Liputan Trip

Liputan One Day Trip Gunung Galunggung dan Kampung Naga

Tasikmalaya, sudah pasti bayangan kita akan menuju nama “Gunung Galunggung dan ‘Kampung Naga’. Yaps, tempat wisata yang paling hits di Priangan Timur ini sudah dikenal dimana-mana sehingga menjadi pilihan banyak orang untuk mengunjunginya, termasuk  teman-teman Backpacker Jakarta yang minggu kemarin menjadi kali ke-6 melakukan trip ‘Explore Galunggung & Kampung Naga’ pada tanggal 17-18 Maret 2018.

Dengan biaya sharecost sebesar Rp223.987,- untuk member dan Rp243.987,- non-member, perjalanan trip dilakukan mulai pukul 22.00 WIB bersama 28 peserta dengan ditemani Febe dan Kibo sebagai CP.

Gunung Galunggung
Febe dan Kibo

Alhamdulillah selama perjalanan berjalan lancar, yang biasanya weekend selalu dihiasi dengan kemacetan, namun kali ini perjalanan dilalui dengan mudahnya. Akhirnya sekitar pukul 03.48 WIB kami sampai di area Gunung Galunggung setelah melalui rangkaian perjalanan yang meliuk-liuk dimalam hari. Dengan mengikuti arah jalan untuk tetap lurus jika akan ke Gunung Galunggung, maka 2 elf yang kami tumpangi mengikutinya rutenya. Pada area wisata Galunggung ini terdapat 2 arah, jika memilih kekanan maka akan menuju tempat pemandian air panas Cipanas. Oh iya, seperempat perjalanan salah satu Elf kami mati AC sehingga perjalanan tetap dilakukan dengan membuka sedikit kaca jendela.

Tak butuh waktu lama, akhirnya kami sampai di area parkir gunung Galunggung, tepat dihadapan kami sudah disuguhi hamparan CityLight kota Tasikmalaya is amazing, dengan tempat yang tidak terlalu tinggi ini pemandangan yang terlihat sangat indah, langit-langit yang menghias juga tak kalah indahnya, bertebaran milkyway kala itu. Kami pun diberi jeda waktu untuk istirahat dan sholat, ini menjadi pilihan teman-teman trip BPJ untuk menyeduh kopi atau sekedar teh hangat dan indomie rebus sambil menunggu waktu subuh sebelum melakukan tracking Galunggung.

Tepat dipukul 05.35 WIB teman-teman trip BPJ mulai melakukan perjalanan, ada 620 anak tangga / jarak sekitar 350an meter yang ditempuh, membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam untuk menyelesaikan perjalanan. Selama perjalanan menaiki tangga, teman-teman peserta trip terkadang berhenti sejenak sambil mengambil beberapa foto, karena sunrise mulai nampak saat itu, sehingga perjalanan yang dianggap meletihkan tersebut tidak terasa sudah sampai.

Gunung Galunggung
Gunung Galunggung

Pemandangan diatas gunung Galunnggung juga tak kalah indah, warna bukit-bukit yang hijau mengelilingi Galunggung dengan posisi kawah tepat dibawahnya. Area Galunggung ini cukup luas, sehingga aktivitas untuk melakukan camping bisa dilakukan. Teman-teman trip BPJ menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk kembali berfoto atau sekedar menikmati pemandangan dengan menyusuri beberapa wilayah galunggung. Waktu yang dihabiskan di Galunggung sampai dengan pukul 10.00 WIB setelah semuanya sudah turun dan melakukan re-touch.

Perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Naga, Alhamdulillah cuaca masih cerah hingga sampai kampung Naga. Lama perjalanan menuju kampung Naga sekitar 1 jam dan kami pun langsung melakukan explore kampung Naga bersama Pak Cahyan sebagai salah satu guide Kampung Naga.

Kampung Naga
Kampung Naga

Lagi, kami harus melewati tangga-tangga, perbedaannya ketika ingin mengunjungi kampung Naga kami harus menuruninya terlebih dahulu, ada sebanyak 439 anak tangga yang ditempuh.

Sepanjang perjalanan Pak Cahyan menjelaskan kepada teman-teman trip BPJ bagaimana asal usul nama kampung naga ini ada, menurutnya desa adat ini dinamakan naga yang sebenarnya kepanjangan dari kata “Nagawir” dimana dalam Bahasa Sunda mempunyai arti “Tebing”, sehingga dapat diartikan bahwa kampung Naga adalah kampung yang dikelilingi tebing. Pemandangan di kampung Naga cukup meneduhkan selain tebing yang mengelilingi, ada juga persawahan dan sungai yang berasal dari mata air gunung Cikuray mengalir hingga ke pantai Pangandaran.

Tidak ada listrik di Kampung Naga, karena warganya menolak untuk menghindari adanya kebakaran, hal ini cukup dimengerti karena bangunan-bangunan dikampung Naga didominasi oleh bilik dan bahan kayu lainnya. Desa yang memiliki luas 1,5 hektare ini juga terdapat kolam-kolam ikan mas yang terkadang banyak warga luar kampung naga melakukan aktivitas mancing dan persawahan sebagai mata pencaharian.

Sebagian teman-teman trip BPJ ada yang mencoba melakukan menumbuk padi dan memberikan makan ikan, kegiatan sederhana yang seru dan menyenangkan, yang jarang didapatkan diperkotaan, menjadi kerinduan tersendiri pada kampung halaman bagi sebagian teman-teman trip BPJ. Aktivitas yang dilakukan warga kampung Naga sama seperti warga pedesaan lainnya juga, mempunyai adat atau kegiatan khusus. Salah satu kegiatannya adalah melakukan upcara adat selama 6 kali dalam setahun di hari-hari besar umat Islam.

Jumlah warga yang diperkirakan 300 orang ini mempunyai kepala keluarga sebanyak 109 Kepala Keluarga dengan jumlah rumah yang juga sama, ditambah dengan bangunan 4 bangunan khusus yaitu Bumi Ageung (rumah untuk menyimpan pusaka dan dianggap keramat), Bumi Patemon (tempat untuk pertemuan warga), Masjid dan Leuit (Lumbung padi bersama). Lahan yang tidak begitu luas kemungkinan kecil tidak akan menambah bangunan rumah berikutnya, jadi jika ada anggota keluarga baru, pilihannya bermukim diluar kampung Naga atau satu rumah bersama keluarga sebelumnya, sehingga bisa saja dalam 1 rumah mempunyai 2 kepala keluarga.

Tidak hanya dapat dikunjungi dalam waktu sehari, namun kita juga dapat bermalam dan menikmati makanan khas sunda, untuk budgetnya sendiri Rp150.000,00 / malam. Cukup murah bukan? Karena bukan hanya menikmati udara sejuk di kampung Naga, namun juga bisa mengamati keseharian warga kampung Naga dan ikut berbaur.

Setelah asik berkeliling kampung Naga hingga pukul 13.00 WIB, para peserta melakukan istirahat dan sholat, ada juga yang melihat-lihat dan membeli souvernir khas kampung Naga.

Kemudian pukul 13.30 WIB perjalanan dilanjutkan ke resto Asep Strawbery untuk makan sekaligus doorprize dan ke oleh-oleh khas di Garut, lalu dilanjutkan perjalanan menuju Jakarta yang akhirnya kami sampai disekret sekitar pukul 22.30 WIB.

Tags

Afra Zahara

penyuka mie yang suka jalan kemanapun sambil mengamati dengan apik, jadi banyak cita - cita tapi baru niat. Doakan ya!

Related Articles

2 thoughts on “Liputan One Day Trip Gunung Galunggung dan Kampung Naga”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close