Home / Blog / Danau & Sungai / Chapter 3 : Liputan Trip Pendakian Perdana Gunung Kerinci, Gunung Hulu Sangir dan Danau Gunung Tujuh, Jambi

Chapter 3 : Liputan Trip Pendakian Perdana Gunung Kerinci, Gunung Hulu Sangir dan Danau Gunung Tujuh, Jambi

Melanjutkan cerita di chapter sebelumnya, sebagian teman-teman memilih untuk gak ikut naik ke Gunung Hulu Sangir mengingat masih ada yang belum terlalu pulih stamina nya. So, dengan sisa peserta yang ada, kami tetap lanjut naik keatas.

Oh iya, ternyata gunung ini masih berada di kawasan Danau Gunung Tujuh. Berarti sekalian lah ya gaes! Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Danau ini terletak pada ketinggian 1950mdpl dan tercatat sebagai salah satu danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau Gunung Tujuh terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam dan air pada danau ini menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir.

Gapura kuning menjadi starting point kami dalam pendakian ke Puncak Gunung Hulu Sangir serta merangkap menjadi pos retribusi. Puncak Gunung Hulu Sangir juga berperan sebagai pintu masuk menuju Danau Gunung Tujuh yang dulunya lebih dikenal dengan nama Danau Sakti.

Pos Retribusi

Dengan memakan waktu kurang lebih 20 menit, perjalanan kami diawali dengan jalur berbatu selebar 3 meter dan melintasi ladang warga di kanan dan kiri jalan.

Pada 10 menit pertama, kita dapat menyaksikan betapa megahnya Gunung Kerinci di bagian kiri, nan jauh di sana. Sementara pada latar depannya, ditutupi kebun sayur mayur milik warga.

Karakter jalur pendakian ke Gunung Hulu Sangir (2330mdpl) tak jauh beda dengan jalur pendakian Gunung Kerinci (3805mdpl). Pepohonan tinggi menjulang menghiasi kanan-kiri jalan. Lantai tanahnya beralaskan guguran dedaunan dan akar-akar tua yang merambati jalur hutan secara tidak beraturan. Bedanya dengan jalur pendakian Gunung Kerinci hanya terletak pada absennya jalur air dan jalur pasir di tempat ini.

Di sini, segalanya serba tertutup. Kalaupun ada yang bisa dipandang-pandang, pasti hanyalah panjangnya jalur di bagian depan, juga bagian belakang. Tipikal jalur nya, jika kalian gak tahan-tahan dan sabar, dijamin cepat merasa bosan selama proses nanjak.

Pada pendakian kali ini, berkali-kali injury time telah saya kantongi. Penyebabnya bukan hanya karena cidera kaki, tapi juga motivasi seujung jari yang telah habis tergerogoti. Di manapun berhenti, di situlah titik akhir yang sebenarnya diharapkan dalam hati. Kalaupun ada yang bisa memaksa motivasi tersebut bangkit kembali, itu pasti karena perasaan tidak enak kepada teman lain yang sejatinya berjiwa voorijder, kemudian secara sukarela menjadi sweeper demi mengimbangi langkah.

Perasaan tidak enak yang kemudian berhasil memaksa saya terus mendaki ke Puncak Gunung Hulu Sangir akhirnya sampai di puncak dalam waktu 3 jam 45 menit. Hahaha. Terima kasih teman-teman. Hiks…

Puncak Gunung Hulu Sangir

Di puncak Gunung Hulu Sangir, yang luasnya hanya seukuran lapangan badminton itu, kami ambil jeda istirahat sebentar. Karena danau sudah ada di depan mata.

Karena penasaran dengan jalur berikutnya yang harus dilalui, saya coba intip sedikit jalur nya dan hanya satu kata yang tepat untuk menggambarkan jalur tersebut adalah… MALES!

Kalau boleh jujur, saya lebih menyukai perjalanan menanjak yang hampir 4 jam (sebelumnya) dari pada harus menuruni jalur terjal dengan kemiringan 65 derajat selama 15 menit hanya untuk mencapai Danau Gunung Tujuh di bawah sana.

Selepas jalur terjal tanah yang menjadi licin akibat hujan kemarin, kami tiba di tepian barat Danau Gunung Tujuh. Di bagian kiri, air tampak mengalir menuju celah di antara 2 gunung yang membentuk mulut air terjun. Dari permukaan danau, riaknya terlihat tenang, tapi begitu melepaskan diri dari celah tebing tadi, suaranya berubah lantang bernada ancaman.

Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh

Bila mata cukup jeli, sebenarnya air terjun dapat dilihat dari area Shelter 3 hingga Puncak Indrapura, Gunung Kerinci. Tapi, gak jeli pun gak masalah, karena jaraknya yang memang cukup jauh, dan tak jarang wujud air terjun ini tersamarkan oleh kabut tebal yang meliputi area pegunungan sekitar.

Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh

Berdasarkan sebuah dokumen berjudul, “Sumatran Rhino Population and Habitat Viability Analysis Workshop” tertanggal November 11-13, 1993, yang ditulis oleh Ronald L. Tilson dan Kathy Traylor-Holzer, luas danau kawah yang berada pada elevasi 1,996m ini mencapai 1,000 ha. Dengan kedalaman yang berkisar antara 8-40m.

Danau Gunung Tujuh

Nah, dihari terakhir, kami menyempatkan diri untuk menjelajah keindahan ranah minang di Danau Diateh.

Danau Diateh
Danau Diateh

See you next Pendakian Kerinci Part 2!

Dokumentasihttps://drive.google.com/drive/folders/0B6q6-5EyXTa2blM1M2pTSE5ndzQ

Author : Amiral Arif @arifkutiah
Editor : @febe_shinta

About febeshinta

Instagram : @febe_shinta

Check Also

Waduk Bajulmati, Raja Ampatnya Banyuwangi

Waduk Bajulmati adalah waduk yang terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Situbondo, Provinsi …