Berita KlubKlub

Financial Talks Kubbu: Liburan Lancar, Tabungan Aman!

Memperbincangkan kehidupan generasi milenial saat ini, memang tidak lepas dari yang namanya gadget, shopping, nongkrong di kafe serta traveling ke tempat-tempat hits dan instagramable. Semua itu dilakukan demi menunjukan eksistensi diri sebagai anak gaul dan kekinian.

Membagikan foto-foto ciamik di media sosial ketika berada di kafe atau ketika sedang traveling seperti sebuah keharusan. Namun, ada banyak hal yang sering dilupakan oleh generasi milenial, yaitu kondisi keuangan dan arus pengeluaran mereka. Tanpa disadari, uang gajian setiap bulannya lenyap begitu saja, tabungan yang ada pun, tidak seberapa. Bisa diibaratkan gaji satu bulan hanya numpang lewat saja, bayar ini bayar itu, dan sisanya untuk biaya hidup sebulan ke depan.

Melihat kebiasaan generasi milenial saat ini yang cenderung boros, Klub Blogger dan Buku (KUBBU) Backpacker Jakarta, tergerak untuk memberikan edukasi tentang literasi keuangan kepada generasi milenial, agar lebih memahami kondisi keuangan mereka. Maka pada kopdar bulanan kali ini, Kubbu mengusung tema “Kaum Milenial, Ayo Atur Finansial”

Liburan Lancar, Tabungan Aman!

Narasumber pada acara Financial Talks kali ini tidak sembarangan, sudah sangat pakar di bidang keuangan. Siapa lagi kalau bukan dua admin kesayangan Klub Blogger dan Buku Bang Eka Muchlis S Siregar sebagai financial planner dan mentor praktisi keuangan, serta Mas Achi Hartoyo sebagai redaktur sharianews.com dan praktisi perbankan.

Acara yang dihadiri sekitar 75 orang ini berlangsung pada hari Minggu, 17 Februari 2019 di Ruang Auditorium Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta (Perpusda Cikini).

Karena membahas keuangan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka acara ini berlangsung mulai pukul 09.00–16.00 wib. Pukul 08.30 wib peserta sudah mulai berdatangan untuk melakukan registrasi dan pukul 09.00 wib acara dibuka oleh MC, Kak Juna.

Seperti halnya acara Klub Blogger dan Buku yang lainnya, setelah membaca doa dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Admin Klub Blogger dan Buku, Bang Eka Siregar.

Langkah Awal Melakukan Financial Check Up

Mungkin banyak dari kalian belum pernah melakukan financial check up, atau malah baru mendengar istilah ini? Hayo ngaku!

Nggak perlu khawatir, jika kalian belum pernah melakukan financial check up, karena di sesi pertama Mas Achi menjelaskan dan memberikan gambaran tentang langkah awal yang harus dilakukan sebelum melakukan financial check up.

Mas Achi sedang menjelaskan

Hal mudah pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat catatan arus kas selama satu bulan. Semua penghasilan dan pengeluaran dalam satu bulan, berapapun jumlahnya, harus kalian catat. Setelah melakukan hal ini, maka kalian akan tahu ke mana larinya uang selama satu bulan.

Setelah menganalisa pemasukan dan pengeluaran selama satu bulan, di bulan berikutnya, kalian bisa membuat pos perkiraan pengeluaran untuk satu bulan ke depan. Selain itu, kalian juga sudah bisa membuat neraca keuangan pribadi untuk mengetahui komposisi aset dan jumlah utang yang kalian miliki.

Sebagai contoh, saya menghabiskan sekitar Rp.400.000 untuk transportasi dan Rp.500.000 untuk makan dalam satu bulan. Maka ketika gajian dana tersebut langsung saya pisahkan dan masukan ke dalam amplop, kemudian diberi nama. Jadi, selama satu bulan ke depan untuk tranportasi dan makan saya akan mengambil dari amplop-amplop tersebut.

Semua orang suka berlibur,tapi banyak yang memaksakan liburan sampai berutang sehingga fondasi keuangannya berantakan“ – Achi Hartoyo –

Sebagai generasi milenial, kita harus melek finansial agar liburan lancar, tabungan aman dan masa depan terjamin. Harus ingat mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan.

Bukan hanya memberikan penjelasan tentang arus kas dan neraca saja, Mas Achi juga meminta peserta untuk mempraktikannya secara langsung. Semua peserta diminta untuk menuliskan daftar aset yang dimiliki dan daftar utang di lembar form yang telah disediakan oleh panitia.

Peserta Financial Talks mengisi form daftar aset dan daftar utang

Data yang telah dituliskan tadi menjadi indikator bagaimana kondisi kesehatan keuangan kita.

Haruskah Melakukan Perencanaan Keuangan?

Jika kalian ingin menikmati hari tua yang nyaman, pendidikan terbaik untuk anak terjamin, rumah dan kendaraan untuk keluarga, dan memiliki waktu yang cukup bersama keluarga tercinta ketika masa tua. Maka kalian harus melakukan perencanaan keuangan sejak masih muda.

Di awal tadi sudah membuat arus kas dan membuat neraca, sekarang saatnya membuat perencanaan keuangan dan menyiapkan dana pensiun bersama Bang Eka Siregar.

Membuat perencanaan keuangan bersama Bang Eka

Sebelum membahas lebih lanjut tentang perencanaan keuangan, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Perencanaan Keuangan? Jadi, Perencanaan Keuangan adalah sebuah proses. Proses untuk merencanakan dan mengelola keuangan pribadi/keluarga, memilih asuransi dan investasi yang tepat, dan pemenuhan kebutuhan keuangan.

Karena merupakan sebuah proses, maka kegiatan ini akan berlanjut dalam waktu yang panjang sampai tujuan keuangan pribadi dan keluarga tercapai.

Untuk melakukan proses tersebut, kita bisa memulainya dengan melakukan berbagai tahapan berikut:

  1. Financial Check Up

Financial check up adalah memeriksa kondisi keuangan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi keuangan kita pada saat ini apakah sudah sehat atau tidak.

Dengan melakukan financial check up, kita menjadi tahu berapa harta atau aset yang dimiliki dan berapa utang yang harus dibayar. Selain itu kita juga perlu tahu aliran arus kas, total penghasilan dalam satu waktu, dan berapa pengeluaran dalam satu waktu agar tidak nombok.

Sehat atau tidaknya keuangan kita bisa dilihat dari kemampuan menabung, besar aset lancar dan besarnya cicilan/utang.

  1. Tentukan Tujuan

Kalian merencanakan keuangan untuk apa? Untuk menikah, liburan atau masa pensiun? Sebelum membuat perencanaan keuangan, kalian harus tahu tujuannya untuk apa.

Menentukan tujuan perencanaan keuangan bisa dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun), jangka menengah (1-5 tahun), atau jangan panjang (lebih dari 5 tahun yang akan datang). Untuk jangka pendek seperti pengeluaran bulanan, jangka menengah seperti liburan dan peningkatan gaya hidup, dan jangka panjang seperti pendidikan, kesehatan masa depan, dan pensiun.

  1. Buat Anggaran

Setelah menentukan tujuan, barulah susun anggarannya. Susun tindakan-tindakan apa yang bisa dilakukan, serta alternatif-alternatif tindakan apa yang tersedia kemudian memilih tindakan yang terbaik.

  1. Implementasi

Jika kalian sudah melakukan 3 tahapan di atas, maka tahapan yang ke-empatlah yang paling penting yaitu implementasi. Semua yang dilakukan tampa implementasi akan percuma saja. Untuk itu, semua teori dan tindakan di atas harus dilakukan, bukan hanya ditulis di kertas saja.

  1. Evaluasi

Ketika semua tahapan di atas sudah dilakukan, jangan lupa untuk melakukan evaluasi secara berkala.Hal ini dilakukan untuk melihat apakah hasil implementasi sudah dilakukan sesuai dengan tujuan keuangan, atau malah perlu dilakukan tindakan perbaikan. Evaluasi biasanya dilakukan 6 bulan atau 1 tahun sekali.

Be Jenius

Pada kesempatan kali ini Klub Blogger dan Buku juga kedatangan tamu spesial dari Jenius Bank BTPN, Mas Rizqi Inounu.

Mas Rizqi Inounu sedang menjelaskan tentang Jenius

Jenius merupakan salah satu produk perbankan dari Bank BTPN yang menawarkan pembuatan rekening tanpa buku tabungan. Sistem pembukuan bisa langsung melalui aplikasi ponsel sehingga sangat cocok untuk kaum milenial.

Kabar baik lainnya, di Jenius tidak dikenakan biaya administrasi bank. Transfer antar bank dan tarik tunai di ATM bersama, maupun jaringan prima juga tidak dikenakan biaya. Bayangkan setiap kali akan transfer dikenakan biaya bank, kalau dihitung-hitung lumayan juga ya.

Menggunakan Jenius juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatur perencanaan keuangan kita.

Perencanaan Pensiun

Siapkan dana pensiun sejak masih muda

“Perencanaan Keuangan yang benar adalah dengan menyiapkan langkah-langkah yang komprehensif untuk mencapai tujuan keuangan” – Eka Siregar –

Untuk mencapai tujuan keuangan serta menikmati masa depan dengan bahagia dan sejahtera, kalian harus menerapkan Kebiasaan Baik dalam Perencanaan Keuangan seperti berikut:

  1. Jalani hidup sesuai dengan kemampuan (Butuh vs Mau).
  2. Mulailah menabung untuk masa depan.
  3. Pintar mengontrol diri dalam membelanjakan uang sehingga tidak komsumtif dan terjebak cicilan utang yang berlebihan

Langkah-langkah mengelola keuangan dengan formula 60-40:

  1. Tinggalkan kebiasaan buruk menabung dari sisa, mulailah sisihkan terlebih dahulu dana masa depan sebesar 10-20%.
  2. Cadangkan untuk melindungi diri dari berbagai musibah, buatlah proteksi asuransi sampai dengan 10%.
  3. Pastikan dana pendidikan (uang sekolah), sisakan dana pendidikan hingga 15%.
  4. Bayarlah terlebih dahulu segala cicilan pinjaman atau utang kepada pihak lain, agar kita tidak terkena denda. Dana tersebut alokasikan sebanyak maksimal 30%.
  5. Membayar segala kebutuhan rumah tangga, maksimal sebanyak 60% + cicilan (utang).
  6. Selebihnya silakan digunakan untuk rekreasi dan hiburan bersama keluarga, maksimal sebanyak 5%.
Formula sederhana Financial Planning

Ada beberapa fakta kenapa kita harus menyiapkan dana pensiun, seperti:

  1. Perlu dana untuk persiapan
  2. Usia dan fisik tidak bisa bohong
  3. Produktivitas menurun
  4. Tidak ada penghasilan di usia pensiun
  5. Perlu disiapkan dari sekarang
  6. Kegiatan pensiun berbeda setiap generasi
  7. Ada inflasi

Ketika akan membuat perencanaan pensiun, kita harus sudah tahu kapan kita mau pensiun, apa yang ingin dilakukan pada saat pensiun, berapa dana yang dibutuhkan ketika saat pensiun, berapa lama dana pensiun ingin dipakai, dan berapa untuk memulainya.

Contoh perhitungan dana pensiun

Cara mendapatkan uang sebesar Rp. 9.628.384.587,- dalam waktu 30 tahun :

 Bisnis (butuh modal, butuh keahlian, dll serta belum tentu berhasil).

  1. Menabung di Bank (Inflasi 7%, bunga 2%) sebesar :Rp. 645.253.496,- per tahun.

Itulah sedikit ulasan mengenai acara Financial Talks Klub Blogger dan Buku beberapa waktu lalu. Untuk kalian yang tidak sempat hadir, bisa intip keseruan acaranya di sini:

Terima kasih untuk Dispusip dan Jenius Bank BTPN yang telah menjadi sponsor acara. Terima kasih juga untuk narasumber, semua peserta yang sudah hadir dan semua pihak yang sudah membantu acara Financial Talks ini. Acara ini sepenuhnya diorganisir oleh 3 orang anggota Klub Blogger dan Buku, yaitu Antin Aprianti, Siti Muktianah, dan Riau Abdilah.

Untuk informasi acara Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta, kalian bisa cek di instagram dan twitternya @kubbu_bpj. Sampai jumpa di acara Klub Blogger dan Buku lainnya.

Semua peserta Financial Talks beserta narasumber dan panitia
Oleh: Antin Aprianti
Editor: @febe_shinta
Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

1 thought on “Financial Talks Kubbu: Liburan Lancar, Tabungan Aman!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close