Liputan Trip

Laporan Trip Pendakian Gunung Merbabu Part #5

“Kekuatan gunung bukan hanya terletak dalam keindahan puncak dan abadinya bunga Edelweis. Namun, dia mampu memberikan kita hikmah tentang kecilnya kita di hadapan Sang Pencipta.” (Anonim)

Untuk sebagian orang, kegiatan mendaki gunung bukan hanya sekedar hobi atau olahraga, namun banyak pula hikmah dan inspirasi yang didapatkan dari pendakian. Dan untuk ke 5 kalinya, komunitas kita tercinta, Backpacker Jakarta, melakukan pendakian ke salah satu gunung di Jawa Tengah yang konon memiliki jalur pendakian tercantik, yakni Gunung Merbabu.

Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3.142 Mdpl ini terletak di kabupaten Magelang, Boyolali dan Salatiga, Jawa Tengah. Nama Merbabu konon diambil dari kata Meru (Gunung) dan Abu. Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian resmi, yakni : Jalur Merbabu via Chuntel di Chuntel Magelang, Jalur Merbabu via Thekelan di Kopeng Salatiga, Jalur Merbabu via Selo di Selo Boyolali, Jalur Merbabu via Gancik di Selo Boyolali, Jalur Merbabu via Wekas di Wekas Magelang, dan Jalur Merbabu via Suwanting di Suwanting Magelang.

Pendakian kali dilakukan via Selo yang menjadi jalur favorit para pendaki Gunung Merbabu karena treknya selain cantik juga terbilang paling mudah dan digawangi oleh Bang Inu dan Bang Epen selaku CP. Dengan sharecost member BPJ Rp352.258  dan Non member BPJ Rp362.258, berangkatlah kami meninggalkan Jakarta dari lokasi meeting point yakni Sekretariat Backpacker Jakarta di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang РJakarta Timur, pada Jumat 7 September 2018 sekitar pukul 21.10 WIB dengan menggunakan sebuah Bus untuk membawa 35 peserta.

CP dan Team Backup

Diawali dengan doa, perjalanan menuju Boyolali memakan waktu sekitar 15 jam, jadi selama itu kami manfaatkan untuk tidur. Pukul 5 subuh keesokan hari nya, bus berhenti sejenak supaya peserta dapat melaksanakan ibadah sholat Subuh, ke toilet, atau sekedar turun untuk merenggangkan otot setelah duduk selama berjam-jam. Pukul 06.00 perjalanan kembali dilanjutkan hingga pukul 09.00 kembali beristirahat untuk sarapan di kawasan Semarang. Lalu dilanjutkan kembali dan sampai akhirnya kami turun dari bus dan disambung dengan mobil pick up hingga tiba di Rumah singgah, Pakde Nardi, pukul 14.00.

Di mobil pick up menuju Basecamp Selo

Persinggahan dilakukan untuk sejenak mengisi perut, menata ulang carriel dan persiapan pendakian lainnya. Setelah semua siap, kami akhirnya berangkat ke Basecamp pendakian Merbabu via Selo.
Diawali dengan briefing singkat dan doa bersama, kami mulai pendakian pada pukul 17.00 WIB.

Gapura pendakian Merbabu Via Selo

Basecamp – Sabana 1

Jalur awal pendakian terbilang landai dengan pemandangan hutan homogen di kanan dan kiri jalur. Dari Basecamp sampai ke Pos I Dok Malang menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Sejenak kami istirahat mengatur nafas lalu melanjutkan pendakian hingga tiba di Pos II sekitar pukul 20.00. Jalur menuju pos II mulai agak nanjak namun jalur masih didominasi pepohonan hijau.

Menuju pos III jalur mulai miring dengan trek berpasir. Waktu menunjukkan pukul 21.00 ketika kami melihat plang Pos III Batu Tulis. Dengan kondisi malam yang gelap dan dengan medan pendakian yang mulai ekstrim dengan kemiringan sekitar 60 derajat disertai angin yang meniupkan pasir yang cukup kencang, kami bahu membahu melanjutkan pendakian dengan dibantu para CP dan Tim Backup yang luar biasa sabar membantu dan menemani hingga akhirnya sampailah kami di Sabana 1 sekitar pukul 23.30 yang dimana kami sepakat untuk mendirikan tenda di lokasi tersebut.

Trek menuju pos III Batu Tulis

Angin bertiup kencang sehingga kami agak kesulitan mendirikan tenda. Pukul 1 dini hari semua peserta sudah lengkap dan dapat beristirahat di tenda-tenda yang dengan susah payah dibangun. Kemudian sebagian peserta memasak air, mengobrol dan sebagian langsung tertidur setelah melalui jalur pendakian yang dirasa agak berat bagi peserta yang didominasi pendaki pemula.

Summit

Pukul 4 subuh sebagian peserta bangun dan melakukan persiapan menuju puncak Gunung Merbabu, namun sebagian memutuskan untuk tetap di Sabana I karena masih merasakan kelelahan. Cuaca cukup cerah walau angin masih bertiup dengan kencang. Pukul 5 perlahan-lahan matahari pagi dengan sinar keemasan sudah bisa kami nikmati. Bola orange matahari yang muncul ditengah-tengah lautan awan putih sungguh membuat kami takjub dan terpana. Ditambah pemandangan bukit-bukit dan sabana merbabu yang indahnya tak terbantahkan.

Gunung Merbabu memiliki tiga puncak, yakni Puncak Syarif di ketinggian 3.119 mdpl, Puncak Kenteng Songo dan Puncak Trianggulasi di ketinggian 3.142 mdpl. Setelah puas menikmati puncak dan berpotret ria di sabana-sabana cantik Merbabu, kami kembali turun ke tenda di Sabana 1.

Suasana di Pos IV atau Sabana I

Pukul 9 kami sudah berkumpul di tenda untuk masak-masak dan sarapan. Setelah sarapan, kami mulai berbenah, melipat tenda, mengumpulkan sampah dan merapikan barang-barang lain untuk persiapan turun. Pukul 10.30 siang kami mulai turun. Angin masih saja bertiup kencang membawa badai pasir sehingga kami harus selalu menggunakan masker dan kacamata serta ekstra hati-hati ketika turun. Medan ketika turun terasa jauh lebih berat dengan pasir yang sewaktu-waktu mengalihkan pandangan kami. Namun pemandangan yang disuguhkan sungguh memanjakan mata.

Suasana di tenda

Dari Pos III kami sudah bisa menyaksikan megahnya Gunung Merapi yang terletak persis di hadapan Gunung Merbabu. Membawa Masker dan kacamata wajib hukumnya ketika melakukan pendakian di Gunung Merbabu ini mengingat treknya yang berpasir. Membawa perbekalan air yang cukup juga disarankan karena kita tidak akan menemukan sumber air di sepanjang jalur pendakian.

Pemandangan dengan latar Gunung Merapi yang bisa dilihat dari jalur pendakian Merbabu

Setelah perjuangan panjang, pukul 13.00 kami tiba kembali di Basecamp. Beristirahat sambil menunggu peserta lain sampai hingga akhirnya kami kembali ke rumah singgah untuk membersihkan badan, mengisi perut dan merapikan barang untuk persiapan pulang. Pukul 16.30 kami menaiki mobil pick up yang membawa kami turun menuju ke bus untuk pulang ke Jakarta.

Wajah-wajah letih yang langsung tertidur pulas memenuhi seantero Bus hingga kami tiba kembali di Jakarta pukul 9.30 pagi. Trip selesai.

Selalu ada hikmah dan pelajaran yang didapat dari setiap pendakian. Semoga pendakian kali ini pun menambah wawasan, pengalaman dan membuat kita semakin menyadari betapa kecilnya kita di hadapan kuasa Tuhan.

Peserta Trip Pendakian Gunung Merbabu part 5 BPJ :
———————————————–
1. Ardyan #Non RT
2. Om ari #12
3. Mba dhian #12
4. Rahmat #11
5. Hallen #10
6. Roi #Non RT
7. Linda #Non RT
8. Utaminingsih #19
9. Maris
10. Rahayu ningsih #Non RT
11. Irmawanti #19
12. Fitria #Non RT
13. Roby #Non RT
14. Fajariah #32
15. Ansa #Non RT
16. Wulan #25
17. Lia #Non RT
18. Yulyul #26
19. Edith #Non RT
20. Indira #Non RT
21. Jamil #Non RT
22. Galuh #KF BPJ
23. Hans #Non RT
24. Lulu #Non RT
25. Arsal #Non RT
26. Oliver #27
27. Jeny #Non RT
28. Deden #Non RT
29. Erwan #Non RT
30. Mauli #Non RT
31. Emma #14
32. Rei #11
33. Vic #22
34. Ahmad #36
35. Miko #Non RT

Author : Emma @Backpackerjakarta14
Editor : @febe_shinta
Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *