Air TerjunAlam & TamanEditor PicksGerejaGunungMasjidMasjidSeputar TravellingTempat Ibadah

7 Tempat Wisata Anti Mainstream di Bali

“Bali yuk!”

“Ah Pantai Kuta gue udah pernah”

“Yaudah kita ke Nusa Dua”

“Udah pernah juga. Bali mah gitu-gitu aja. Pantai semua isinya. Mending gue ke Pangandaran”

Siapa yang berfikiran sama kaya gitu? Berarti main kalian kurang jauh nih…

Banyak orang berbondong-bondong datang ke Bali buat menikmati jajaran pantainya yang eksotis. Tapi tahukah kalian kalau Bali ngga selebar daun kelor? Ngga cuma ada pantai aja loh disana. Banyak banget tourism attraction lain yang wajib kalian kunjungi selain pantai. Nah berikut ada 7 tempat wisata anti mainstream di Bali. Apa aja sih? Simak tulisan di bawah yuk.

1. Bukit Mende 

Bukit Mende atau Bukit Subaya adalah sebuah bukit yang membentang di 3 penjuru sekaligus. Berlokasi di Desa Subaya, Kintamani tempat ini menawarkan keindahan panorama alam yang begitu indah.

Tempat ini masih sangat ‘perawan’ dan alami. Bukit Mende baru terekspose beberapa bulan lalu oleh para mahasiswa Unud yang sedang melakukan KKN di Desa Subaya.

Dari sini, kita bisa melihat birunya lautan Tejakula di sisi utara Buleleng yang membentang indah. Sementara di arah timur, akan disuguhkan asrinya terasering dengan berbagai tanaman pertanian. Sedangkan di sebelah barat, pemandangan hijaunya pegunungan membentang elok dan mempesona. Bahkan jika sedang beruntung kita juga bisa melihat sunset yang cantik dari belakang perbukitan.

Dengan kemiringan 60 ditambah hawa sejuk Kintamani membuat Bukit Mende semakin keren! Yakin ngga mau mampir kesini?

2. Bukit Pinggan

Pinggan adalah nama sebuah desa yang terletak di Kintamani. Desa Pinggan disebut juga Desa yang Selalu Tertutup Kabut karena desa ini merupakan desa tertinggi di Pulau Bali. Nah karena alasan itu kalian bisa menikmati Bali dari sisi yang berbeda.

Untuk bisa sampai disini, kalian harus berkendara sekitar 2-3jam dari pusat kota Denpasar. Suhu disini berkisar antara 15-18⁰C. Siap-siap bawa jaket ya buat yang ngga kuat dingin. Oya, kalau kalian sudah memasuki wilayah Desa Pinggan, hanya ada 1 akses jalan kesini jadi ngga usah takut nyasar ya.

Waktu terbaik berkunjung kesini adalah ketika sunrise. Kalau moment nya pas, kita bisa lihat Desa Pinggan yang tertutup kabut itu dramatis banget… tapi kalau ngga ada kabut masih tetep istimewa kok karena dari sini kita bisa lihat gagahnya Gunung Agung, manawan nya Gunung Batur, serta cantiknya Gunung Rinjani.

3. Bukit Asah

Dari Kintamani kita beralih ke Karangasem. Disana ada sebuah bukit bernama Bukit Asah / Asah Hill. Karena lokasinya yang berada di utara Denpasar, jadi disarankan kalian cari penginapan dekat sini. Karena kalau dari Kuta bisa menempuh 2 jam perjalanan dengan sepeda motor.

Tapi jangan khawatir, karena sepanjang jalan kalian akan disuguhi jajaran pantai yang cantik-cantik. Nah kalau sudah sampai Karangasem, akses jalan untuk ke Bukit Asah agak susah nih guys. Ada 1 jalan yang hanya bisa dilewati oleh 1 motor. Jadi harus bergantian ketika akan lewat sini.

Bukit asah menawarkan pemandangan yang sangat ciamik. Dari sini, kita bisa melihat Pantai Virgin yang eksotis, Pulau Paus yang unik banget dari nama dan bentuknya, bahkan kita pun bisa melihat Pulau Lombok loh!

Untuk yang banci kamera, disini ada beberapa spot foto. Tapi yang paling menyita perhatian adalah spot bongkahan batu karang yang dipadukan dengan kaktus tepat membelakangi Pulau Paus. Instagrammable banget deh!

Nah, jika sedang beruntung akan ada speed boat yang wara-wiri mengangkut penumpang untuk ke Pulau Paus. Start nya dari Pantai Bugbug. Harga tiket masuk ke Bukit Asah ini cukup 5rb rupiah ajaloh guys. So, tunggu apalagi?

4. Desa dan Bukit Trunyan

Pernah dengar cerita tentang cara pemakaman Suku Toraja? Ternyata di Bali juga ada loh!

Adalah Desa Trunyan. Sebuah desa yang berada di kecamatan kintamani yang letaknya di dekat danau batur. Desa ini memiliki pemakaman yang sangat unik dimana jenasah yang meninggal tidak dikubur atau dibakar seperti yang ada di desa lainnya tapi jenasah tersebut hanya diletakkan saja di bawah pohon taru menyan dimana taru = pohon dan menyan = harum jadi taru menyan adalah pohon yang harum. Pohon taru menyan ini hanya tumbuh di daerah ini dan mampu menetralisir bau mayat yang sedang dalam proses penguraian secara alamiah sekalipun.

Selain cara pemakan warganya yang terbilang unik, disini juga da 1 spot wisata yang bisa kalian jadikan pilihan ketika sedang berkunjung di Bali. Namanya Bukit Trunyan.

Bukit Trunyan memiliki ketinggian 1355m yang bisa kita tempuh sekitar 45menit dari pura pancering jagat di Desa Trunyan. View yg dapat kita lihat dari tempat ini adalah Danau Tulamben yang berada di Karangasem, Gunung Rinjani di Pulau Lombok seperti berada di atas awan, Puncak Lempuyang, Gunung abang, Danau dan Gunung Batur, serta desa yang berada di caldera dan di bagian bawah.

Yakin ke Bali cuma main di Pantai doang?

5. Puja Mandala

Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan negeri kita yang sudah kita pelajaris edari masih duduk di bangku SD. Dan pastinya kita semua sudah hafal di luar kepala semboyan itu bukan? Tapi apa sih sebenarnya makna Bhineka Tunggal Ika itu. 

Di Pulau Dewata ini ada sebuah komplek 5 kepercayaan yang berdiri berdampingan satu sama lain. Sebut saja Puja Mandala.

Berlokasi di Jalan Raya Nusa Dua, Denpasar, Bali, Puja Mandala begitu menyita perhatian siapa saja yang melintasinya. Selain arsitekturnya unik, pemandangan nya pun menarik. Dari lantai 2 masjid, kita bisa melihat langsung hamparan Samudera Hindia yang sangat ciamik.

Merupakan suatu hal yang menarik sebagai kunjungan wisata, karena tempat ibadah di Bali ini menunjukan suatu perbedaan namun menjunjung tinggi perbedaan tersebut, serta menunjukan kerukunan umat beragama di Bali.

Walaupun Masjid Ibnu Batuhah, Gereja Katholik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Protestan Bukit Doa, Vihara Buahina Guna, serta Pura Jagat Nata letaknya beriringan, tapi semua jamaat disini saling menghormati dan menghargai kepercayaan satu sama lain.

Berkunjunglah kesini. Maka kamu akan merasakan dan faham makna Bhineka Tunggal Ika yang sesungguhnya.

6. Air Terjun Banyumala

Selain tersohor akan pantainya, Bali juga dikenal dengan air terjun nya yang indah. Tapi pernahkah kalian membayangkan berenang di dalam air terjun? Memang bisa? Jawaban nya, bisa!

Buleleng, sebuah kabupaten di utara Pulau Dewata yang mana memang dikenal sebagai surganya air terjun bagi para pecinta alam. Daris ekian banyak air terjun yang ada disana, ada satu yang unik. Ialah Air terjun Banyumala. Yang unik dari air terjun ini adalah letaknya yang berada di dasar sebuah lembah dengan tiga sisi air terjun dan yang terbesar dan tertinggi berada tepat ditengahnya, kemudian air terjun yang lebih kecil berada di kanan dan kiri. Tepat dibawah air terjun banyumala terdapatlah sebuah kolam yang terbentuk secara alami dan sebenarnya inilah yang membuat air terjun ini menjadi sangat terkenal.

Dengan airnya yang sangat jernih dan tenang membuat kita bisa merasa aman untuk berenang didalamnya. Saking jernihnya bahkan kita dapat melihat dasar kolam ini jika dilihat dari atas walaupun tempat terdalam bisa mencapai kedalaman 2 meter. Diameter kolam ini kira-kira mencapai 20 meter dengan bentuk hampir bulat jadi cukup ruang untuk banyak orang berenang di dalamnya.

Tak ada alasan bagi kalian untuk tidak berkunjung ke Air Terjun Banyumala.

7. Pura Gunung Kawi

Ubud memang dikenal dengan suasananya yang sejuk dan tenang. Salah satu tempat yang akan bikin kamu betah berlama-lama di Ubud adalah Pura Gunung Kawi.

Lokasinya ngga jauh dari Tegalalang Terasiring. Cukup berkendara sekitar 10 menit. Untuk kalian yang merindukan suasana tenang, damai, dan sejuk, datanglah kesini. Tiket masuk Pura Gunung Kawi adalah 15ribu rupiah. Jika ingin masuk kesini kalian wajib berpakaian sopan dan panjang. Kalau tidak, kalian bisa menyewa kain tenun Bali yang terdapat di loket pembelian tiket.

Selain ada Pura sebagai tempat ibadah umat Hindu, disini kita juga akan menjumpai bungalow di atas kolam ikan yang dihiasi taman cantik di sekelilingnya. Tak jauh darisitu, terdapat 2 buah kolam yang bisa kita gunakan untuk mandi atau berenang. 2 buah kolam ini diperuntukan untuk umum dan dipisahkan oleh tembok bata merah untuk membedakan laki-laki dan perempuan.

Pura Gunung Kawi adalah salah satu healing mood terbaik di Ubud yang akan memberikan kalian energi positif untuk kembali beraktifitas.

Itu tadi 7 tempat wisata anti mainstream di Bali. Percayakan kalau Bali ngga melulu soal pantai?

Tags

Rahma (@_raahmaaa)

Walk humbly, talk politely, dress neatly, play atrractively.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *