Home / Blog / Gunung / Liputan Trip Gunung Parang Via Ferrata Part #7

Liputan Trip Gunung Parang Via Ferrata Part #7

Buat pecinta weekend gateaway kayaknya Purwakarta cocok nih dijadiin pilihan ngabisin sabtu-minggu kalian. Apalagi buat yang suka adrenalin pasti langsung jatuh hati sama wisata yang satu ini.
Peserta Trip Pendakian Gunung Parang Via Ferrata Part #7
Adalah Gunung Parang. Semenjak dibukanya jalur pendakian Via Ferrata, Gunung dengan ketinggian 950 mdpl ini begitu menyita perhatian ‘para pejalan’. Yak, Via Ferrata ini sebenarnya adalah jalur pendakian yang menggunakan kabel/kawat baja yang membentang di sepanjang rute dan secara berkala menempel tetap pada batu.
.
Untuk yang ke-7 kalinya, Backpacker Jakarta kembali mengadakan trip kesini nih guys. Kali ini, ada Bang Bule dan Kak Shinta yang mengawal 27 orang peserta untuk mengikuti trip ini. Pendakian Gunung Parang Via Ferrata Part #7 berlangsung pada tanggal 11-12 November lalu tanpa kendala apapun. Untuk share cost nya dikenakan biaya Rp255.111,- (member BPJ) dan Rp275.111,- (Non member).
CP Trip Pendakian Gunung Parang Via Ferrata Part #7
Memilih Stasiun KA Tanjung Priuk sebagai meeting point, ke-27 peserta berangkat menuju Purwakarta jam 16.00. Kami sampai disana sekitar jam 19.00. Saat itu suasananya masih asik untuk berwisata kuliner. Maka itu, kami menyempatkan untuk makan malam dengan makanan khas Purwakarta. Tapi ketika kita sedang asyik menyantap Sate Maranggi, tiba-tiba saja hujan turun dengan deras. Alhasil, kita tidak bisa kemana-mana. Padahal agenda selanjutnya adalah melihat air mancur yang cantik di Taman Sri Baduga.
.
Setelah menunggu beberapa saat, angkutan yang akan membawa kita ke rumah singgah pun datang. Rumah singgah yang akan kami sambangi ini tak lain merupakan rumah milik kakek dan neneknya Kak Retno. Sesampainya disana, kamipun langsung ber-quality time. Dimulai dari berkenalan satu sama lain yang membuat suasana menjadi pecah.
Persiapan para peserta sebelum memulai pendakian
Keesokan paginya, kami bersiap menuju basecamp untuk memakai alat-alat safety untuk climbing. Tepat jam 07.30 kami memulai pendakian. Jalur pendakian Gunung Parang sendiri cukup menanjak dengan medan tanah. Kemudian melewati sedikit hutan lalu sampai di perbatasan vegetasi, dimana kami memulai climbing Ferrata.
.
Disini adrenalin mulai diuji. Kami mulai memanjat vertical, lalu sedikit horizontal namun menanjak. Setelah itu mulai memanjat jalur vertical dimana adrenalin semakin terpacu. Kami diharuskan terus naik terus sampai ketinggian 300m. Kemudian kami melewati jalur horizontal dimana jalurnya cukup panjang dan dapat dimanfaatkan untuk istirahat dan berfoto. Namun disarankan agar tetap berhati-hati karena kalau melihat kebawah kemiringan kami sekitar 80 derajat meskipun berada di jalur horizontal. Setelah melawati jalur itu kami kembali turun.
Jalur pendakian Via Ferrata dengan kemiringan 80 derajat
Peserta Trip Pendakian Gunung Parang Via Ferrata Part #7
Jalur Via Ferrata yang begitu memacu adrenalin
Meskipun ada beberapa peserta yang phopia ketinggian, semangat teman-teman peserta kali ini patut diacungi jempol. Ada yang dengan badan  lemas dan gemetar melihat ketinggian, bahkan sampai ada yang hampir menangis karena ketakutan tersebut. Tapi mereka semua berhasil menyelesaikannya. Karena sesungguhnya tidak pernah ada cerita menaklukan gunung, melainkan menaklukan diri sendiri.
Salah satu potret peserta yang sedang berusaha menggapai Puncak Parang Via Ferrata
View yang ditawarkan dari Puncak Gunung Parang
Menikmati indahnya Kota Purwakarta dari ketinggian
Setelah selesai bersih-bersih dan merapikan perlengkapan, jam 13.00 kami semua bergegas kembali ke stasiun. Namun ternyata kereta kami delay, jadi beberapa dari kami memanfaatkan waktu untuk mandi. Pukul 15.00 kami kembali ke Jakarta. Sekitar jam 18.00 kami sampai di Stasiun KA Tanjung Priuk. Perjalananpun selesai.
.
Testimoni :
1. Iyan – BPJ #8 : “Mantap, seru! ”
2. Fajar – NonRT : “Nggak bakalan lupa pokoknya. Berbagi nya itu loh luar biasa nggak saling pelit air dan makanan”
.
Daftar Peserta :
1. Tri – BPJ #30
2. Nova – BPJ #6
3. Fajar NonRT
4. Lely NonRT
5. Tante Ira – BPJ #19
6. Nisa – BPJ #26
7.  Randi Ockta NonRT
8. Ithi NonRT
9. Dwi – BPJ #31
10. Hilda – BPJ #30
11. Ade Arman NonRT
12. Gloria Chintia NonRT
13. Rafa – BPJ #31
14. Miya NonRT
15. Esti NonRT
16. Brey- BPJ #5
17. Ngato Urohman – BPJ #24
18. Dimas – BPJ #10
19. Deni – BPJ #28
20. Iyan – BPJ #8
21. Sugeng – BPJ #10
22. Ipud nonRT
23. Mala nonRT
24. Kaltika nonRT
25. Habibi nonRT
26. Malla – BPJ #27
27. Eli – BPJ #32
Editor : @febe_shinta

About Rahma (@_raahmaaa)

Walk humbly, talk politely, dress neatly, play atrractively.

Check Also

Gunung Prau 2565 Mdpl Via Patak Banteng

Musim hujan telah tiba, banyak yang bilang termasuk orang tua hujan-hujan begini dilarang naik gunung. Tapi …