan seperti dijelaskan diatas.

Jalur Pendakian Gunung Slamet
Sebenarnya untuk mendaki gunung Slamet bisa di tempuh dengan beberapa jalur pendakian, diantaranya:

1. Via jalur Bambangan,
2. Via jalur Baturaden,
3. Via jalur Kali Wadas,
4. Via jalur Guci,
5. Via jalur Dipajaya Pemalang,

Jalur yang biasa dilalui oleh pendaki menuju puncak Slamet adalah Jalur Bambangan karena selain jalurnya sudah banyak dilewati juga ada beberapa warung yang berjualan dibeberapa pos pendakian. Pendakian gunung Slamet melalui jalur Bambangan akan melewati 7 pos untuk sampai kepuncak gunung Slamet gunung tertinggi di Jawa Tengah. Berikut ini uraian singkat mengenai pos yang akan dilalui jika menggunakan Bambangan.

foto : doc trip bpj selamet part 1
foto : doc trip bpj selamet part 1

Basecamp – Pos 1
Dari basecamp pendakian gunung Slamet menuju pintu masuk atau gerbang gunung selamet tak terlalu jauh dan jalanya cukup bagus. Pendakian awal dimulai dengan menyusuri perkebunan penduduk di jalan setapak. Terus ikuti jalan setapak, jika ada pertigaan belok kiri.

foto : doc trip slamet part 1
foto : doc trip slamet part 1

Patokan menuju ke pos 1 adalah adanya lapangan yang lumayan luas. Setelah melewati lapangan, jalur mulai menanjak hingga sampai di pos 1 – Pondok Gemirung (Gardu Pandang). Dibutuhkan lebih dari 2 jam pendakian santai untuk sampai dipos 1 sehingga disarnkan agar kalian melakukan pendakian sepagi mungkin demi menghindari cuaca panas.

Banyak Warung sebelum Pos 1 (foto : 2.bp.blogspot )
Banyak Warung sebelum Pos 1 (foto : 2.bp.blogspot )

Pos 1 – Pondok Gemirung

Pos 1 ( foto : manusialembah.blogspot )
Pos 1 ( foto : manusialembah.blogspot )

Pos 1 – Pondok Gemirung sendiri berada di ketinggian 1.935 mdpl. Penandanya adalah adanya shelter yang cukup luas sehingga bisa digunakan untuk beristirahat. Jika kamu sampai dipos 2 tidak terlalu siang kamu beruntung karena dari sini kamu memulai pendakian dengan melewati hutan dengan jalur yang tertutup pepohonan rapat.
Jalur berupa tanah padat dan terus menanjak dan sedikit ditemui area dataran hingga sampai di pos 2 – Walang.
Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih dari pos satu menuju pos dua.

Pos 2 – Walang

Pos 2 ( foto : manusialembah.blogspot )
Pos 2 ( foto : manusialembah.blogspot )

Pos walangs endiri berada diketinggian 2.220 mdpl. Pos ini adalah tanah datar yang cukup luas dan bis adigunakan untuk istirahat para pendaki. Pos ini juga dipenuhi pepohonan yang besar jadi kamu tidak perlu kepanasan. Perjalanan menuju ke pos 3 sedikit lebih ringan tapi tetap menanjak dan masih melewati hutan dan semak-semak hingga sampai ke pos 3 Cemara.

Pos 3 – Cemara

Pos 3 ( foto : http://manusialembah.blogspot )
Pos 3 ( foto : http://manusialembah.blogspot )

Pos 3 – Cemara, berada di ketinggian 2.465 mdpl. Berupa tanah datar yang lebih kecil dibanding dengan pos 2. Menuju ke pos selanjutnya, trek masih didominasi vegetasi hutan di kanan kiri dengan trek yang tetap menanjak hingga ke pos 4 – Samarantu. Dari pos tiga hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jaman untuk sampai kepos 4.

Pos 4 – Samarantu

Pos Samarantu (foto:Macan Sumatera)
Pos Samarantu (foto:Macan Sumatera)

Pos 4 – Samarantu sudah berada di ketinggian 2.635 mdpl dimana oksigen sudah mulai menipis dan cuaca mulai dingin. Ciri dari kawasan ini berupa area datar namun tidak terlalu luas. kamu masih harus melalui jalur yang menanjak dan ketika mendekati pos 5, vegetasi mulai terbuka dan mulai bisa melihat sekeliling. Jarak antara pos 4 dan pos 5 tidak terlalu jauh hanya butuh sekitar 40-50 menit pendakian saja.

Pos 5 (Area Camp )
Pos 5 adalah area paforit bagi para pendaki karena disini terdapat sumber mata air. meski pos 5 berada diketinggian 2.775 mdpl namun air cukup tersedia bagi pendaki yang kehabisan air. Area camp dipos 5 ini bisa menampung sekitar 30 tenda dan disini ada shalter pos. Jika perjalanan tetap dilanjutkan Menuju ke pos 6 vegetasi mulai berkurang. Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit pendakian untuk sampai dipos 6.

Pos 6 – Samyang Rangkah
Pos 6 adalah pos berupa berupa tanah datar sempit yang ada di jalur pendakian dan tidak cocok untuk mendirikan tenda.  Dari pos 6 ke pos 7 trek mulai terbuka dan pemandangan di sekitar mulai tampak, sesekali lautan awan sudah mulai terihat dari pos ini.

Pos 5 ( foto : manusialembah.blogspot )
Pos 5 ( foto : manusialembah.blogspot )

Sebelum pos 7 ada sebuah dataran yang bisa untuk mendirikan tenda namun tidak terlalu luas.
Setelah itu tinggal melewati satu tanjakan sempit dan akan tiba di pos 7. Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk sampai dipos 7 ini.

Pos 7 – Samyang Jampang
Pos 7 biasanya dijadikan post terakhir pendakian sebelum summit ke puncak gunung Slamet, karena lokasinya yang pas sekaligus terdapat shelter untuk bermalam dan juga beberapa tempat datar untuk mendirikan tenda.

Pos 7 ( foto : manusialembah.blogspot )
Pos 7 ( foto : manusialembah.blogspot )

Dari pos 7, deretan pegunungan sekitar sudah terlihat seperti Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu dan gunung-gunung lainya serta lautan awan. Menuju ke Plawangan, jalur tetap menanjak dan terbuka karena sudah keluar hutan hingga sampai di batas vegetasi.

Plawangan – Puncak Gunung Slamet

Menuju Plawangan ( foto : manusialembah.blogspot )
Menuju Plawangan ( foto : manusialembah.blogspot )

Selepas dari batas vegetasi, lintasan menuju puncak gunung Slamet semakin menarik dan menantang. Layaknya pendakian ke trek pasir di Gunung Semeru, jalur pendakian yang dilalui cukup terjal yang terdiri dari bebatuan dan kerikil yang labil.

foto : guntar bpj 8
foto : guntar bpj 8

Selain itu batu yang dipijak juga rawan jatuh dan longsor di sepanjang jalur pendakian. Tidak ada pohon untuk menjadi pegangan jadi pendakian menuju ke puncak Slamet harus berhati-hati.

Jalur Menuju Puncak (foto : 2.bp.blogspot )
Jalur Menuju Puncak (foto : 2.bp.blogspot )

Trek Menuju Puncak Slamet

Puncak gunung selamet
Puncak gunung selamet

 

Foto : guntar bpj 8
Foto : guntar bpj 8

Puncak Slamet yang berada di ketinggian 3.428 mdpl sering disebut dengan Puncak Surono. Dari sini pendaki dapat melihat kaldera luas yang disebut dengan Segoro Wedi.  Selain itu, pemandangan lautan awan yang luas juga sangat indah untuk menikmati matahari terbit di timur.

Kawah Gunung Slamet ( foto : manusialembah.blogspot )
Kawah Gunung Slamet ( foto : manusialembah.blogspot )

 

Sumber : dioleh dari berbagai sumber, google , wikipedia dan lainya

Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *