Home / Blog / Gunung / Pendakian Gunung Slamet Part 3 Via Blambangan (Bagian 2)

Pendakian Gunung Slamet Part 3 Via Blambangan (Bagian 2)

Sebeleum membaca ini kalian bisa membaca liputan sebelumnya atau cerita bagian pertama disini :

Pendakian Gunung Slamet Part 3 Via Blambangan

Pukul 03.00 dini hari semua pserta sudah terbangun dan bersiap membawa perlengkapan untuk summit sampai kepuncak. Oh ya perlengkapan yang dibawa saat melakukan summit tida terlalu banyak agar beban yang dibawa tidak terlalu berat. Perlengkapan yang wajib kita bawa sampai puncak yakni jas hujan, obat pribadi, jakat, headlamp, air minum cukup untuk turun & naik, makanan manis dan sarapan saat tiba dipuncak.

PuncakGunung Slamet

Saat itu cuaca cukup terang dengan banyaknya bintang bertebaran dilangit gunung slamet dan dari tempat kita camp pos 7 bisa melihat city light atau pemandangan kota sekitarnya seperti Purbalingga. Keuntungan summit dini hari adalah badan sudah segar kembali dan cuaca tidak panas sehingga bisa menghemat air minum dan makanan. Dari pos 7 menuju pos 8 cukup dekat hanya dibutuhkan 10-15 menit saja dimana pos ini berupa sabana. Kemudian dilanjutkan menuju pos 9 membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 1 jam. Akhirnya sekitar pukul 04.30 subuh rombongan sudah tiba dipos 9 yakni pos terakhir sebelum summit melewati bebatuan terjal menuju puncak sejati gunung Slamet sembari menunggu Azan Subuh tiba.

Perjalanan Menuju Puncak

Tantangan mulai terasa berat ditarcking ini pos 9 menuju puncak dimana kita harus meniti tanjakan berbatu terjal dengan pasir yang sekali pijak bisa longsor kebawah. Tantangan lainya adalah meghindari batu yang terjatuh dari atas entah karna cuaca atau bekas pijakan pendaki lainya yang rapuh dan terjatuh kebawah. Tak hanya itu saja, curamnya bebatuan dan tanjakan yang hampir mencapai 80 derajat membuat adrenalin semakin terpacu apalagi semakin menuju kepuncak terlihat jelas jurang dikanan dan kiri.

Sunrise Slamet foto : ig @emyebpj

Rombongan perlahan melewati bebatuan dan meniti beberapa batu yang cukup besar dan licin sambil berpegangan kebatu lainya. Sekitar pukul 06.00 matahari perlahan sudah mulai muncul dari kejauhan. Warna orange ke emasan bertana golden sunrise slamet sudah terlihat. Kami akhirnya berhenti ditengah2 tanjakan sembari menikmati kejaiban tuhan satu ini.

Sungguh indah sunrise pagi itu, cuacanya cerah dan juga udaranya segar membuat kita dan pendaki lainya cukup lama menikmati munculnya matahari. Setelah hampir 30 menit berlalu kami melanjutkan pendakian menuju puncak. Sebenarnya waktu pendakian dari pos 9 menuju puncak dibutuhkan waktu sekitar 1.5 – 2 jam pendakian santai. Pukul 07.00 tepat kami semua sudah tiba dipuncak Gunung Slamet dengan ketinggian 3428 Mdpl. Alhamdulilah kami semua sampai puncak dan cuaca juga cukup cerah mendukung perjalanan kita menuju puncak selamet.

Foto Bersama Peserta Slamet

foto : ig @emyebpj
SAMUDRA AWAN (foto : ig @emyebpj)

Sekitar 1 jam berada dipuncak Slamet dan pendaki lainya sudah banyak yang mulai berdatangan akhirnya kami memutuskan untuk turun kembali kebawah ke tempat pos 7 dimana kita mendirikan tenda. Perjalanan turun dari puncak tak kalah indahnya.

Lautan awan masih mengelilingi gunung dan matahari bersinar dengan terang. Hijaunya pepohonan disekitar menambah keindahan lainya dari gunung yang masuk dalm 5 gunung tertinggi di pulau Jawa. Oh ya jangan lupa hal yang paling wajib diperhatikan adalah JANGAN BERLARI saat turun kebawah karna sangat berbahaya.

Hati-hati Turunan Terjal

Sekitar pukul 10-12 siang rombongan sudah tiba semua dicamp area dan kita menikmati makan siang terlebih dahulu sebelum packing dan turun kebawah. Jangan tinggalkan sampahmu selalu kita tanamkan kepada semua teman2 jika mendaki gunung atau berwisata kemana saja. Untuk itu sebelum turun kita membawa sampah kita untuk dibawa turun lagi.

Pos 9

Kabar duka datang dari pendaki lainya dimana salah seorang pendaki muda rombongan anak sekolah terjatuh dari puncak selamet saat berlari turun menuju bawah. Nah itu sebabnya sangat dilarang lari saat turun dari puncak (inget ya guys). Berita terakhir menyebutkan jika pendaki yang terjatuh kejurang ditemukan selamat meski banyak cidra dan patah tulang dibeberapa bagian.

Perjalanan turun kebawah ke basecamp cukup melelahkan terlebih kabut sudah mulai turun. Sebagian rombongan sudah tiba mulai dari pukul 15.00 sampai yang paling akhir tiba pukul 18.30 karena cidera atau keseleo beruntung banyak temen2 BPJ yang siap slaing membantu baik membawakan tasnya dan menemani turun sampai kebawah.

Pendakian berakhir setelah semua peserta makan malam dan membersihkan badan. Kita bergegesa pulang menuju Jakarta dengan menaiki bus yang kita bawa sebelumnya.

 

LIST PESERTA PENDAKIAN SLAMET PART #3 BPJ

1. Budi #14
2. Mona #10
3. Ardi #5
4. Verdi #22
5. fahmi # 13
6. henry#27
7. ka chan #10
8. om dedy #10
9. yuli #no rt
10. Wiyan #non
11. vonny #jm
12. dedy #no rt
13. marhos # no rt
14. tri#27
15. meta#14
16. Kevin
17. Fitra
18.nanda
19.siti maryam
20.soleh
21. Ayu #16
22.nia #10
23. Iqbal #12
24. Loha
25. Aya #16
26. Rahit 17
27. Yesica
28. Nova

 

TESTIMONI PESERTA TRIP

 

1. HERY BPJ #27 – @Henry_irawan87

ke gunung slamet bareng BPJ bener bener menyenangkan, perjalanan terasa menyenangkan dengan dimulainya briefing dari sang founder BPJ, keakraban terjalin meski baru kenal dengan temen temen Trip ini. selama pendakian alhamdulillah cuaca mendukung, cerah, ga hujan dan menyajikan keindahan alam dari gunung slamet, samudra awan dan sunrise nya walau belum sampai puncak pun rasanya ada lah yang terbaik dari gunung gunung yang selama ini pernah di daki. walaupun track nya beneran mendaki gunung dengan sangat jarangnya bonus tapi semua terbayar dengan keindahan dan keakraban yang di dapatkan. pendakian gunung slamet part 3 oke punya.

About Mr Edoy -

Follow Instagram @emyebpj Web Developer & Traveller Blogger

Check Also

Chapter 1 : Liputan Trip Pendakian Perdana Gunung Kerinci, Gunung Hulu Sangir dan Danau Gunung Tujuh, Jambi

Gunung Kerinci (dieja “Kerintji”) dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) yang merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *