Liputan Trip

Liputan Trip Pendakian Gunung Guntur Part 5

Kecil Tapi Cabe-Cabean

Apa yang ada dipikiran mu ketika kau ingin melakukan pendakian? Pasti terbesit kata capek, panas, kalau hujan becek, tidur di tenda berselimut sleeping bag, duh ga nyaman banget. Tapi kenapa masih ada dan banyak dari kita yang sekali naik gunung eh terus ketagihan? Sama seperti hal nya saya yang mulai jatuh cinta dengan dunia pendakian.

Pendakian saya kali ini masih bersama teman-teman dari Backpacker Jakarta ke salah satu gunung yang terletak di Sinarjaya, Tarogong Kaler, kabupaten Garut yakni Gunung Guntur. Memiliki ketinggian 2249 MDPL, gunung Guntur termasuk gunung wisata favorit yang sering didatangi wisatawan atau pun warga lokal karena memiliki pesona alam yang indah.

Jakarta => Basecamp

Pendakian Gunung Guntur part 5 Backpacker Jakarta kali ini di ketuai oleh Kak Lusia dan Kak Addins serta dibackup oleh Kak Yudha dan Kak Zul. Dengan Sharecost sebesar Rp264.739,- untuk Member dan Rp274.739,- untuk non-member trip ini diminati oleh 27 peserta terdaftar.

Kak Addins dan Kak Lusia

Perjalanan di mulai tanggal 3 Agustus 2018 malam dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta, Cawang UKI. Setelah semua peserta berkumpul, akhirnya perjalanan kami dari Jakarta menuju Garut pun dimulai. Memakan waktu 8 jam lebih, kami habiskan dengan tidur, hanya tersisa pak supir yang fokus mengendarai bus nya. Kenapa 8 jam, iya karena kami sempat nyasar saat menuju ke Basecamp Guntur Umi Tati. Akhirnya, 4 Agustus 2018 sekitar pukul 08.45 wib kami sampai di Basecamp Guntur Umi Tati setelah drama bus yang kami tumpangi agak kesulitan melewati jalur menuju basecamp.

Basecamp => Pos 1

Setelah packing ulang barang bawaan, bersih-bersih, briefing dan berdoa, kami memulai pendakian pada pukul 09.45 wib. Tidak lupa mengabadikan moment sebelum memulai pendakian di depan Basecamp.

Setelah puas berswafoto di depan basecamp, satu per satu dari kami mulai berjalan menuju track pendakian. Medan yang kami tempuh dari basecamp menuju pos 1 masih tergolong aman. Kami masih bisa bercanda, berbincang, dan sekali-sekali berswafoto.

Tidak terasa setelah melewati track yang cukup nyaman sekitar pukul 10.45 wib kami sampai di Pos 1, selagi guide kami ( bang Osta) mengurus simaksi, kami beristirahat sekaligus mengisi perut, karena di Pos 1 ini kalian bisa jajan gorengan, mie bahkan ada bakso cuanki. Nikmat banget. Setelah 15 menit kami beristirahat, mulailah kembali perjalanan kami menuju pos 2 dan pos 3.

POS 1 => POS 2

Disinilah track sesungguhnya di mulai . Dari pos 1 menuju pos 2 kalian akan melewati sungai citiis yang air nya jernih, bikin seger rasanya ingin mandi sekalian.

Nah, setelah melewati sungai ini kalian akan di suguhkan track berbatu yang agak curam dan membuat kita mengeluarkan usaha dan tenaga yang berlebih (lebay). Tapi jalur ini memang jalur yang cukup sulit karena membuat dada ketemu dengkul dan dagu, dan kalian harus ekstra hati-hati

Setelah bersusah payah melewati track berbatu yang cukup terjal, kami sampai di Pos 2, pos ini tidak memiliki shelter, jadi kami hanya duduk di batu beristirahat sambil sesekali berswafoto.

Setelah cukup beristirahat sambil mendengarkan adzan Dzuhur selesai berkumandang, kami meneruskan perjalanan ke pos 3.

POS 2 => POS 3

Alhamdulilah track perjalanan dari pos 2 ke pos 3 tidak sulit, walau tetap jalurnya naik terus hampir tidak ada bonus tapi kami semua dengan semangat tetap melaju menuju pos 3 tempat kami akan berkemah. Setelah berjalan cukup lama hampir 1 jam, akhirnya kami sampai di pos 3 sekitar pukul 12.50 wib, karena tempat camp penuh kami duduk santai dulu sambil menunggu pendaki lain yang akan berkemas turun (tukar shift hehe).

