BlogPantai

Berpetualang ke Pantai Kepetingan Sidoarjo

Sidoarjo adalah salah satu kota kecil di Jawa Timur, yang berbatasan dengan Kota Surabaya. Kota Sidoarjo dikenal sebagai kota Industri, dikarenakan banyaknya industri besar dan kecil yang beroperasi di sekitaran kota Sidoarjo. Sudah banyak Travel Blogger yang mengulas wisata di Jawa Timur, khususnya Sidoarjo ini.

Siapa sangka,Sidoarjo ternyata memiliki sebuah Pantai yang menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi oleh masyarakat yang dikenal dengan nama Pantai Kepetingan Sidoarjo. Berada di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo, yang saat ini sedang bertumbuh menjadi kawasan industri dan pergudangan. Pantai kepetingan tepatnya berada di Dusun Kepetingan Desa Sawohan, Kecamatan Buduran Sidoarjo ini letaknya cukup terpencil. Hal ini dikarenakan untuk mencapai lokasi dermaga  akses jalan cukup susah, terutama di musim hujan. Kondisi jalanan yang gembur dan sempit cukup menguras tenaga, jika musim penghujan jalanan menjadi becek dan licin.

Pantai Kepetingan Sidoarjo (sumber foto : go-wisata.com/2016/02/wisata-sidoarjo-pantai-kepetingan-bersama-go-wisata-surabaya.html)

Menjelajah Sungai dengan Perahu Kayu

Setelah sampai di dermaga, kamu bisa menitipkan kendaraan di perumahan penduduk. Satu-satunya akses ke Pantai Kepetingan Sidoarjo hanya menggunakan perahu kayu yang akan membawamu ke desa Sawohan. Tetapi sepanjang perjalanan menuju  Pantai tersebut, Kamu akan di suguhi dengan pemandangan Hutan Mangrove yang asri dan menyegarkan. Rute yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam tersebut dikenakan tarif 35.000 per orang. Kamu bisa mencari informasi terlebih dahulu di website travel terpercaya.

Kamu bisa merasakan sensasi menjelajah sungai seperti sedang menyusuri sungai Musang di Kalimantan. Jika kamu tidak terlalu suka dengan keramaian, sebaiknya hindari waktu-waktu libur dan akhir pekan. Karena pengunjung bisa sangat ramai. Sebaiknya pergi di pagi hari dan kembali di sore hari saat tengah minggu, sehingga tidak terlalu ramai. Kamu juga bisa puas menikmati suasana yang sejuk dan tenang.

Pemandangan di sepanjang sungai (sumber foto : Wahyu Hestiningdiah/Travelingyuk)

Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu

Di Pantai Kepetingan terdapat makam seorang putri raja. Putri Ayu Dewi Sekardadu yang merupakan Ibunda dari Raden Paku, atau yang saat ini lebih dikenal sebagai Sunan Giri adalah seorang Putri Raja Blambangan, ketika beranjak dewasa dia terkena sakit parah. Raja membuat sayembara, barang siapa bisa menyembuhkan putri, maka jika masih muda akan dinikahkan, namun jika sudah tua akan diangkat menjadi kerabat istana. Syeh Maulana Iskak menedengar sayembara tersebut dan berhasil menyembuhkan sang Putri, akan tetapi setelah menikah sang Raja dan Syeh bertengkar dikarenakan sang Raja menolak masuk islam. Syeh Maulana Iskak akhirnya mengalah dan mundur, beliau berpamitan pada Putri Ayu Dewi Sekardadu yang tengah hamil besar. Syeh berpesan jika lahir anak laki-laki berikan nama Raden Paku.

Ternyata benar Putri Ayu Dewi Sekardadu melahirkan seorang bayi laki-laki, namun sang raja membuang bayi tersebut kelaut. Menyadari anaknya dalam bahaya, Putri Ayu Dewi Sekardadu menceburkan diri ke laut namun ombak besar menenggelamkan Putri Ayu Dewi Sekardadu. Jasadnya terbawa arus ke sidoarjo, menurut juru kunci makam jasad  Putri Ayu Dewi Sekardadu digotong ramai-ramai oleh ikan keting ke dekat pantai. Peristiwa tersebutlah yang menjadikan daerah sekitar makam di beri nama Ketingan atau Kepetingan.

Makam Putri Ayu Sekardadu memang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Berbeda dengan wisata religi lainnya yang ramai seperti Ampel atau Makam lain yang sudah tertata dengan apik, di sini tempatnya sederhana. Area pesarean seluas 100 m2 ini dikelilingi hutan mangrove, satwa pantai dan tambak ikan payau.Tersembunyi dari hiruk-pikuk dan keramaian, menjadikan Pantai Kepetingan Sidoarjo pas jika kamu jadikan sebagai tempat untuk melepaskan kepenatan.

Baca juga : Pantai Penggajawa Flores, Pantai Indah Berhias Blue Stones

Kerupuk Udang, Oleh-oleh khas Pantai Kepetingan Sidoarjo

Ke Pantai Kepetingan Sidoarjo, tak perlu khawatir pulang dengan tangan kosong. Masyarakat di sini umumnya berprofesi sebagai nelayan, tetapi mereka tak melulu menjual hasil panen mereka mentah. Warga Kepetingan megolah hasil laut mereka menjadi bahan makanan lain, yang menjadi kuliner tradisional khas daerah sini adalah krupuk. Jenisnya beragam mulai krupuk udang, mujair, bandeng, kepiting hingga cireng udang.

Hasil olahan krupuk Pulau Kepetingan (Sumber foto : Wahyu Hestiningdiah/Travelingyuk)

Yang selalu tersedia adalah jenis krupung udang karena masa panen udan yang rutin, tidak seperti mujair dan kepiting yang masa panennya tidak rutin. Berbagai jenis krupuk tersebut memiliki bentuk yang berbeda-beda, ada berbentuk kipas, bundar, dan korek api. Krupuk tersebut umumnya ditawarkan kepada para pengunjung dalam kondisi mentah. Jadi aman dibawa saat perjalanan pulang sebagai oleh-oleh.

Jadi, kapan kamu ke Sidoarjo?

Tags

Maya Nirmala Sari

Citizen Journalist - www.nirmalamedia.com - maeshare.blogspot.com - Suka belajar dan mencoba hal baru. Penikmat kuliner. Pemerhati lingkungan. Cinta bumi dan buah-buahan. - Tinggal di Solo, Jawa tengah, Indonesia. IG @kuliner.soloraya - IG @Maenequeen - IG @maya.nirmalasari

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close