Liputan TripPantaiPulauSeni & Budaya

Liputan Trip Explore Gorontalo Perdana Bersama Backpacker Jakarta

Wisata di Gorontalo tak hanya melulu soal Pulau Cinta saja. Banyak spot wisata yang menarik dan juga cukup keren yang bisa kalian kunjungi ketika kalian berada di Gorontalo, entah itu wisata Bahari, wisata kuliner, wisata Budaya Hingga wisata Religinya.

Saat saya mengexplore Gorontalo Bersama komunitas Backpacker Jakarta pada Tanggal 25-28 Oktober 2018 lalu, saya banyak mengunjungi tempat wisata yang bisa dibilang sangat keren. Bahkan diantaranya adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

Foto bersama di Bandara Gorontalo sebelum berangkat Explore – @kataomed

Trip yang diadakan oleh komunitas Backpacker Jakarta ini sharecostnya adalah Rp 700.000 dimana meeting pointnya ditempatkan di Bandara Jalaludin Gorontalo pada hari kamis pukul 11.00 siang. Setelah semua peserta berkumpul, bus yang sudah menunggu akhirnya membawa kami pada destinasi pertama yang akan dikunjungi yakni Rumah Pendaratan Sukarno di Gorontalo.

Rumah Pendaratan Sukarno di Gorontalo

Rumah Pendaratan Bung Karno di Gorontalo

Sekitar 40 menit dari Bandara akhirnya kami tiba di destinasi pertama yakni sebuah Museum yang bisa dibilang cukup unik. Yap namanya museum Rumah pendaratan Bung karno, museum ini adalah museum saat Bung Karno berkunjung ke kota Gorontalo. Dimuseum ini banyak menampilkan koleksi foto-foto yang terkait Bung karno maupun potret kedatangan beliu saat berkunjung ke Gorontalo.

Rumah Pendaratan Bung Karno di Gorontalo

Bung Karno sendiri menjejakkan kakinya di Gorontalo dengan menggunakan pesawat amfibi pada tahun 1950. Bung Karno sendiri datang kekota Gorontalo dalam rangka mengkampanyekan kemerdekaan Indonesia.

Danau Limboto dari Kawasan Rumah Bung Karno

Oh ya dari depan Museum Rumah Bung Karno ini kita juga bisa melihat langsung keindahan Danau Limboto yang cukup terkenal di Indonesia. Meski debit airnya sedang surut namun pemandangan indah disekitar danau dimana ada banyak burung burung mencari ikan dan hamparan tambak petani membuat pemandangan apik dan betah dilihat. Tak Jauh dari rumah pendaratan Bung Karno perjalanan dilanjutkan menuju destinasi selanjutnya yakni benteng Otanaha.

Benteng Otanaha, Saksi Bisu pertahanan Bangsa melawab penjajah Belanda.

Lokasi benteng yang tepat berada diatas perbukitan dan tepat didepan danau Limboto memberikan pemandangan cukup unik. Biasanya kita menjumpai benteng itu berada dikawasan pesisir pantai karena berfungsi untuk pertahanan saat melawan musuh yang datang dari Laut. Namun Posisi benteng Otanaha ini berada diatas bukit dan didepan danau.

Benteng Otanaha gorontalo

Oh ya Benteng Otanaha Ini memiliki 3 benteng utama yang lokasinya berjauhan dan terpisah. Benteng pertama berada tepat diatas perbukitan lalu benteng kedua berada di sebelah kanan mengarah kearah pegunungan dan benteng ketiga ada disebalah Kiri menghadap kearah danau Limboto. Banyak hal unik yang ada di Benteng Otanaha ini salah satunya adalah kita harus meniti 350 lebih anak Tangga. Info lengkapnya mengenai benteng Otanaha bisa kalian baca disini : Tentang Benteng Otanaha

Pesona Benteng Otanaha (@kataomed)

Karena perut terasa semakin berisik bertanda kita sudah lapar dan kita juga belum melaksanakan ibadah sholat Zuhur maka kita segera berabjak meninggalkan Benteng menuju kekota Gorontalo kembali dan berakhir pada sebuah warung makan yang cukup lengkap.

