City Tour & LandmarkSeni & Budaya

Rumah Adat Kalimantan Barat, Rumah Radakng

Provinsi Kalimantan Barat yang dikenal dengan Provinsi seribu sungai ini memiliki ciri khas yang menjadi karakteristik sebagai pembeda dengan provinsi lain di Indonesia. Salah satu karakteristik tersebut dapat kita lihat dari segi Rumah adat yagn dimilikinya. Seperti apa rumah adat tersebut, yuk kita ulas sedikit.

Foto: nasional.republika.co.id

Kalimantan barat mayoritas berpenduduk suku Dayak dan suku Melayu. Dalam bahasa Dayak Kanayatn, Rumah adat di Kalimantan Barat dikenal dengan nama Rumah Panjang atau rumah Radakng. Rumah adat ini berupa model rumah panggung dengan ketinggian berkisar 5 hingga 8 meter dari permukaan tanah yang memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang hingga 180 mdan lebar mencapai 30 m. Dengan material kayu pilihan, rumah adat ini biasanya dihuni satu keluarga intidan beberapa keluarga lain, dimana setiap keluarga menempati satu kamar. Selain sebagai tempat tinggal, ruamah adat ini digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat, upacara, serta berbagai ritual adat suku Dayak.

Foto: pontianak.tribunnews.com

Rumah adat yang dibuat tinggi tersebut bertujuan untuk  melindungi dari serangan suku lain, binatang buas serta antisipasi banjir sewaktu-waktu. Konstruksi rumahnya sendiri memiliki 3 bagian utama yang terdiri dari :

1.Tangga/ Hejot

Jumlah tangga harus ganjil, umumnya terdapat 3 tangga dalam 1 rumah di bagian depan, kanan, dan kiri rumah. Semakin besar bangunan rumah maka jumlah tangga semakin banyak.

2.Badan Rumah

Rumah panjang dibangun dengnakayu Ulin yang kokoh dan bisa bertahan sampai ratusan tahun. Setiap ruangan disekat-sekat. Penyekatnya merupakan dinding dari papan kayu.

3.Lantai

Lantai rumah biasanya terbuat dari bambu, belahan batang pinang atau kayu bulat sebesar pergelangan tangan.

 

Untuk ruangannya , terbagimenjadi beberapa bagian antara lain:

1.Pante/ teras rumah

Terdapat di depan rumah dengan atap yang menjorok keluar. Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk mengadakan upacara adat, tempat menjemur padi dan pakaian.

2.Samik/ Ruang tamu

Di ruangan ini terdapat satu pene, yaitu meja berbentuk lingkaran yang digunakan untuk meletakkan hidangan saat menerima tamu.

3.Ruang keluarga

Berukuran panjang 6 meter dengan lebar 6 meter. Berbentuk persegi panjang dan terletak di bagian tengah rumah. Fungsinya sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk melakukan berbagai kegiatan bersama.

4.Kamar Tidur

Terletak di sepanjang rumah secara berjejeran. Kamar tidur orangtua berada di ujung aliran sungai, kemudian berderet hingga yang paling ujung hilir sungai harus dihuni oleh anak bungsu.

5.Bagian Belakang Rumah

Digunakan sebagai dapur dan tempat untuk menyimpan hasil panen dan alat pertanian. Dapur menghadap ke aliran sungai. Hal tersebut dipercaya akan mendatangkan rizki.

Foto: lihat.co.id

Bangunan Rumah adat Randakng ternyata memiliki nilai filosofi sesuai bentuk dan diperuntukannya yang mendeskripsikan sifat kebersamaan dan toleransi antar anggota keluarga. Bagian  hulu rumah harus searah matahari terbit, sedangkan bagian hilirnya harus searah matahari terbenam. Hal tersebut melambangkan kerja keras dalam mengarungi kehidupan, mulai ari matahari terbit hingga terbenam. Berbeda dengan bagian depannya yang sering dijumpai patung dari kayu ulin yang menyerupai manusia ini digunakan dalam ritual mengantar arwah leluhur ke alam surga. Haltersebut dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat. Pada intinya rumah adat Randakng inilah yang menunjukkan bahwa suku Dayak mengutamakan keharmonisan dalam bermasyarakat.

 

 

Sumber: kisahasalusul.com

 

Tags
Show More

Defi Susisusanti

Gadis biasa yang tak punya kelebihan namun punya beragam kegemaran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *