BlogEditor PicksSeni & BudayaUncategorized

Wujud Nyata Toleransi Umat Beragama di Pura Lingsar Lombok

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki keberagaman kepercayaan tetapi didukung dengan tingginya toleransi, salah satunya toleransi antar umat beragama Islam dan Hindu yang terpancar di Pura Lingsar, Lombok.

Pura Lingsar Lombok (foto: tripterus.com)
“Pura Lingsar Lombok (foto: tripterus.com)”

Jika kalian gemar berwisata religi, pura ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata menarik. Pura yang didirikan oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem pada tahun 1741 ini terletak di Desa Lingsar. Tempat ini dianggap pura yang paling suci di Lombok, dan dulunya dibuat sebagai lambang pemersatu. Oleh sebab itu, di sini tak ada yang lebih tinggi, lebih rendah, atau juga lebih luas.

Ada peraturan yang menarik disini, dimana terlihat sekali toleransi antar pemeluk Islam dan Hindu. Bilamana umat Hindu menghantarkan sesaji kepada dewa-dewa tidak boleh ada unsur babi, karena babi itu merupakan hewan yang diharamkan oleh umat Islam. Sama halnya ketika perayaan Idul Adha, umat Islam dilarang memotong sapi yang dianggap suci oleh umat Hindu.

Pura Lingsar sampai sekarang masih aktif digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu dan umat Islam suku Sasak, lho! Di pura ini juga terdapat upacara yang digelar setiap tahunnya guna mempererat tali silaturahmi antara Islam dan Hindu. Perang Topat, begitulah masyarakat Lombok menyebutnya. Upacara yang memikili filosofi wujud rasa syukur atas kerukunan yang terjalin dan atas rezeki yang melimpah ruah ini ditandai dengan lempar melempat ketupat.

Perang Topat, tradisi unik di Pura Lingsar. (foto: hellolombok.com)
“Perang Topat, tradisi unik di Pura Lingsar. (foto: hellolombok.com)”

Hal unik lain yang bisa kalian temukan adalah adanya replika Gunung Rinjani seperti Segara Anak dibuat di pura ini. Beberapa ikan juga tampak berada di dalam danau buatan ini. Pura juga memiliki kolam keramat. Kolam yang dikeramatkan ini airnya bersumber langsung dari Gunung Rinjani, lho. Wow! Maka dari itu walau musim kering, kolam tidak pernah kekeringan karena air yang masuk ke kolam langsung dari Gunung Rinjani.

"Kolam di Pura Lingsar (foto: lombok.panduanwisata.id)"
“Kolam di Pura Lingsar (foto: lombok.panduanwisata.id)”

Di Pura Lingsar pun kalian dapat menjumpai 9 pancuran yang juga dikeramatkan. Air dari 9 pancuran yang melambangkan Wali Songo dan suci ini bisa untuk wudhu kemudian biasanya pengunjung memohon berkah, kesuksesan dan kebahagiaan. Terdapat 4 pancuran di area atas dan 5 pancuran di area bawah pura. Anjuran dari pengelola pura, apabila mau masuk diharapkan memakai selendang kain sembahyang.

"Pancuran 9 di Pura Lingsar. (foto: gunturaryantop)"
“Pancuran 9 di Pura Lingsar. (foto: gunturaryantop)”

Menarik, bukan?! Jangan lupa masukan Pura Lingsar ke list destinasi wisata kalian jika sedang berkunjung ke Lombok ya! :)

Source: detikTravel

Tags

Hilal Guswati

Seorang pengagum alam yang gemar membebaskan imajinasinya berceloteh ria || Explorer || Self-taught Writer || I'm a member of Backpacker Jakarta's Fantastic Four! #BPJ4

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close