Melihat Whileshrak Alias Hiu Paus Tutul di Gorontalo

Salah satu yang lagi hits dikalangan Travller adalah adanya Hiu Paus yang datang dan menetap dikota Gorontalo. Dikabarkan sudah lebih dari 1 tahun Paus itu berada diperairan Gorontalo membuat warga dan pemerintah setempat menjadikan kawasan Botubarani yakni desa tempat Hiu ini berada menjadi sebuah kawasan wisata Bahari baru di Gorontalo.

Hiu paus yang ada di Botubarani ini jumlahnya lebih dari 6 ekor dan keberadaan hiu paus inilah yang memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang sengaja datang ke Gorontalo, pun dengan kita yang sengaja datang kesini dan berharap bisa melihat langsung keberadaan Hiu Paus.

Pantai Botubarani Gorontalo

Namun ternyata kekecewaan harus kita terima saat Hiu Paus dikawasan ini dikabarkan sudah tidak datang lagi ke perairan Gorontalo. Kecewa sih, karena kita sudah datang jauh-jauh dan biaya yang dikeluarkan juga cukup banyak namun kita gagal melihat Hiu Paus. Hari sudah semakin sore dan akhirnya diputuskan jika kita akan kembali lagi melihat Hiu Paus pada esok harinya. Perjalananpun kembali dilanjutkan menuju Spot selanjutnya yakni snorkling Pantai Olele.

Pantai Olele, Spot Snorkling & Diving terbaik di Gorontalo

Siapa sangka jika di Gorontalo juga memilki wisata bahari yang aduhai indahanya. Yap taman laut pantai Olele memang sudah terkenal kemancanegara namun tidak dengan wisatawan dari Indonesia. Pantai Olele masih terasa asing sehingga Masih jarang dikunjungi wisatawan luar Gorontalo.

Pesona Taman Bawah Laut Pantai Olele

Saat kami datang kesana banyak teman-teman yang langsung melihat keindahan bawah laut pantai Olele merasa kagum dan takjub dengan keindahan dan keseruan mengexplore taman laut pantai Olele. Dimulai dari bentuk kapalnya yang sangat berbeda dari biasanya sampai lokasi spot snorkling dan diving yang sangat indah dan lengkap baik terumbu karang maupun Biota lautnya.

Perahu Snorkling di Pantai olele

Keunikan kapalnya sendiri bisa dilihat dari bentuknya yang berbeda dari kapal snorkling biasanya. Di Pantai Olele ini kapalnya hanya berisi maksimal 10 orang saja. Lucunya ada kaca kecil ditengah kapal diperuntukan bagi mereka yang tak ingin berenang sehingga bisa melihat langsung bawah laut pantai olele.

Sunset pantai Olele Gorontalo (@kataomed)

Hari sudah mulai Senja dan matahari perlahan tenggelam diantara luasnya lautan. Kami bergegas meninggalkan kawasan pantai Olele dan menuju penginapan yang berada dikota Gorontalo. Hari itu ditutup dengan makan bersama di rumah makan Manohara yang ada dikawasan Tangga Seribu kota Gorontalo.

Makan bersama

Sekitar pukul 08.00 pagi tepatnya hari Jumat Tanggal 26 Oktober 2018 kami bersiap menuju destinasi dihari kedua yakni mengunjungi kawasan pulau Saronde yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota yakni berada dikawasan kabupaten Gorontalo Utara.

Setelah menikmati sarapan pagi kami segera beranjak pergi menuju pelabuhan Kwadang yang ada di Kecamatan kwadang Kabupaten Gorontalo Utara. Nah dari pelabuhan Kwadang inilah nantinya kita akan naik kapal kecil menuju Pulau Saronde dan pulau lainya yang ada dikawasan wisata Saronde.

Menara Pandang Keagungan Gorontalo sumber (http://kataomed.com)

Jarak dari Kota Gorontalo menuju pelabuhan Kwadang sendiri memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Oh ya sebelum tiba di Kwadang, kami juga menyempatkan diri untuk berfoto disalah satu icon atau landmark Kota Limboto yakni Menara Keagungan Limboto. Bentuknya sendiri sangat mirip dengan menara Efiel yang ada di Paris Prancis.

Dermaga Pelabuhan Kwadang

Kami akhirnya tiba di pelabuhan Kwadang sekitar pukul 11.20 siang yang artinya kami sudah terlambat 1 jam dari jadwal yang ditentukan. Setelah mempersiapkan makan siang untuk dibawa kepulau Saronde, 2 kapal yang kami naiki akhirnya melaju kencang menerjang panasnya matahari dan ombak yang saat itu sudah mulai meninggi.

Welcome di Pulau Saronde

Sekitar 1 jam lamanya melintasi lautan, akhirnya kami tiba dipulau Saronde. Sekedar info jika Pulau saronde adalah pulau Resort jadi untuk masuk kesini kita harus membeli tiket sebesar Rp 25.000 perorang. Dipulau Saronde juga sudah ada warung makanan milik resort, jadi buat kalian yang ga bawa makanan jangan khawatir kelaparan. Dipulau Saronde juga sudah banyak gazebo yang dibangun oleh pengelola yang bisa digunakan oleh para pengunjung. Di Pulau Saronde juga sudah dilengkapi dengan banyak toilet dan kamar mandi umum yang bisa digunakan untuk bilas atau mandi jika kalian ingin berenang dipantai pulau Saronde.

Makan siang di Pulau Saronde

Selengkapnya tentang pulau Saronde baik informasi Penginapan hingga pemandanganya bisa kalian baca disini

Sebelum mengexplore pulau Saronde kami mengisi perut terlebih dahulu, apalagi jam makan siang sudah datang maka nasi yang sudah kita bawa dari Kwadang kita makan dengan lahap. Puas menikmati makan siang dan masih ada waktu untuk menikmati pulau membuat teman-teman segera beranjak pergi keberbagai sudut pulau Saronde. Bahkan ada yang mengunjungi pulau kecil yang ada disebrang pulau Saronde.

Pemandangan di Pulau Saronde

Memang saat itu air laut tengah surut sehingga kita bisa menyebrang kepulau lainya atau berjalanan ketengah-tengah antar pulau. Pulau saronde juga menjadi suraganya bagi para Bintang Laut. Tak heran jika kita akan menjumpai Ratusan Bintang laut bertebaran dimana-mana. Bahkan saat air laut seperti saat ini kita dengan mudah bisa melihat bintang laut tersebar disegala penjuru pulau Saronde.

Hari sudah semakin sore membuat kita segera beranjak pergi meninggalkan pulau Saronde untuk menuju pulau kedua yakni Pulau Bugisa yang berada tak jauh dari pulau Saronde. Pulau Bugisa ini memang tak berpenghuni hanya ada pepohonan liar yang tumbuh lebat memenuhi seisi pulau. Namun hamparan pasirnya cukup luas membuat kita betah menikmati air dan pasirnya.

Welcome Pulau Bugisa

Sekitar satu jam lebih kita menikmati pulau Bugisa dan karena ombak sudah mulai meninggi akhirnya diputuskan untuk segera meninggalkan pulau dan bergegas menuju pelabuhan Kwadang kembali. Benar saja, saat kami akan menuju pelabuhan Kwadang, ombak tinggi sudah mulai berdatangan menghantam perahu kecil kami, namun beruntungnya kami pulang tepat waktu sehingga ombak bisa teratasi.

Keindahan Pulau Bugisa

Sekitar pukul 17.00 sore kami tiba kembali dipelabuhan Kwandang. Mengingat perjalanan menuju kota Gorontalo cukup jauh maka kita segera pergi meninggalkan pelabuhan menuju kota Gorontalo. Malam itu adalam malam Minggu sehingga jalanan sedikit macet. Akhirnya kita tiba juga dikota Gorontalo sekitar pukul 20.30 malam. Rasa lapar yang mulai datang membawa kita pada sebuah tempat makan lainya yang ada di Kota Gorontalo. Malam itu Trip berakhir ditutup dengan sharing bersama mengenai pembahasan Untuk esok harinya Explore Gorontalo.

Berburu Hiu Paus Kembali

Kami berangkat lebih pagi sekitar pukul 07.00 menuju kawasan Butuborani kembali dan berharap dapat berjumpa dengan whileshark. Meski belum sempat sarapan namun semangat untuk melihat hiu membuat kami tiba tapat waktu yakni sekitar pukul 08.00 ditepi pantai tempat biasa nelayan menawarkan kapal untuk melihat hiu.

Namun Kekecewaan harus kami hadapi kembali manakala sang hiu paus masih belum muncul juga. Menurut penduduk setempat keberadaan hiu paus tidak bisa diprediksi terlebih setelah sering ada gempa dikawasan teluk Tomini dan yang terakhir gempa Palu.

Untuk mengobati kekecewaan kami menyempatkan diri untuk berfoto ditepi pantai dan dipapan nama keberadaan Hiu Paus. Tak ingin terlalu lama bersedih, kami segera beranjak pergi meninggalkan kawasan itu menuju destinasi Selanjutnya.

Mengenal Rumah Budaya Waliha Emas Bubohu

Satu lagi destinasi yang wajib kalian kunjungi bila datang ke Gorontalo yakni Waliha Emas Bubohu, Kawasan Budaya Waliha yang merupakan salah satu museum kayu sekaligus menjadi pusat sejarah kerajaan walima di Gorontalo.

Bentuk rumah adat yang unik serta deretan kayu kayu yang konon kayu ini tersebar di seluruh indonesia dan menjadi salah satu museum kayu Terbesar di Indonesia ada disini. Ratusan burung merpati yang berkeliaran menambah kesan humanis pada Rumah Budaya Bubohu.

Setelah mengisi perut dengan menikmati makanan yang dijual dikantin kawasan rumah budaya walima Bubohu kami segera beranjak menuju kota Gorontalo kembali mengingat beberapa teman sudah harus kembali ke Jakarta. Sebelum berpisah kami makan siang terlebih dahulu di warung makan Gorontalo. Hari itu Trip berkahir dengan tujuan masing-masing. Sebagian ada yang menuju pulau Cinta dan sisanya memilih kembali menikmati kota Gotontalo.

List peserta Trip Gorontalo

1. Odi, Rt#34 🐋
2. Lita, Non Rt 🐋
3. Philips, Non Rt🐋
4. Ichram M. Rt#13 🐋
5. Roger, Non Rt 🐋
6. Bayu, Non Rt 🐋
7. Riani, Rt#34 🐋
8. Heldhi, Rt#15 🐋
9. Tono , Non Rt🐋
10. Selia, Non#Rt🐋
11. Vivit, Non#Rt🐋
12. Naomi, Non#Rt🐋
13. Rio, Rt#22🐋
14. Dian, Non Rt🐋
15. Luki, Non Rt🐋
16. Om Didit, Rt#11🐋
17. Subandi, Rt#26🐋
18. Nur Aini F, Rt#13 Ots
19. Adi Putro, Rt#13 Ots

 

Tags

Emye

Seorang Traveller yang hanya membantu untuk mempromosikan setiap wisata di Indonesia. ( Follow Instagram @kataomed - wa 081237395539 )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *