Home / Liputan Trip / Trip To Magelang With Backpacker Jakarta

Trip To Magelang With Backpacker Jakarta

Dengan biaya sharecost Rp.385.210,-/orang untuk member BPJ dan Rp405.210,-/orang untuk non member, Backpacker Jakarta kembali meng-explore Magelang untuk yang ketiga kalinya, dan diselenggarakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017 dan dikoordinasi oleh Ratu, Ucup dan Edoy :).

Jumat 20 Oktober 2017

Sudah 3 hari berturut-turut hujan membasahi kota Jakarta, saya yang baru pertama kali ikut trip bersama Backpacker Jakarta pertamanya agak cemas juga, karena kami akan bertolak dari Jakarta malam ini menuju Magelang pukul 19.00 WIB, meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta, Cawang.

Alhamdulillah, pada hari yang ditunggu-tunggu, cuaca sangat mendukung, saya pun tiba di Sekret pukul 18.40, dan ada beberapa orang yang sudah hadir duluan. Setelah diundur satu jam, seraya menunggu mereka yang belum datang, kami pun akhirnya berangkat pukul 20.00 WIB. Bus yang kami tumpangi, seat nya 3-2, saya duduk bertiga dengan teman satu RT #32.  Menurut itenary, pada hari pertama (21 Oktober) kami akan ke Ketep Pass, Hutan Pinus, Borobudur dan Rumah Kamera, sedangkan pada hari kedua (22 Oktober) kami akan ke Bukit Barede (pengganti Punthuk Setumbu yang jalannya lagi direnovasi), serta ke Gereja Ayam, Bukit Rhema.

21 Oktober 2017

Kondisi jalan agak macet, berhubung akhir pekan. Kami baru tiba di Pekalongan pukul 05.30 WIB, bagi yang ingin menunaikan ibadah shalat shubuh dipersilahkan turun, tapi banyak juga sebagian yang mandi karena menurut itenary, kami akan tiba di homestay Omah Setumbu, sekitar pukul 18.00 WIB nanti. Pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan. Kami tiba di Magelang pukul 12.00 WIB.

Destinasi pertama yang kami tuju adalah Ketep Pass, yang terletak di Sawangan, Magelang. Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo–Selo–Borobudur (SSB) oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, pada tanggal 17 Oktober 2002. Harga masuk tiket per orang Rp10.000,- Dikarenakan ada Bamboo Lighting Festival di Ketep, bis yang kami tumpangi tidak bisa menuju lokasi, sehingga kami harus berjalan sekitar 2 km. Jarak yang cukup lumayan, mengingat medan yang kita lewati menanjak, bagi saya yang jarang berolahraga, ini agak berat,  setelah 50 menit berjalan, akhirnya kami pun tiba di tujuan, disambut dengan keindahan panorama alam yang begitu menakjubkan. Ketep Pass sendiri merupakan wisata dengan ciri khas kegunungapian. Lokasi Ketep Pass berada di puncak Bukit Sawangan (pertengahan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu). Ketep Pass berada pada ketinggian 1200 meter dpl dan luas areanya kurang lebih 8000 meter persegi.

Salah satu peserta festival Ketep Pass
Panorama dari ketinggian Ketep Pass
Welfie di depan Volcano Theater

Setelah 90 menit menikmati keindahan Ketep pass kami lanjut ke destinasi berikutnya : Candi Borobudur, yang jaraknya kurang lebih 1 jam dari Keteb Pass. Candi yang masuk keajaiban dunia ini ramai didatangi turis lokal maupun manca Negara. Kami tiba pukul 13.10 WIB, setelah ketua rombongan membeli tiket masuk (HTM Rp40.000/orang), kami pun mulai mengarah ke pintu masuk dan menaiki tangga Candi. Aku sempat terpana, melihat warisan budaya Indonesia tersebut. Borobudur yang terdiri dari 72 stupa berdiri megah dengan desain arsitekturnya yang unik. Setelah 90 menit mengelilingi dan mengabadikan candi Budha ini kami pun beranjak menuju homestay.

Dikarenakan jalan menuju Hutan Pinus sedang direnovasi, jadi destinasi tersebut harus di-skip. Rencana ke Rumah Kamera pun terpaksa dibatalkan karena sudah kesorean dan kami harus menuju homestay. Homestay letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Borobudur, makan malam dimulai pukul 20.00 WIB dengan menu nasi gudeg, sebelumnya ada acara perkenalan sesama anggota rombongan Backpacker Trip Magelang dan pembagian doorprize. Pukul 22.00 kami pun tidur karena kelelahan sekaligus mempersiapkan diri untuk petualangan esok pagi.

Jalan yang harus ditempuh untuk menuju Bukit Barede

22 Oktober 2017

Menurut itenary, hari ini kami akan melihat sunset view dari Bukit Barede, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat kami tinggal. Pukul 04.00 WIB kami sudah menyusuri jalan disinari senter, perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam. Bukit Barede merupakan wisata baru di daerah Magelang untuk melihat sunrise. HTM untuk memandang sunrise di Bukit Barede adalah Rp30.000/orang. Sinar keemasan mentari dihiasi dengan pegunungan yang membentang membuat kami bisa betah berlama-lama di sini. Gunung Merapi, Gunung Manoreh dan Gunung Merbabu terlihat gagah menjulang, dari sini pun kita bisa melihat puncak Candi Borobudur yang letaknya memang hanya 2 km dari Bukit Barede. Memang, untuk melihat panorama alam yang indah ini kami harus berjalan menapaki tangga bebatuan, menanjak dan kelelahan, tapi ketika sudah tiba di puncak bukit, semua akan terbayarkan!

Suasana di atas bukit, indah bukan?

Di Bukit Barede, ada tempat untuk menonton matahari terbit di atas pohon sebelum pukul 06.00 WIB dan pengunjung harus merogoh kocek Rp50.000,- bila ingin naik, setelah lewat pukul 06.00, diperbolehkan naik gratis :D

Bukan hanya turis lokal, wisatawan mancanegara pun banyak berburu sunrise di Bukit Barede

Puas berfoto ria, pukul 06.15 WIB kami pun menuju Gereja Ayam, wisata yang terletak di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rhema. Gereja Ayam ini diprakarsai oleh Daniel Alamsjah, pada tahun 1990an, menurut Daniel sebenarnya bangunan ini berbentuk burung merpati bukan berbentuk ayam.

Gereja ini sendiri terkenal setelah film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) melakukan syuting di sini. Gereja ini terdiri dari empat lantai, di lantai tertinggi (puncak menara) kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa sekitar candi Borobudur yang dikelilingi oleh gunung – gunung, Sumbing, Tidar, Merbabu, Merapi, Suroloyo yang sangat memikat, selain itu dari puncak ini kita bisa juga menikmati keindahan bukit, sawah yang terbentang dari kejauhan.

Untuk tiket masuk, pengunjung harus membayar Rp15.000,- per orang. Gereja ayam ini sekarang dijadikan rumah doa, di mana semua umat bisa berdoa di sana dengan kepercayaan mereka masing-masing. Dan lagi-lagi saking indahnya pemandangan yang menanti di atas, kelelahan menaiki puncak Bukit Rhema tak akan terasa dibandingkan panorama alam yang menanti selepas kita sampai di puncaknya.

Gereja Ayam yang terletak di Bukit Rhema
Pemandangan dari atas Gereja Ayam, pegunungan yang dihiasi hijaunya perbukitan
Alam yang rupawan menambah romantis suasana
Foto di lantai tertinggi Gereja Ayam

Usai menikmati keindahan Bukit Rhema kami pun menuju homestay untuk berkemas-kemas pulang ke Jakarta. Pukul 09.00 WIB kami sudah berkumpul. Setelah menikmati sarapan pagi nasi pecel, kami siap pulang ke Jakarta. Tak lupa kami pun mampir membeli oleh-oleh di tempat wisata Kampung Rawa, sekaligus makan siang. Bis pun melaju dan hanya berenti sekali sewaktu shalat magrib. Setelah melalui perjalanan panjang kami pun akhirnya tiba di Jakarta pukul 01.00 WIB dini hari.

Suatu perjalanan yang memang cukup melelahkan tapi mengasyikkan, trip pertama dengan Backpacker Jakarta yang tak akan terlupakan, sungguh luar biasaaa!!! Terima kasih Backpacker Jakarta! Sampai jumpa di trip berikutnya!

LIST PESERTA MAGELANG #3

  1. Julie#24
  2. Ino #KlubLari  
  3. Asep #NonRT  
  4. Rasi #8 
  5. Alpan #17 
  6. Siti Nur #1
  7. Febrian #8
  8. Rini Eriyanti #NonRT
  9. Irran #10
  10. Melva #NonRT
  11. Sabar #NonRT
  12. Idde #28
  13. Niken #27
  14. Ari #20
  15. Citra #NonRT
  16. Irfan
  17. Lali #31
  18. chiko #jm
  19. Christy #NonRT
  20. Barni #NonRT
  21. Yayang Fitria #11
  22. Taufik #32
  23. Hana Anye #NonRT
  24. Lusi #NonRT
  25. Eva #NonRT
  26. Donna #NonRt
  27. Yuli #32
  28. Riska
  29. tyar #10
  30. Shanti #12
  31. Novita Sari #27
  32. Sri Purnami #NonRT
  33. Rini #nonrt
  34. Ama #27
  35. Rindri #32
  36. Maria #32
  37. nanik#4
  38. evalina#nonrt
  39. hanum 1#nonrt
  40. Hanum 2 #nonrt
  41. desy/echy #7
  42. Aqil (anaknya Erma)
  43. erma#non
  44. nunik#23
  45. Isti Khotimah #32
  46. Haidir #7
  47. Erika#nonrt
  48. noviya#12
  49. imel#non
  50. Wulan#non
  51. Randa #NonRT
  52. Dewi #26
  53. Chaca #9
Author : Maria Ulfah @backpackerjakarta_32

About Maria Ulfah

I am ordinary person, try my best with perseverance and persistence to make me extraordinary one.

Check Also

Liputan Trip Pendakian Gunung Bongkok Part #9

Kecil-kecil cabe rawit. Kira-kira begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Gunung Bongkok. Gunung dengan ketinggian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *