Liputan Trip

Liputan Trip BPJ, Gunung Papandayan Part 8

Papandayan

Gunung Papandayan merupakan gunung berapi aktif yang terletak di Garut, Jawa Barat. Gunung tersebut memiliki tinggi sekitar 2,665 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Papandayan memberikan view indahnya Pondok Saladah, Taman Edelwies, Hutan Mati, dan Kawah Vulkanik yang akan memanjakan mata siapapun yang memandang.

Backpacker Jakarta (BPJ) mengadakan trip ke Gunung Papandayan yang ke-8 pada 17 – 18 Maret 2017. Contact Person (CP) trip kali ini adalah Kak Cahya dan Kak Ramdhan dengan Share Cost member BPJ sebesar Rp 330,173 dan non member BPJ sebesar Rp 340,173. Meeting Point dilaksakana pada 16 Maret 2018 pukul 23.00 di Sekretariat BPJ.

Foto : CP : Kak Ramdhan memakai Buff Merah, Kak Cahya memakai Celana Abu/Sumber : Suherman

Jumlah peserta yang mengikuti trip kali ini sebanyak 27 orang yang terdiri dari member BPJ dan non member BPJ. Setelah semua peserta berkumpul, tepat pukul 24.00 kami semua berangkat menuju Gunung Papandayan dengan menggunakan Bus yang telah kami sewa sebelumnya.

Foto : Tiba di Base Camp/ Sumber : Suherman

Perjalanan dari Jakarta menuju Base Camp kali ini memakan waktu sekitar 8 – 9 jam. Sekitar pukul 08.30 kami tiba di Base Camp Gunung Papandayan. Setibanya di Gunung Papandayan kami beristirahat sejenak, makan, mempersiapkan diri serta melakukan re-packing barang – barang yang akan diperlukan selama pendakian Gunung Papandayan

Foto : Doa bersama sebelum memulai pendakian

Pendakian dimulai sekitar pukul 10.00 setelah peserta merasa siap untuk melakukan perjalanan. Sebelum pendakian benar – benar dimulai diadakan sesi briefing untuk memastikan semua dalam kondisi benar – benar siap untuk menjalani pendakian. Hal yang tidak lupa dilakukan adalah berdoa, agar semua mendapat perlindungan dari Allah SWT sehingga trip kali ini berjalan dengan lancar dan sukses.

Foto : perjalanan menuju lokasi camping.

Pondok saladah merupakan lokasi kemah yang kami tuju untuk camping malam ini. Pondok Saladah merupakan area padang rumput seluas 8 Ha yang berada pada ketinggian 2,288 mdpl. Di daerah ini terdapat aliran sungai sehingga tepat untuk dijadikan area berkemah.

Foto : Lokasi Kemah di Pondok Saladah

Setibanya kami di Pondok Saladah sekitar pukul 14.00, kami segera membangun tenda tempat kami berteduh selama di Gunung Papandayan. Ada yang berbeda pada trip kali ini, yaitu : semua orang yang ikut serta dalam trip kali ini dilibatkan secara aktif dalam membangun tenda, sehingga peserta memiliki ilmu dan pengalaman dalam membangun tenda.

Foto : tenda yang rusak akibat serangan Babi/Sumber : Haris Oetomo

Babi merupakan satwa liar yang harus diwaspadai ketika kemah di Gunung Papandayan. Kelalaian kami dalam menyimpan makanan sembarangan (di dalam tenda) menyebabkan 2 tenda kami rusak menjadi korban Babi yang sedang mencari makan. Mengingat Babi memiliki tingkat penciuman yang tajam tidak mungkin kami menyimpan makanan di dalam tenda, maka kami memutuskan untuk menyimpan makanan tersebut di tempat yang tinggi, sehingga sulit untuk dijangkau Babi.

Malam hari menjelang tidur, kami isi dengan makan malam. Setelah makan malam selesai, kami berbincang satu sama lain, bercanda, menghangatkan badan, dan tidak lupa melihat Bintang.

Cuaca malam itu cerah, setelah sore harinya hujan turun dengan derasnya. Malam itu langit bertaburan bintang sehingga terlihat begitu indah. Adanya Milky Way menambah indah langit malam itu.

Foto : Sunrise di Gunung Papandayan

Sunrise merupakan hal yang sebagian dari kami tunggu. Pagi ini cerah sehingga sunrise pun terlihat begitu indah.

Foto : Area Hutan Mati

Hutan mati merupakan bagian eksotis di Gunung Papandayan. Berfoto dengan latar batang dan ranting yang menghitam, yang pada waktu lampau merupakan bagian dari hutan Gunung Papandayan.

Foto : Area Kawah Vulkanik

Pada area kawah terdapat lubang magma yang besar maupun yag kecil. Dari lubang – lubang tersebut keluar asap dan terdengar juga suara – suara yang unik.

The last but not least, perjalanan kali ini sangatlah menyenangkan. Dan kamipun beranjak turun dan tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 malam.

Testimony :

  1. Bunga : Seneng bgt, Seru karena orangnya gokil- gokil sampai susah nahan ketawa, CP nya juga baik mau masakin peserta (Enak loh masakanya), buat gue semua gunung itu unik dan punya keistimewahan sendiri, tapi Papandayan itu beda selain alamnya yang indah, gunung ini juga ngajarin buat berbagi dengan makhluk lainnya (Iya berbagi makanan sama Babi- Babi disana), yang engga gue temuin dibeberapa pendakian gunung lainnya, pokoknya kuerennnnnn bingits.
  2. Sifa : Keren, Seru.
Tags

Related Articles

1 thought on “Liputan Trip BPJ, Gunung Papandayan Part 8”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *