Mellya Wirna

Mellya Wirna
RT 17
mellyadekha@gmail.com
 

Namaku Mellya Wirna. Biasa orang orang memanggilku Melly, tapi bukan Melly Goeslow ya. Mungkin orangtua ku memilih nama tersebut karna mereka memfavoritkan artis Melly Goeslow.

Menurut ibu ku, kata Wirna di belakang namaku, kebalikan huruf dari warna-warni. Ya mungkin saja mereka ingin aku sesukses Melly Goeslow dengan kehidupan yang berwarna. Tapi sayangnya, aku ini sangat payah dalam hal bernyanyi.

Jadi setiap ada latihan paduan suara saat di sekolah dasar dulu aku sering kabur ke kantin. Maklum karna aku memang tak begitu berbakat dalam hal tarik suara. Lain lagi ketika pelajaran Bahasa Indonesia. Aku tak pernah absen dalam pelajaran tersebut.

Karna dulu aku sangat suka sekali membuat puisi, sajak serta pantun.  Entah kenapa dengan berpuisi aku bisa mengekspresikan diri di depan public. Dulu semenjak sering ditunjuk maju ke depan kelas oleh Guru Bahasa Indonesiaku untuk membacakan puisi. Sejak saat itu aku jadi sering tampil di depan kelas dan di depan lapangan saat upacara sekolah.

Aku lahir dan besar di Jakarta. Tapi asli dari Padang Pariaman. Keluarga besar ku dari Padang. Ketika orang tua ku menikah dan memutuskan untuk merantau ke Jakarta demi mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian kalau kata Wali Band. Ya begitulah adat kami, adat minang yang memang sangat suka merantau ke Ibu Kota Jakarta yang keras demi mencari rejeki untuk keluarga. Menyelesaikan pendidikan dasar, menengah dan memilih jurusan Akuntansi saat menapaki Sekolah Menengah Kejuruan di Ibukota. Saat itu SMK sedang banyak di incar karna sebagian besar SMK memang dikhususkan Sekolah untuk melatih siswanya agar bisa cepat bekerja di kemudian hari. Besar di keluarga yang sangat suka bekerja, jadi aku memutuskan untuk bekerja saat lulus SMK walau saat itu ada ingin juga melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Lulus SMK saat umur 17 tahun, aku bertekad mencari pekerjaan bermodal ijazah SMK. Aku pernah mencoba bekerja sebagai seorang SPG di salah satu Mall di Jakarta hanya 3 bulan. Lalu aku mendapat pekerjaan bagian Accounting  di salah satu perusahaan kecil bergerak di bidang alat alat kesehatan daerah Cawang. Selama 1 tahun disana, banyak ilmu yang ku serap di bagian Accounting. Setelah 1 tahun aku memutuskan untuk berhenti, dan mendapat tawaran pekerjaan di bagian Admin Sales di salah satu perusahaan Manufaktur di daerah Palmerah. Walaupun jarak cukup jauh dari rumah, tapi nyaman bekerja disana.

Dari sinilah, aku tekad melanjutkan kuliah di perguruan tinggi sembari bekerja. Tetap pada jurusan Akuntansi, aku mengambil Strata 1 di STIE Pertiwi Cililitan. Bekerja sambil kuliah membuat hari hari ku semakin padat dengan rutinitas pagi bekerja dan pulang bekerja lanjut kuliah selepas Magrib, dan begitu seterusnya selama 4 tahun. Kadang frustasi saat banyak pekerjaan dituntut untuk harus di selesaikan sementara tugas kuliah pun semakin banyak apalagi ketika sedang di semester 4 sampai di semester akhir. Tidak ada waktu liburan, weekend apalagi holiday bersama teman teman karna hari libur ku pergunakan untuk  mengerjakan tugas kuliah. Tetapi pada saat itu, salah seorang teman baik ku yang melihatku sangat sibuk  lalu mengajak ku untuk gabung di Backpacker Jakarta. Awalnya aku menolak tetapi menurutnya, aku disarankan untuk ikut gabung di komunitas traveling tersebut guna mengurangi kefrustasian ku disaat aku penat bekerja sambil kuliah. Jadi aku ikuti saja sarannya, aku gabung di Backpacker Jakarta masuk di RT 17, walaupun aku kurang aktif di komunitas tersebut karna padatnya rutinitasku ini.

Pertengahan tahun 2018 akhirnya aku menyelesaikan Strata 1 dengan cumlaude, Alhamdulillah. Setelah lulus, aku berhenti dari pekerjaan sebagai admin sales di daerah Cawang dan melamar pekerjaan sesuai jurusan yang aku minati sekarang yaitu Finance Accounting. Selang 2  bulan aku mendapat pekerjaan sebagai Finance Accounting di salah satu perusahaan Korea di Jakarta sampai sekarang. Terlebih lagi, sekarang hari libur alias weekend aku pergunakan dengan liburan bersama teman teman Backpacker Jakarta karna disaat aku kuliah dulu  hampir tidak pernah traveling. Dan sekarang aku mulai aktif di beberapa komunitas traveling dan komunitas pendaki Gunung. Travelling ke berbagai tempat di Indonesia, membuatku takjub keindahannya juga mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga. Ternyata pengalaman itu tidak hanya di dapatkan dalam pekerjaan saja, melainkan dari teman, sahabat dan explore alam pun juga pengalaman yang tak ternilai harganya. HIngga kini, aku masih menikmati hobi baru ku, traveling.

Related Articles