Sekitar pukul 13.30 wib, pendaki yang sudah sejak malam berkemah disana satu persatu mulai membereskan tendanya dan lapak digantikan oleh kami teman-teman dari Backpacker Jakarta. Masing-masing dari kami yang membawa tenda mulai membuka dan memasang lalu dilanjutkan dengan memasak makanan kecil untuk sekedar mengisi perut sampai waktu makan bersama di mulai. Oh iya, ada juga dapur umum khusus untuk masak makan malam bersama (liwetan) yakni dari beberapa peserta wanita dan CP.

Menu makan malam lumayan mewah yakni, sayur sop, tempe tepung, tempe goreng, dan yang paling maknyus karee ayam special dari cheef Addins.

Setelah selesai masak, bersih-bersih, sekitar pukul 17.30 wib kami semua berkumpul di tenda dapur umum untuk makan bersama, kemudian kembali ke tenda masing-masing untuk istirahat sampai nanti waktunya summit. Di tenda ada yang memasak makanan kembali, minum kopi dan minuman hangat yang lain, ada juga yang menghabiskan waktu dengan berbincang dan bercanda.

POS 3 => PUNCAK 1

5 Agustus 2018, sekitar pukul 02.30 wib, kami di bangunkan untuk persiapan summit ke puncak Guntur. CP pun sudah menyiapkan kami makanan dan minuman hangat sebelum memulai perjalanan summit. Setelah menghangatkan dan mengisi perut, kemudian kami berdoa dan sekitar pukul 03.40 wib kami memulai perjalanan summit.

Medan yang di tempuh untuk menuju puncak 1 gunung guntur lumayan sulit, track yang terus menanjak, berbatu dan berpasir membuat langkah kami menjadi berat dan harus extra hati-hati, bisa dikatakan naik selangkah, turun 2 langkah atau lebih, tergantung pijakan. Capek kan?!

Saat berjalan menuju puncak 1, kami disuguhkan view kota Garut yang begitu cantik, city light memanjakan mata dan membuat kami mengucap syukur. Di temani sinar dari senter dan headlamp, kami terus melaju menuju puncak. Kabut pun mulai berdatangan, rasa lelah pun mulai menunjukkan batasnya. Sesekali kami berhenti untuk minum atau sekedar mengatur nafas.

Jika melihat ke belakang atau kebawah, kalian pasti tidak menyangka dengan apa yang sedang kalian lakukan, dengan pencapaian dititik yang sekarang dan pasti takjub dengan kekuatan diri sendiri. Saat awal masih berfikir dan ragu bisa atau tidak mencapai puncak karena jika dilihat kemiringan puncak gunung Guntur ini 45 derajat, tapi saat kita mau mencoba menilai kekuatan diri kita untuk melawan rasa ragu itu pasti kita bisa. Karena menurut saya melakukan atau mencapai sesuatu itu, bukan karena kita bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Tapi ingat jangan ikut-ikutan juga, kalau merasa dirimu tidak mau ya jangan dipaksa.

Matahari mulai menyinari pagi, namun sayang kabut membuat kami tidak bisa melihat indahnya matahari itu. Pupus sudah harapan untuk menikmati matahari terbangun di atas puncak gunung Guntur. Tapi hal itu tidak membuat kami patah semangat menuju puncak, melainkan terus melangkah hingga akhirnya sampai juga di puncak 1 gunung Guntur setelah hampir 2.5 jam perjalanan. Yeeaayyy!

PUNCAK 1 => PUNCAK 2

Dilanjutkan dengan beristirahat, minum kopi/teh, berswafoto adalah hal yang kami lakukan begitu sampai di puncak, sambil berharap kabut akan menjauh dari pandangan. Setelah cukup berswafoto, perjalanan kami teruskan ke puncak 2 gunung Guntur. Alhamdulillah sedikit demi sedikit kabut mulai pergi, di puncak 2 kami bisa melihat Padang Savana yang luas dan indah, sejauh mata memandang hamparan ilalang membuat kami tak kuasa untuk tidak mengabadikannya.

Sekitar pukul 09.10 wib kami bergegas turun kembali ke pos 3 tempat kami berkemah. Ternyata tidak hanya naik yang butuh perjuangan, turun pun butuh perjuangan yang ekstra juga. Beberapa dari kami termasuk saya turun di jalur yang salah sehingga ada beberapa yang “merosot”. Beruntung ada pendaki lain yang memberitahu agar melewati jalur sebelah kanan, jalur batu berpasir yang mudah kami lewati, hanya dengan seolah berjalan seperti biasa kita bisa dengan cepat turun sampai di pos 3. Bayangkan jika kami masih turun di jalur kiri, sampai magrib mungkin baru sampai di pos 3.

Setelah sampai di pos 3, sekitar pukul 10.30 wib, kami beristirahat sebentar di tenda masing-masing, sekedar mengisi perut kembali. CP pun sudah menyiapkan makanan yang enak sekali.

Tidak lama CP memberitahukan kami untuk siap-siap berkemas dan pukul 11.30 wib kami bergegas turun ke basecamp. Perjuangan belum berakhir kawan, perjalanan dari pos 2 ke pos 1 kami bertemu kembali dengan jalan batu yang terjal, ternyata track batu ini lebih seram ketika turun dari pada naik, harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset. Gunung Guntur ini benar-benar si kecil cabe-cabean ya, gunung yang katanya miniatur Semeru ini walaupun ketinggian nya hanya 2249 MDPL tapi track nya luar biasa. Jangan sekali-kali meremehkan yang kecil deh #eh.

Setelah 1 jam lebih akhirnya kami sampai di Pos 1, sejenak beristirahat melemaskan kaki yang masih gemetar karena melewati jalan berbatu tadi hehe. Istirahat selesai, kami mulai berjalan lagi menuju basecamp karena hari akan berganti sore. Sekitar pukul 15.20 wib kami sampai di basecamp dan mulai bersih-bersih, ganti pakaian, makan, packing ulang kemudian pulang.

Bus melaju dari Garut menuju Jakarta sekitar pukul 17.00 wib. Tidak lupa kami melipir ke toko oleh-oleh khas Garut. Perjalanan pulang pun cukup lancar, sekitar pukul 23.00 wib kami sampai di Jakarta. Dan, berakhir lah perjalanan pendakian Gunung Guntur part 5 bersama Backpacker Jakarta ini. Yeeaayyy!!

Jadi, apa yang membuatmu terus dan tidak takut naik gunung lagi walaupun kau tau selama proses menuju puncak kau harus kuat, bertahan dari lelah yang kadang melemahkan mental, bersusah payah agar tubuh mu tak cedera.

Mungkin kau tidak sadar, teman sepenanjakan lah yang membuat mu mau dan tidak takut untuk naik gunung lagi, betapa mereka teramat penting selama proses pendakian. Mereka adalah support system mu. View yang indah adalah bonus, untuk mencapai nya kau butuh teman yang bisa menyemangati. Betul tidak?

Terima kasih Kakak CP (Kak Lusia dan Kak Addins) juga tim backup nya (Kak Yuda dan Kak Zul) atas keramahan dan kenyamanan yang diberikan selama trip. Juga teman-teman sependakian gunung Guntur Part 5 ini, kalian luar biasa.

Jadi agar kau tidak kapok naik gunung cari lah teman nanjak yang bisa menjadi support system mu.  Kalau kalian, sudah punya support system sendiri-sendiri selama naik gunung belum ? Yuk comment Di kolom komentar hehe.

List peserta Gunung Guntur
============
1. Andre #NonRT
2. Elok #NonRT
3. Om Adi #28
4. Saiful #11
5. Anya #11
6. Indra Dwi Setyo #28
7. Ari #17
8. Meyka #8
9. Roy #NonRT
10. Ramli#Nonrt
11. Nanda#Nonrt
12. Rangga #nonRT
13. Zizi #10
14.Arin #22
15. Asty#22
16. Rahmat #11
17. Haris #22
18. Nurul #28
19. Herdiansyah #NonRT
20. Iham Akbar #NonRT
21. Tina #1
22. Dimas #NonRT
23. M. Iqbal#22
24. Putri #28
25. Roy #NonRT
26. Sumini #18
27. Arjun#28

TESTIMONI PESERTA

Tina Agustin: “Gunung Guntur itu kecil-kecil cabe rawit, hampir ingin nyerah karena baru ketemu track yang kaya gitu. Tapi Alhamdulillah bisa sampe puncak karena CP dan temen-temen trip nya oke, mereka saling bantu.”

Dimas Setiawan: “Trip bersama BPJ waktu itu, saya amat penasaran gimana nanti saya pada saat itu, dan detik itu, karna belum pernah ketemu sekalipun . Maklum saya anak baru. Udah begitu saya paling telat lagi sampe di meeting point nya . Jagoan banget kan (?) Wkwkwk. Dan akhirnya saya juga dapat doorprize karna menang kuis yang di adakan oleh BPJ .

Demikian singkat cerita saya selama perjalanan pendakian mt. Guntur part 5 bareng BPJ.

Author : Arin BPJ 22
Editor : @febe_shinta
Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *