Alam & TamanPantai

Legenda Abadi BatuJung Yang Begitu Tersohor di Pantai Wayhawang

Menikmati Keindahan Pantai Wayhawang

Sumber foto by instagram @jhofetra

Kabupaten Kaur merupakan bagian dari provinsi Bengkulu yang juga memiliki objek wisata yang tidak kalah indah seperti objek wisata pantai lainnya yang ada di Bengkulu. Dimana panorama alam di sekitar kawasan ini memang sangat indah, mulai dari putihnya hamparan pasir yang luas terbentang, hingga sejuknya suasana pantai yang banyak ditumbuhi pohon-pohon cemara laut di sekitarnya. Keindahan pantai ini sudah lama tersohor di Bengkulu, dengan keindahan alam yang dimilikinya.

Sumber foto by instagram @edochsan

Pantai Wayhawang yang terletak di kecamatan Maje, kabupaten Kaur sudah lama dijadikan tempat pariwisata. Wisata pantai Wayhawang yang terletak di desa Wayhawang pun tak jauh dari di tepi jalan lintas Bengkulu-Lampung. Lokasinya hanya 20 menit dari Kota Bintuhan, Ibukota dari kabupaten Kaur. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri dengan objek batu karang menyerupai kapal yang berada sekitar ± 50 meter dari bibir pantai.

Sumber foto by instagram @roraals

Berbagai cerita sejarah yang terdapat di pantai Wayhawang, di antaranya cerita Si Pahit Lidah. Keindahan Batu Jung, seperti halnya tanah lot di Bali, memiliki sejarah tersendiri. Konon cerita asal mula terbentuknya Batu Jung dari sebuah kapal yang disumpah oleh si Pahit Lidah menjadi batu. Selain batu jung, ada lagi cerita menarik lainnya, sehingga pantai Wayhawang memiliki kenangan tersendiri di masa lampau.

Sumber foto by instagram @afmaulizi

Objek batu karang yang berbentuk seperti kapal atau perahu yang berada ditepi pantai Wayhawang, dipercayai berasal dari sebuah kapal, yang berubah menjadi batu karena kutukan sipahit lidah.

Menurut cerita yang ada di kalangan masyarakat kaur, dahulunya terdapat sebuah kapal yang sedang mencari ikan, lantas datanglah seorang bapak “sipahit lidah” yang berjalan disekitar tepi pantai. Sang bapak ingin meminta api pada si pemilik kapal, namun pangilan sang bapak tersebut tidak dihiraukan oleh pemilik kapal. Sehingga, Sipahit lidah murka dan dikutuknyalah kapal itu menjadi batu, maka berubahlah kapal tersebut menjadi batu. Jika dilihat, bentuk batu tersebut sepintas mirip sekali dengan sebuah kapal/perahu.

Sementara versi lain mengisahkan, bahwa Batu Jung adalah kapal Malin Kundang yang hilang dan ditemukan telah menjadi batu di pantai ini bersamaan dengan dikutuknya Malin Kundang. Rasanya cerita versi kedua kurang tepat ya? Mengingat antara Malin Kundang dan batu yang dianggap sebagai kapal tersebut lokasinya berada di tempat yang berbeda. Semua tentu tahu bahwa tempat dikutuknya Malin Kundang adalah Pantai Air Manis, di Sumatera Barat.

Tags

Desi kurniawati putri

Hi, perkenalkan, Aku bekerja di perusahaan swasta sebagai Assiten R&D Staff Devisi Laborat Kimia. Motivasi hidup aku saat ini : I do my best to be a good one. Insha Allah, Semoga artikel aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan bisa menjadi kenangan terindah dikemudian hari. Thank you. Follow my instagram : @desi.kurniawatiputri

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close