Alam & TamanCandiSeni & Budaya

Ini Dia Candi Diatas Bukit !! Candi Ijo, Sleman Yogyakarta

Suka pemandangan yang ijo-ijo di ketinggian plus ada candinya?? Candi Ijo jawabannya. Sering denger tapi belum pernah kesana, pasti penasaran seperti apa sih candi yang sempat menjadi perbincangan seru oleh anak-anak muda di ranah Yogyakarta ini. Untuk membantu kamu-kamu menghilangkan rasa penasaran itu, kita ulas sedikit yuk bagaimana latar belakang dan pemandangan yang ditawarkan di lokasi wisata yang satu ini.

Foto: jelajahjogja.com

Kompleks Candi Ijo berada di Bukit Ijo, Dukuh Nglengkong, Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut warga sekitar, penamaan Candi ini  diambil dari lokasinya yang berada di bukit/Gumuk Ijo sendiri. Selain itu nama tersebut merupakan petikan dari Prasasti Poh (tahun 906 M) yang diukir menggunakan bahasa Jawa Kuno yang berbunyi ”…anak wanua i wuang hijo” yang artinya adalah anak desa, orang ijo. Jika kamu pernah berkunjung ke Candi Ratu Boko, lokasinya hanya berjarak sekitar 4km ke arah tenggara.

Foto: wisata.javaindonesia.org

Berdasarkan sejarahnya, candi bercorak Hindu ini diperkirakan didirikan antara abad ke-9 hingga 11 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya, Kerajaan Medang, Mataram Kuno. Dibangun diatas lahan seluas 0.8 Hektar lebih , kompleks candi terdiri atas 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras yang berundak. Pada teras 1 sebagai halaman menuju pintu masuk sendiri berupa undakan yang membujur dari barat ke timur. Menariknya, pada teras 1&4 terdapat 1 candi, pada teras 5 dapat dijumpai 2 batur dan 1 candi, melangkah menuju teras ke-8 terdapat 2 prasasti, 4 batur dan 3 candi. 2 buah prasasti dan beberapa batur juga terlihat di teras ke-9.Sedangkan bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, 8 buah lingga patok dan 4 bangunan berupa candi utama & 3 candi perwara. Sedangkan untuk teras yang lainnya tidak ditemukan bangunan. Beberapa candi terlihat pernah mengalami pemugaran, hal ini terbukti dengan susunan batu pada candi yang tampak berbeda warna antara batu lama dengan yang baru.

Foto: yukpiknik.com

Kompleks bangunan candi utama berada pada ujung timur dan menempati teras tertinggi dibanding yang lainnya yang terdiri atas candi induk, candi pengapit dan candi perwara. Memasuki relung candi utama dapat kita jumpai Lingga Yoni berukuran lumayan besar yang dipercaya kuat sebagai tempat pemujaan penganut Dewa Trimurti. Tepat dibawah saluran air Yoni tadi, terdapat relief seperti kura-kura yang tengah disangga oleh kepala naga. Tentu kompleks utama candi yang berada pada teras ke-11 ini diyakini sebagai bangunan yang paling sakral, sesuai tingkatan pembuatan bangunan yang tertinggi.

Foto: youtube.com

Selanjutnya, melangkah menuju candi perwara yang masih berada di teras 11. Ketiga candi perwara menghadap ke timur, dimana atapnya memiliki tiga tingkatan yang dimahkotai barisan ratna. Candi perwara yang terletak pada deretan tengah yang diyakini melindungi arca Lembu Nandini (Kendaraan Dewa Syiwa). Ketiga candi perwara inilah yang juga menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu Brahma, Siwa dan Wishnu. Hal tersebut diperkuat dengan dijumpainya Homa yang merupakan tempat api pengorbanan yang digunakan oleh masyarakat Hindu yang memuja Dewa Brahma. Pada bagian dalam salah satu relung candi perwara ini terdapat arca Yoni yang merupakan lambang dari kesuburan serta simbol dari istri Siwa yaitu Dewi Parwati.

Menengok kembali ke lokasi pintu masuk candi , tepat diatas pintu masuk tersebut akan terlihat kala makara dengan motif kepala ganda lengkap bersama atributnya. Hal ini serupa dengan wujud yang bisa kita temukan pada beberapa artifek Candi Budha. Sehingga bisa besar kemungkinan candi ini mempunyai nilai perpaduan budaya antara hindu dan budha.  Pada mulut tiap makara tadi, tampak relief burung bayan. Diatas ambang kedua jendela palsu yang terletak pada luar dinding utara, timur dan selatan juga terdapat hiasan Kala yang bersusun.

Foto: piknikdong.com

Berada di lokasi wisata Candi Ijo, tak akan membuat kamu merasa bosan melulu dengan menatap pemandangan berupa candi saja. Dengan lokasi ketinggian sekitar 410 mdpl, tentu kamu bisa menyaksikan hamparan alam sekitar yang membuat kagum betapa mewahnya panorama yang ditawarkan Candi Ijo ini. Dari ketinggian tersebut kamu bisa menatap langsung pesawat terbang yang tampak lalu lalang sedang landing dan take off, mengingat lokasinya yang memang tak jauh dari bandara Adi Sutjipto. Bentangan alam area perkebunan di seberang yang hijau memukau serta pesisir pantai parangtritis juga terlihat dari Candi Ijo ini.

Kamu… seorang pecinta wisata budaya ?!! AYO KESINI !!!

 

 

Sumber Referensi : wikipedia.org & thearoengbinangproject.com

 

Tags

Defi Susisusanti

Gadis biasa yang tak punya kelebihan namun punya beragam kegemaran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *