City Tour & Landmark

Masjid Lautze

Masjid Lautze Terletak di Jalan Lautze Jakarta Pusat. Masjid ini berhimpit dengan ruko-ruko di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Masjid Lautze ini didirikan pada 9 April 1991 dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie kala itu. Asal kata “Lautze” adalah dari seorang tokoh muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada tahun 1930an.

Lautze sendiri jika diartikan dalam bahasa Mandarin artinya adalah guru. Pihak pendiri juga berpikiran bahwa kelak masjid ini dapat menjadi guru bagi mereka yang ingin memeluk Islam. Masjid Lautze juga mempunyai keunikan tersendiri. Selain warna merah yang mendominasi interior dan exteriornya, adalah jam oprasional masjid layaknya durasi kerja kantoran. Masjid dibuka pukul 09.00 dan tutup pukul 17.00 WIB, jadi jika Anda ingin salat di Masjid Lautze hendaknya datang pada waktu Zuhur dan Asar.

Masjid Lautze  2 - backpacker Jakarta

image : byuprasetyosky

Pendirian mesjid Lautze oleh Haji Karim Oei Tjeng Hien atau Haji Abdulkarim, seorang Tionghoa muallaf pada 1930, yang wafat pada tahun 1988, sekaligus salah satu penyebar agama Islam di Nusantara, merupakan suatu oase yang dianggap mampu men’dobrak’ persepsi keliru yang ada dalam masyarakat. Mesjid ini menjadi tempat ’pembauran’ muslim etnis Tionghoa dan non Tionghoa.
Haji Karim Oei Tjeng Hien atau Haji Abdulkarim merupakan seorang tokoh Islam, mantan anggota Parlemen RI dan mendirikan organisasi etnis Tionghoa Islam dengan nama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia/PITI. Pada tahun 1967-1974 ia menjadi anggota Pimpinan Harian Masjid Istiqlal Jakarta yang diangkat oleh Presiden RI dan anggota Dewan Panyantun BAKOM PKAB serta anggota Pengurus Majelis Ulama Indonesia Pusat.

Mesjid ini secara lokasi juga unik, karena berdiri antara rumah toko, di gedung berlantai empat di jalan Lautze No 87-89, Pasar Baru dan memiliki pintu yang berwarna merah khas Tionghoa seperti pintu Klenteng. Di bagian dalam mesjid, seperti bangunan mesjid umumnya, struktur bangunan tidak terlalu istimewa. Satu hal yang istimewa yaitu banyaknya kaligrafi huruf Arab dan huruf Mandarin menghiasi dinding mesjid. Di dekat mimbar imam, terdapat kaligrafi kedua huruf tersebut yang berbunyi ”Ar-rahman” (pengasih/penyayang).

Tags

admin

Komunitas Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas Travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Instagram : @backpackerjakarta Twitter : @official_bpj Facebook : www.facebook.com/groups/backpackerjakarta Group Wa : 089507622003

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *