Seni & Budaya

Suku Huaulu, Suku Yang Masih Bertahan Di Maluku

Indonesia terdiri dari ribuan suku dan etnis yang menempati seluruh Nusantara. Suku-suku ini memiliki keragaman yang tiada duanya, sangat otentik dan memiliki kearifan lokal di dalam identitas kehidupan mereka. Dari wilayah timur Indonesia, dalam hal ini Pulau Seram Maluku dan kita akan mengenal satu suku tua yang mendiami wilayah utara pulau, mereka bernama Suku Huaulu.

Suku Huaulu adalah suku asli Maluku yang sangat dihormati oleh seluruh penduduk Pulau Seram. Walaupun banyak yang menyebutkan bahwa mereka dahulu adalah kanibal, namun kenyataannya di masa modern ini mereka adalah pribadi yang ramah, senang bercanda dan sangat menghormati alam.

Foto by IndonesiaKaya

Suku Huaulu memang tidak terlalu terbuka terhadap perubahan modern, namun mereka sangat mencintai damai dan berusaha menerima siapapun yang ingin mengenal mereka lebih dekat lagi. Rumah adat Suku Huaulu disebut dengan Baileo yang merupakan salah satu hal yang paling menonjol dari kehidupan di pemukiman Huaulu.

Untuk mendirikan Baileo, Suku Huaulu harus mengadakan sebuah upacara adat. Konon, dalam ritual ini sebuah Baileo harus menggunakan tengkorak manusia yang merupakan musuh-musuh suku Huaulu yang telah mati, sebagai pondasi utama dari tiang-tiang di seluruh bangunan. Namun, seiring perkembangan zaman, ritual ini pun diganti dengan sebuah tempurung kelapa pada setiap tiangnya.

Foto by IndonesiaKaya

Secara umum, Baileo berbentuk seperti rumah panggung. Baileo memiliki banyak tiang penyangga yang biasanya diberi hiasan ukiran yang menunjukkan bahwa Baileo merupakan rumah istimewa dibandingkan rumah lainnya. Dengan menaiki sebuah tangga berukuran sekitar 1,5 meter, ternyata diatas adalah ruang utama Baileo yang merupakan tempat berkumpulnya seluruh warga desa. Tempat ini cukup besar dan terbuka tanpa adanya penyekat jendela atau pintu.

Di salah satu sudut Baileo, terdapat satu ruangan yang biasa dijadikan ruangan privasi berupa kamar tidur. Uniknya, kamar tidur ini tidak sekedar difungsikan sebagai tempat istirahat layaknya rumah modern. Suku Huaulu juga menggunakan ruangan ini untuk memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Foto by IndonesiaKaya

Secara umum, rumah Suku Huaulu hanya terdiri dari dua bagian. Satu bagian yang terbuka dan bersifat sosial dan bagian lainnya lebih tertutup untuk segala macam kegiatan privat keluarga. Rumah Huaulu sangat bersahabat dengan alam karena terbentuk dari material alami seperti kayu, bambu, dan atap rumbia. Bahkan ada beberapa rumah yang sama sekali tidak menggunakan paku untuk menyatukan satu bagian dengan bagian lainnya.Rumah Huaulu memberikan satu pelajaran kepada kita tentang bagaimana bersahabat dengan alam melalui sebuah bangunan.

So, buat kalian yang penasaran dengan Suku Huaulu, jangan lupa untuk mampir saat main ke Maluku.

Tags

febeshinta

Hi, I'm Febe Sinta Franciska, author of www.febeshinta.com and also www.backpackerjakarta.com; Besides that, I like writing and photography. So, I can share my experience and capturing a perfect moment as long as I travel. If you want to know my daily activities and where I am going, just follow my Instagram @febe_shinta Please enjoy both of this website with a cup of coffee or tea! Happy reading! Me love you all :)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *