Museum & Sejarah

Sejarah Hasil Bumi Di Museum Sang Nila Utama, Riau

Ada berbagai jenis tempat wisata di Pekanbaru. Satu di antaranya tempat wisata sejarah dan kebudayaan yakni museum. Di Kota Pekanbaru, ada sebuah museum yang bernama “Museum Sang Nila Utama”

Banyaknya benda budaya maupun benda yang menjadi sumber daya alam yang patut dilestarikan di Riau, menyebabkan pemerintah daerah Riau menganggarkan pengumpulan benda-benda tersebut secara bertahap sejak tahun anggaran 1977/1978.

Pembangunan gedung museum sendiri baru dimulai pada tahun anggaran 1984/1985. Pada awal berdirinya, museum ini dikenal dengan nama Museum Negeri Provinsi Riau. Peresmiannya dilaksanakan pada 9 Juli 1994 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Edi Sedyawati.

Foto by katawarta

Setelah dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 yang kemudian direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Daerah, maka Museum Negeri Provinsi Riau berganti nama menjadi Sang Nila Utama.

Nama “Sang Nila Utama” berasal dari nama seorang pangeran sriwijaya yang menjadi raja Bintan dan pendiri kerajaan Singapura pada tahun 1922. Riau dahulunya merupakan pusat kebudayaan dan pernah berada di puncak kejayaan sebagai kerajaan besar di Indonesia.

Seluruh areal museum mencapai luas hampir dua hektar dan terdiri dari 2 lantai. Sarana dan prasarana yang ada di sini adalah gedung perkantoran museum, meliputi ruang kepala museum, ruang administrasi, ruang pengolahan data, ruang storage koleksi, ruang kurator, ruang rapat, ruang bimbingan, ruang konservasi dan preparasi, serta ruang pameran temporer.
Gedung induk atau ruang pameran tetap mencapai luas 1.123 m2. Bentuk bangunan bergaya arsitektur rumah tradisional Melayu Riau. Museum Sang Nila Utama juga memiliki beberapa fasilitas lain yakni taman yang dilengkapi sarana bermain, gedung auditorium yang dapat digunakan masyarakat umum untuk acara seminar, penyuluhan serta perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi dll.

Di halaman depan museum terdapat koleksi yang lumayan besar, berupa miniatur alat pengeboran minyak sumbangan dari perusahaan minyak Chevron. Di halaman belakang terdapat koleksi kerangka ikan paus. Saat memasuki gedung utama, kita akan disambut oleh petugas yang ramah.

Sebelum mengunjungi museum, pengunjung akan diminta untuk menitipkan barang-barang di penitipan barang. Kemudian, pengunjung dapat mengelilingi sendiri ruang museum. Koleksi-koleksi yang dipajang di museum ada yang dipajang di dalam lemari kaca atau tanpa lemari kaca.

Biasanya yang di pajang di lemari kaca tersebut ialah koleksi yang sudah lama dan perlu perawatan khusus. Tidak semua yang dipajang di museum ini koleksi asli, beberapa merupakan replika.

Sampai 2013 Museum Daerah Riau “Sang Nila Utama” memiliki koleksi sebanyak 4.298 buah. Koleksi yang dipamerkan berjumlah sekitar 1.500 buah. Koleksi yang menjadi andalan museum ini adalah batu siput yang memiliki berat 1 ton ditemukan di Koto Kampar, Koleksi yang menonjol lainnya ialah sejarah-sejarah Provinsi Riau, ditampilkan foto-foto beberapa tempat bersejarah serta tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam pembangunan provinsi Riau.

Kemudian ada maket dari beberapa situs bersejarah dan tempat penting di provinsi Riau, seperti maket istana-istana yang berdiri di beberapa kabupaten, serta koleksi pertambangan minyak bumi Chevron, karena Provinsi Riau adalah salah satu Provinsi yang menghasilkan minyak bumi terbesar di Indonesia.

Koleksi peralatan dan barang-barang tambang seperti mata bor, replika pompa ayun, batuan pembentuk minyak bumi, dan crude oil atau minyak mentah menjadi koleksi paling unik yang jarang ditemukan di museum lainnya.

Di museum ini juga terdapat berbagai miniature seperti miniatur rumah melayu dengan bentuk Dapur Bubung Panjang yang disebut Gajah Menyusu. Kemudian ada miniature candi muara takus, istana Siak, Mesjid Raya Pulau Penyengat, Istana Pulau penyengat dan lain-lain.

Pengunjung museum ini tidak hanya dari dalam negeri saja, wisatawan luar negeri juga banyak yang mendatangi Museum Sang Nila Utama ini. Antara lain dari Malaysia, Malaka, Amerika, Jepang dan Negara-negara lainnya. Mereka ada yang sekedar berkunjung ada juga yang sedang melakukan penelitian.

Koleksi museum ini diklasifikasikan menjadi 10 jenis, yakni :

  1. Geologika/geografika

Koleksi yang berhubungan dengan geologi dan geografi.

  1. Biologika

Koleksi yang berhubungan dengan biologi.

  1. Etnografika

Koleksi yang berhubungan dengan suku bangsa.

  1. Arkeologi

Koleksi yang berhubungan dengan kepurbakalaan.

  1. Historika

Koleksi yang berhubungan dengan sejarah.

  1. Numistika dan Heraldika

Koleksi yang berhubungan dengan mata uang,stempel dan tanda jasa.

  1. Filologika

Koleksi yang berhubungan dengan naskah kuno.

  1. Keramologika

Koleksi yang berhubungan dengan gerabah dan keramik.

  1. Seni Rupa

Koleksi yang berhubungan dengan seni lukis,seni kerajinan tangan dan seni patung.

  1. Teknologika/ modern

Koleksi yang berhubungan dengan teknologi dan rekayasa.

Tiket masuk museum yang bukata setiap hari mulai dari pukul 08.00 – 14.00 WIB ini gratis !. Museum Sang Nila Utama berada di Jl. Jendral Sudirman No 194 – Bersebrangan dengan Kantor DPRD – RIAU.

Tags
Show More

bubuy

Backpackology

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *