GunungLiputan Trip

Climbing Ferrata Badega Parang

Sabtu siang ditanggal 21 Januari 2017 para peserta trip climb ferrata berkumpul di stasiun kota, ini yang ke 4 kalinya backpacker Jakarta mengadakan trip climb ferrata di tebing parang, tentunya dengan berbagai macam cerita dan pengalaman yang berbeda.  Berdasarkan jadwal yang direncanakan,  kereta akan berangkat pada jam 16.45 WIB menuju Purwakarta,  maka dari itu para peserta dianjurkan datang lebih awal  sekitar  jam 14.00 WIB untuk membeli tiket.  Namun setelah disana, teryata tiket kereta sudah habis, akhirnya CP dengan para peserta berunding untuk berangkat dengan kereta sampai cikampek dengan keberangkatan sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 9 malam, dilanjut dengan menggunakan angkot menuju rumah singgah di purwakarta.

Setelah hujan semalaman, akhirnya di Minggu pagi tanggal 22 Januari 2017 cuaca di Purwakarta cerah, tiba dilokasi badega parang sekitar jam 08.30  kami bersiap –siap untuk clim ferrata. Start Climb dimulai dari jam 10.05 dengan peserta sebanyak 28 orang. Trek Badega Parang yang dilalui tidak menentu, kadang menyerong agak naik atau vertikal disambut angin sepoy – sepoy kemudian  disuguhi pemandangan waduk jatiluhur dari ketinggian.

Climbing yang dilakukan sampai dengan ketinggian 300 meter ini, sebenarnya membuat was – was , karena pada saat trek, ada waku dimana kami harus berhenti sejenak menunggu yang lain, dimana posisinya jika melihat kebawah itu jauh sekali dan objek terlihat kecil. Bagi para peserta, ini bukan climb biasa karena pada saat perjalanan trek kami masih bisa melakukan keceriaan meskipun agak ngeri dengan perjalanan yang dilalui, kami pun punya password atau semacam kode dengan seseorang, siapa lagi kalau bukan guidenya, jika ingin difoto maka kami harus menyebut “om foto om” maka guidenya langsung sigap ambil posisi untuk foto.

Climbing berakhir di jam 14.05 dengan kondisi melakukan turunan lebih sulit dari pada ketika naik serta disambut dengan hujan dan melewati kabut.  Ini merupakan salah satu trip yang wajib dicoba, karena melakukan track dengan cara yang berbeda dan lebih menantang.

Tags

Afra Zahara

Jalan kemanapun sambil mengamati dengan apik, jadi banyak cita - cita. Doakan ya!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *